Dokter Kulit Ungkap Ciri-ciri Orang Akan Lebih Cepat Keriput
Keriput adalah bagian alami dan tak terelakkan dari proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, kulit secara perlahan kehilangan kolagen dan elastin, dua komponen penting yang menjaga struktur, kekencangan, dan elastisitas kulit. Akibatnya, garis-garis halus dan lipatan mulai muncul, lalu semakin jelas dari waktu ke waktu. Namun menurut para ahli, ada sejumlah faktor yang bisa mempercepat kemunculan keriput dan membuatnya terlihat lebih dalam sejak usia lebih muda.
Selain faktor genetik dan hormon, kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur, dehidrasi, pola makan buruk, stres, hingga ekspresi wajah yang berulang, mulai dari menyipitkan mata, sering tersenyum, hingga mengernyit turut berperan besar.
"Stres memiliki pengaruh besar terhadap proses penuaan karena berkaitan dengan peningkatan reactive oxygen species," ujar Dr. Kseniya Kobets, Direktur Dermatologi Kosmetik di Montefiore Einstein Advanced Care, dalam wawancaranya dengan The Post.
"Seseorang yang tidak menjalani gaya hidup sehat dan jarang mengonsumsi sayur serta buah-buahan juga cenderung memiliki kondisi kulit yang kurang sehat." tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr. Kobets menjelaskan bahwa dia bisa menilai apakah seseorang lebih berisiko mengalami keriput lebih cepat dari tiga tanda utama ini.
1. Terlalu Sering Terpapar Matahari
Paparan sinar matahari memang dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D untuk kesehatan tulang, meningkatkan suasana hati melalui serotonin, serta mengatur jam biologis agar tidur lebih nyenyak.
Namun, paparan berlebihan justru bisa menjadi musuh utama kulit.
Dr. Kobets mengaku lebih khawatir pada orang berkulit cerah yang tinggal di daerah dengan paparan sinar matahari tinggi atau gemar melakukan aktivitas luar ruangan seperti hiking, bersepeda, ski, atau liburan ke wilayah tropis.
"Mereka lebih rentan mengalami keriput, dan terutama masalah lain seperti kerusakan akibat matahari, bahkan yang paling mengkhawatirkan sepert lesi prakanker dan kanker kulit," jelasnya.
Sinar UV memicu pembentukan radikal bebas yang merusak kolagen dan elastin, merusak DNA kulit, memicu peradangan, dan mempercepat penuaan. Tingkat paparan yang masih aman sangat bergantung pada jenis kulit dan indeks UV harian. Namun satu hal past bahwa semua orang membutuhkan perlindungan. Topi, kacamata hitam, dan tabir surya dengan SPF minimal 30 sangat dianjurkan ketika indeks UV mencapai angka 3 atau lebih.
Ilustrasi kulit, skincare, sunscreen Foto: Getty Images/Jun |
2. Tidak Menggunakan Basic Skincare
Basic skincare menjadi fondasi utama dalam rutinitas perawatan kulit yang baik, dan menjadi kunci utama dalam mencegah keriput dini. Basic skincare mencakup sunscreen, serum atau moisturizer dengan bahan aktif.
"Jika seseorang tidak memiliki rutinitas perawatan kulit yang konsisten, terutama yang mencakup penggunaan sunscreen setiap hari, bahkan saat tidak banyak beraktivitas di luar ruangan, mereka cenderung akan mengalami keriput seiring waktu," kata Dr. Kobets.
Selain sunscreen mineral yang berfungsi memantulkan dan menyebarkan sinar UV, ia juga merekomendasikan penggunaan antioksidan, baik secara topikal maupun oral.
Ini termasuk konsumsi dan skincare yang mengandung vitamin C, kolagen, serta peptida yang memberi sinyal pada sel kulit untuk memproduksi lebih banyak kolagen dan elastin.
Penggunaan skincare peptide dan retinol juga dinilai penting.
"Semua itu adalah faktor yang sangat krusial, belum lagi kebiasaan mengenakan topi dan mencari tempat teduh, bahkan ketika Anda sudah memakai tabir surya," tegasnya.
3. Kebiasaan Merokok
Berjemur berlebihan memang buruk bagi kulit, tetapi merokok sering dianggap jauh lebih merusak. Rokok mempersempit pembuluh darah, mempercepat kerusakan kolagen dan elastin, serta memperparah dampak buruk sinar matahari. Nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga aliran oksigen dan nutrisi penting ke kulit menjadi terbatas.
"Jika seseorang merokok, meskipun faktor genetik dan lingkungan juga berperan, mereka lebih mungkin memiliki kulit yang lebih tipis dan keriput, terutama di area sekitar mulut," ujar Dr. Kobets.
Inilah yang sering disebut sebagai 'smoker's face', kondisi yang ditandai dengan keriput dalam di sekitar mata dan bibir akibat gerakan mengisap rokok yang berulang serta kebiasaan menyipitkan mata untuk menghindari asap. Selain itu, perokok juga kerap mengalami kulit kendur, warna kulit kusam keabu-abuan, dan tanda-tanda penuaan dini lainnya.
(kik/kik)
Olahraga
Outfit Sporty Wanita yang Adem dan Melindungi, Cocok untuk Aktivitas Jogging atau Jalan Santai
Olahraga
Tetap Stylish dengan 4 Pelengkap Outfit Lari untuk Pria yang Bikin Nyaman Sekaligus Percaya Diri
Home & Living
Sering Lesehan dan Cepat Pegal? Kamu Perlu Pakai Alas Duduk yang Tepat
Hobi dan Mainan
Lebih Tenang Traveling Bareng Anabul dengan Tas Transparan Moorpet Pet Cargo
Jerawat Mendem Tak Kunjung Hilang? Kenali Penyebab & Cara Ampuh Mengatasinya
Review 3 Lip Stain Glossy: 3CE, Dear Me Beauty & MOP Beauty
5 Facial Wash Salicylic Acid Rekomendasi Dermatolog, Ampuh Atasi Jerawat
Cushion dan Foundation, Bisakah Dipakai Bersama?
Sempat Syok Usai Operasi di Bawah Mata, Wanita Ini Dicap Oplasnya Gagal
7 Foto Kebersamaan Ria Ricis & YouTuber Malaysia yang Sedang Jadi Sorotan
Potret Keluarga Beckham yang Dinilai Toxic, Brooklyn Beckham Putus Hubungan
Benarkah Victoria Beckham Tolak Desain Gaun Pengantin Menantu di Menit Akhir?
Fakta-Fakta Nicola Peltz, Menantu Victoria Beckham Bikin Drama Keluarga Memanas













































