Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bemotrizinol Resmi Disetujui FDA Jadi Bahan Sunscreen Aman, Populer di Korea

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 11 Jun 2026 13:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi sunscreen
Ilustrasi wanita memakai sunscreen. Foto: Getty Images/panaya chittaratlert
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atauFDA telah menyetujui bahan aktif sunscreen baru. Langkah ini menjadi yang pertama kali dilakukanFDA dalam 20 tahun.

Bahan sunscreen bernama bemotrizinol ini sebenarnya sudah lama populer dalam produk sunscreen Korea Selatan dan Eropa. Bemotrizinol terbukti bisa memberikan perlindungan lebih optimal terhadap sinar UV.

Persetujuan ini dianggap sebagai langkah besar dalam perkembangan inovasi sunscreen di Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, FDA hanya mengategorikan dua bahan sunscreen sebagai aman dan efektif, yaitu zinc oxide dan titanium dioxide.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bemotrizinol sudah lama digunakan di Eropa dan para dermatologist mengetahui kemampuannya dalam memberikan perlindungan spektrum luas terhadap sinar UVA dan UVB," ujar dermatologist sekaligus pendiri Weiser Skin MD, Dr. Jessica Weiser, seperti dikutip dari New York Post.

Apa Itu Bemotrizinol?

Bemotrizinol atau BEMT adalah bahan kimia larut minyak yang berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB.

ADVERTISEMENT

Sinar UVA diketahui dapat menembus lapisan kulit lebih dalam sehingga memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit. Sementara sinar UVB dapat merusak DNA sel kulit secara langsung yang berpotensi memicu kanker kulit seperti melanoma.

Menurut para ahli, BEMT memiliki tingkat keamanan dan efektivitas yang lebih baik dibandingkan beberapa chemical sunscreen lain seperti oxybenzone yang hingga kini masih dalam tahap peninjauan keamanan jangka panjangnya. Selain itu, bahan ini juga tergolong photostable, artinya tidak mudah terurai saat terkena matahari sehingga perlindungannya bisa bertahan lebih lama di kulit.

"BEMT memberikan perlindungan UVA yang jauh lebih baik ketimbang chemical sunscreen yang saat ini tersedia di pasaran," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa sebagian besar chemical sunscreen di Amerika memang sudah bagus untuk melindungi kulit dari sunburn akibat UVB, tetapi perlindungan terhadap UVA masih terbatas.

"Padahal sinar UVA berkontribusi besar terhadap munculnya pigmentasi dan kerusakan kolagen," katanya.

Dermatologist asal New York, Dr. Gary Goldenberg, juga menilai kehadiran bemotrizinol sebagai angin segar di dunia sunscreen.

"Kita sudah terlalu lama tertinggal, sementara negara lain sudah menikmati formula sunscreen yang lebih ringan, nyaman dipakai, dan memiliki perlindungan lebih baik," ujarnya kepada Women's Health.

Mineral vs Chemical Sunscreen

Selama ini, zinc oxide dan titanium dioxide lebih sering ditemukan dalam mineral atau physical sunscreen. Meskipun efektif, kedua bahan tersebut tak jarang meninggalkan white cast atau lapisan putih pada kuli, sehingga memberi efek wajah abu-abu.

Di sisi lain, chemical sunscreen biasanya terasa lebih ringan dan tidak meninggalkan residu, tetapi beberapa formulanya bisa memicu iritasi pada kulit sensitif. Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa yang terpenting adalah rutin menggunakan sunscreen setiap hari, apa pun jenisnya.

"Pada akhirnya, sunscreen terbaik adalah sunscreen yang cukup nyaman sehingga ingin dipakai setiap hari sepanjang tahun," kata Dr. Weiser.

"Semakin banyak pilihan sunscreen yang aman dan efektif tentu menjadi kabar baik untuk kesehatan kulit," tutupnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads