Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Aktris Shay Mitchell Rilis Skincare untuk Balita, Dikritik Dokter Kulit

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 11 Nov 2025 17:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Skincare untuk Balita milik Shay Mitchell
Skincare untuk Balita milik Shay Mitchell Foto: dok. Instagram @shaymitchell
Jakarta -

Aktris Shay Mitchell merilis brand skincare khusus untuk anak-anak yang bisa dipakai mulai usia tiga tahun. Baru awal dirilis, skincare bernama Rini itu tidak mendapatkan sambutan baik, justru dikritik dokter kulit.

Mitchell mengklaim bahwa produk Rini, termasuk sheet mask berbentuk hewan, dibuat dengan bahan lembut dan aman untuk kulit sensitif anak. Dalam unggahannya di Instagram, aktris 38 tahun itu menyebut lini ini sebagai cara untuk mengajarkan anak-anak perawatan diri yang menyenangkan, lembut, dan aman.

Dr. Sandy Skotnicki, dokter kulit sekaligus penulis buku Beyond Soap dan pembawa acara Skin to It podcast, menilai bahwa formula skincare Rini terlalu kompleks untuk balita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Formulanya jelas tidak baik untuk kulit usia dini. Ada sekitar 68 bahan di dalamnya, saya bahkan kesulitan menghitung semuanya. Kulit anak berusia 3 tahun harus berurusan dengan puluhan bahan kimia ini," ungkap dr. Sandy, seperti dikutip dari New York Post.

Sang dokter juga menambahkan bahwa sejumlah bahkan bisa berdampak buruk pada kulit anak. Dr. Sandy menyebut bisa berpotensi iritasi.

ADVERTISEMENT
Skincare untuk Balita milik Shay MitchellSkincare untuk Balita milik Shay Mitchell Foto: dok. Instagram @shaymitchell

"Kulit anak-anak sangat tipis dan masih berkembang. Terlalu banyak bahan aktif bisa memicu reaksi seperti kemerahan, gatal, dan iritasi jangka panjang," katanya.

Dr. Sandy juga menyoroti tren skincare di kalangan anak dan remaja yang dinilainya berbahaya bagi kesehatan kulit. Banyak laporan yang menyebut bahwa anak dan remaja yang menggunakan skincare dengan bahan aktif kulit wajah mereka mulai mengalami alergi permanen.

"Lapisan pelindung kulit punya tugas penting untuk menjaga kelembapan dan melindungi dari iritan. Jika terus dibombardir dengan berbagai bahan, lapisan itu akan rusak, menyebabkan kulit menjadi sensitif, bahkan terbakar," jelasnya.

Meskipun Rini tidak mengandung bahan keras seperti retinol atau chemical exfoliant, daftar bahan di situs resmi merek tersebut tetap panjang, termasuk cyanocobalamin (vitamin B12 sintetis), chamazulene (antioksidan), hingga calcium aluminum borosilicate (agen pengental).

"Kalau hanya berisi tiga bahan seperti bamboo sheet? hyaluronic acid, dan panthenol, itu masih masuk akal. Tapi 68 bahan dan banyak ekstrak bunga untuk anak usia tiga tahun? Itu berisiko memicu alergi."

Selain masalah dermatologis, para ahli juga menyoroti pesan sosial yang disampaikan produk ini.

"Anak-anak seharusnya bermain di tanah, menikmati alam, menanam tanaman, dan bermain permainan. Bukan duduk di depan cermin memakai sheet mask. Ini memberi pesan yang salah tentang nilai diri," tambah dr. Sandy

Ia menegaskan bahwa fokus anak usia dini seharusnya adalah kesehatan kulit, bukan standar kecantikan. Pesan seperti ini justru bisa menanamkan persepsi bahwa anak-anak perlu perawatan untuk merasa berharga.

Senada dengan itu, Dr. Jeffrey Karasik, dokter anak di Northwell Health Physician Partners, juga skeptis dengan skincare milik Shay Mitchell itu.

"Saya tidak melihat manfaat medisnya. Meski bahannya mungkin tidak berbahaya, tidak ada manfaat kesehatan yang nyata. Ini lebih soal pemasaran ke kelompok sosial-ekonomi tertentu," komentar Dr. jeffrey.

Di media sosial, Shay Mitchell pun mendapatkan kritik dari netizen. Warganet kompak menyebut bahwa produk skincare balita ini tidak memberikan manfaat.

"Lagi-lagi kita membuat anak perempuan meniru perilaku orang dewasa. Paham!" tulis seorang pengguna X.

"Kulit sempurna sekarang jadi budaya diet yang baru," komentar lainnya.

"Tolong jelaskan, kenapa balita perlu skincare dan duduk di depan cermin menatap wajah mereka? Mereka seharusnya bermain dan kotor, bukan peduli soal kulitnya," tulis seorang netizen lain.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads