Wanita Arab Kepincut Tren Rambut Pendek, Simbol Kekuatan dan Percaya Diri

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 24 Jun 2022 10:12 WIB
PARIS, FRANCE - OCTOBER 01:  Deena Aljuhani Abdulaziz attends the Irving Penn Exhibition Private Viewing Hosted by Vogue as part of the Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2018 on October 1, 2017 in Paris, France.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images) Mantan pemimpin redaksi majalah Vogue Arab Deena Aljuhani Abdulaziz tampil dengan rambut pendek, gaya rambut yang sedang digandrungi para wanita di Arab. (Foto: Getty Images/Edward Berthelot)
Riyadh -

Rambut pendek sedang menjadi tren di kalangan wanita pekerja di Arab Saudi. Lebih dari sekadar gaya, rambut pendek juga dimaknai sebagai simbol kekuatan setelah kebebasan mereka sebagai wanita terkungkung.

Walau pemerintah Arab Saudi sudah mencabut kewajiban memakai hijab sejak 2019, para wanita di negara tersebut harus berpikir lebih bijak untuk urusan memilih gaya rambut.

Masih ada aturan yang melarang pria meniru penampilan wanita, baik itu baju atau rambut. Hukum yang sama juga berlaku bagi wanita. Itu artinya, mereka tak boleh berambut pendek seperti pria kebanyakan.

Namun belakangan, rambut pendek mulai menjadi tren yang digandrungi oleh para wanita Arab. Safi, seorang dokter di sebuah rumah sakit di Riyadh, termasuk di antaranya.

Masuk ke sebuah salon, ia lalu mereferensikan 'the boy' kepada penata rambut. 'The boy' merupakan sebutan populer di Arab yang merujuk pada gaya rambut pendek tersebut.

Safi, a 26-year-old Saudi physician, poses for a photo with her short hair near the Kingdom Centre skyscraper in the centre of Saudi Arabia's capital Riyadh on June 19, 2022. - When Saudi doctor Safi took a new job at a hospital in the capital, she decided to offset her standard white lab coat with a look she once would have considered dramatic. Walking into a Riyadh salon, she ordered the hairdresser to chop her long, wavy locks all the way up to her neck, a style increasingly in vogue among working women in the conservative kingdom. The haircut - known locally by the English word Safi, seorang dokter di Riyadh, Arab Saudi, memamerkan gaya rambut pendeknya. (Foto: AFP via Getty Images/FAYEZ NURELDINE)

Rambut Safi yang dulu panjang dan bergelombang identik sebagai penampilan wanita yang sejatinya. Namun, ia merasa tidak nyaman karena 'kewanitaannya' itu justru menjadi bumerang karena dianggap sebagai sosok lemah yang perlu tuntunan para pria sehingga rentan dilecehkan.

"Orang suka melihat sisi feminitas seorang perempuan hanya dari penampilannya. Gaya rambut pendek ini menjadi pelindung saya dari orang-orang, sekaligus memberi saya kekuatan," katanya kepada AFP.

Wanita lainnya yang bernama Rose pun merasa demikian. "Aku merasa berbeda dan bisa melakukan apa saja tanpa harus diawasi," ujar dia.

Sebuah salon di Riyadh mencatat kenaikan permintaan gaya rambut 'the boy' yang cukup signifikan. Menurut Lamis, seorang penata rambut di salon tersebut, sekitar tujuh atau delapan dari 30 konsumen meminta dipotong rambutnya mengikuti gaya 'the boy'.

Safi, a 26-year-old Saudi physician, poses for a photo with her short hair near the Kingdom Centre skyscraper in the centre of Saudi Arabia's capital Riyadh on June 19, 2022. - When Saudi doctor Safi took a new job at a hospital in the capital, she decided to offset her standard white lab coat with a look she once would have considered dramatic. Walking into a Riyadh salon, she ordered the hairdresser to chop her long, wavy locks all the way up to her neck, a style increasingly in vogue among working women in the conservative kingdom. The haircut - known locally by the English word (Foto: AFP via Getty Images/FAYEZ NURELDINE)

"Fakta bahwa wanita tidak perlu memakai hijab lagi diduga kuat mendorong tren ini," kata Lamis. Tak cuma wanita dewasa, tambahnya, mereka yang berusia remaja juga menginginkan gaya 'the boy'.

Tak bisa dimungkiri, media turut berperan besar. Terbukanya informasi terhadap tren gaya hidup baru dan propaganda emansipasi wanita memberanikan para wanita di Arab untuk lebih mengeksplor kebebasannya. Majalah Vogue edisi Arab yang pertama kali diluncurkan pada 2016 pernah memiliki seorang pemimpin redaksi yang berambut pendek. Dialah Deena Aljuhani Abdulaziz, seorang putri Arab karena statusnya sebagai istri dari Pangeran Sultan bin Fahad bin Nasser bin Abdulaziz.

Kemunculan tren rambut pendek tampaknya juga tak lepas dari berbagai reformasi yang dilakukan pemerintah Arab. Wanita di Arab sudah diperbolehkan menyaksikan konser dan acara olahraga. Pada 2018, mereka mendapatkan hak untuk mengemudi. Pemerintah Arab juga telah melonggarkan aturan perwalian. Artinya, perempuan dapat memperoleh paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa izin saudara laki-lakinya.

PARIS, FRANCE - SEPTEMBER 30:  Deena Aljuhani Abdulaziz, outside Elie Saab, during Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2018, on September 30, 2017 in Paris, France.  (Photo by Edward Berthelot/Getty Images)Deena Aljuhani Abdulaziz (Foto: Getty Images/Edward Berthelot)

Peran wanita semakin diakui, termasuk untuk membangkitkan perekonomian dan mendukung Visi 2030 Pangeran Mohammed yakni membuat Arab Saudi tidak terlalu bergantung pada minyak.

Di Forum Ekonomi Dunia di Davos bulan lalu, Asisten Menteri Pariwisata Putri Haifa Al-Saud memaparkan bahwa partisipasi wanita di ketenagakerjaan Arab hingga akhir dekade ini sudah mencapai 36 persen, melebihi target 30 persen.

Bila wanita semakin produktif bekerja, maka pemerintah juga yang merasakan keuntungannya. Pada akhirnya, rambut pendek lah yang mendukung para wanita untuk lebih profesional di dunia kerja.

"Rambut saya bergelombang, dan jika makin panjang, saya tidak punya waktu untuk merawatnya setiap pagi," kata seorang wanita karier di Riyadh. Di sisi lain, rambut tersebut sekaligus mempertegas eksistensi para wanita Arab. "Kami ingin mengatakan bahwa kami ada, dan peran kami di tengah masyarakat tak berbeda jauh dari para pria," ujar Nouf, seorang pegawai di sebuah toko kosmetik.



Simak Video "Penampilan Rambut Baru Maia Estianty yang Terkesan Mewah "
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)