Sejarah Sunscreen yang Viral Dipakai Ibu Maia Sejak Dulu Hingga Bikin Awet Muda

Tim Wolipop - wolipop Senin, 11 Okt 2021 17:36 WIB
Viral nenek awet muda karena rajin pakai suncreen. Foto: Dok. Tangkap layar akun TikTok @diandramarshas.
Jakarta -

Nenek 81 tahun ini viral karena wajahnya yang awet muda. Nenek cantik yang ternyata ibu Maia Estianty itu membagikan rahasia wajah awet mudanya yakni rutin menggunakan sunscreen. Sejumlah netizen mempertanyakan tentang kehadiran sunscreen yang sudah ada di zaman wanita bernama Kusthini Harjono Sigit itu.

Sunscreen sudah eksis sejak lama. Hal itu pula yang diakui oleh Kusthini yang mengaku rajin menggunakan sunblock sejak muda.

"Oh rajin dari muda. Biasanya dulu masih muda pakai yang mentah-mentah gitu kayak timun. Iya pake sunblock selalu," demikian kata nenek tersebut.

Seperti dikutip NY Times, sejarah sunscreen dimulai tahun 1938 ketika mahasiswa asal Swiss Franz Greiter membuat misi untuk menciptakan perlindungan matahari setelah terbakar matahari saat mendaki Gunung Piz Buin. Ia mulai menciptakan tabir surya yang efektif.

Viral nenek awet muda karena rajin pakai suncreen.Viral nenek awet muda karena rajin pakai suncreen. Foto: Dok. Tangkap layar akun TikTok @diandramarshas.

Di tahun 1944, Benjamin Green, seorang penerbang dan apoteker, menggunakan zat berminyak yang disebut "red vet pet" (petrolatum veteriner merah) untuk melindungi dirinya dan tentara lain dari sinar ultraviolet selama Perang Dunia II. Kala itu tekstur sunscreen sangat tidak nyaman karena begitu kental dan berat, namun cukup efektif melindungi kulit dari matahari.

Semenraea Fran Gretier masih terus meracik sunscreen. Di era '40-an, dia men red vet pet, cocoa butter dan minyak kelapa yang kemudian dikenal dengan nama suntan cream. Di tahun 1946, Fran kemudian memasarkan produk pelindung matahari tersebut dengan merek Piz Buin yang masih dijual sampai sekarang.

Tahun 1970, merek Piz Buin memperkenalkan produk sunscreen dengan filter ultraviolet A dan B atau yang dikenal dengan UV A dan UV B. Tahun 1978, Food and Drug Administration mengusulkan untuk membuat standar untuk tabir surya untuk keamanan dan efektivitas.

Standar tersebut termasuk penetapan pengujian dan pelabelan SPF. Namun FDA secara resmi tetap menyatakan bahwa berjemur dalam jangka panjang tidak direkomendasikan.

Dan 10 tahun setelahnya pada 1988, FDA menyetujui tabir surya yang mengandung filter UV A, kemudian berkembang menjadi UV A dan UV B. Tahun 1990, mulai dipasarkan sunscreen dengan SPF 30, sebelumnya hanya SPF 15 dan di bawahnya.



Simak Video "Putri Mako Beberkan Alasan Nikahi Pria Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)