Viral Tren Baru Contouring Pakai Sunscreen yang Ternyata Berbahaya Bagi Kulit

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 29 Apr 2021 19:30 WIB
Suntan lotion. Woman applying sunscreen solar cream on face. Beautiful happy cute girl puts suntan cream from plastic container bottle on her nose and cheecks. Skincare concept. Female in straw hat and bikini on beach. Foto: iStock
Jakarta -

Media sosial memang selalu mempopulerkan beragam tren-tren baru, termasuk tren kecantikan yang satu ini. Belakangan ini di media sosial TikTok tengah diramaikan dengan kemunculan sebuah tren baru contouring dengan menggunakan sunscreen. Teknik contouring yang tengah viral itu digadang-gadang bisa membuat wajah terlihat lebih tirus secara alami tanpa harus menggunakan makeup.

Seperti dikutip dari Daily Mail, tren tersebut dipopulerkan oleh salah seorang model cantik yang berasal dari Amerika Serikat, Eli Withrow. Wanita 24 tahun itu pertama kali mengunggah teknik baru menggunakan sunscreen sebagai contouring itu di media sosial TikTok miliknya. Tak lama setelahnya, banyak netizen lain yang kemudian terlihat mengikuti tren baru yang dipopulerkannya itu.

Dalam video TikTok Eli yang telah ditayangkan lebih dari 2 juta kali itu terlihat dirinya mengenakan sunscreen yang lebih tebal hanya dibeberapa bagian wajah yang ingin ditonjolkan. Beberapa bagian tersebut meliputi dahi, bawah mata dan pipi bagian dalam, hidung, serta dagu.

tren contouringtren contouring Foto: dok. TikTok/@stopiteli

"Pembenci akan mengatakan itu tidak berhasil. Tetapi saya yakin bahwa jika kamu mengoleskan tabir surya dasar SPF 30 dan SPF 90 di semua tempat yang akan kamu pakai highlighter, matahari akan membentuk wajah mu di mana kamu akan meletakkan bronzer," terangnya dalam video.

Banyak orang yang telah mengikuti tren tersebut dan mengatakan bahwa teknik itu cukup berhasil. Mereka pun mengunggah video yang memperlihatkan hasil kulit wajahnya usai mengikuti tren viral tersebut. Bagian-bagian yang diberikan sunscreen lebih tebal memang terlihat lebih cerah setelahnya. Sedangan sisanya terlihat lebih tan atau gelap, seperti seolah tengah menggunakan contour di wajah.

tren contouringtren contouring Foto: TikTok/@with_esther

Dr Simran Deo dari Online Doctor, Zava mengatakan bahwa sinar UV dari matahari sendiri sangat berbahaya bagi kulit karena dapat menyebabkan kerusakan, terutama pada jenis kulit yang lebih cerah. Sunburn dan tanning sendiri merupakan salah satu indikasi terjadinya beberapa tingkat kerusakan sel.

"Meskipun menggunakan SPF untuk membentuk kontur dapat menyebabkan garis-garis cokelat sementara di area di mana kamu biasanya menggunakan riasan untuk menciptakan efek yang sama, begitu garis-garis cokelat itu memudar, kamu dapat mengalami kerusakan kulit yang lebih permanen, yang muncul di usia yang lebih tua dan tidak mudah untuk dikembalikan," terang sang dokter.

Dr Simran menjelaskan sinar UVA, UVB, dan UVR dari matahari dapat menyebabkan tanda-tanda awal penuaan seperti kerutan dan garis halus, pigmentasi atau melasma, hingga kanker kulit. Itulah mengapa sang dokter menyarankan untuk mengenakan suscreen setiap hari di seluruh area kulit yang terkena sinar matahari.

"Setidaknya SPF 30 harus diterapkan setiap hari, bahkan pada hari-hari musim dingin, dan ini harus ditingkatkan menjadi SPF 50 di musim panas, atau pada jenis kulit yang lebih cerah," jelas sang dokter.

(vio/vio)