Mengenal Cangkok Rambut Seperti yang Dilakukan Kevin Aprilio

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 30 Mar 2021 06:30 WIB
Kevin Aprilio Foto: Dok. Instagram/@now.hairtime/Cangkok rambut atau transplantasi rambut dilakukan Kevin Aprilio
Jakarta -

Cangkok rambut menjadi pilihan Kevin Aprilio untuk menumbuhkan rambut di area yang diinginkan. Ia bahkan rela terbang ke Turki hanya untuk menjalani prosedur tersebut. Lantas, seperti apa teknik cangkok rambut itu?


Transplantasi rambut atau cangkok rambut merupakan salah satu cara untuk mengembalikan rambut pada area kulit kepala yang mengalami penipisan hingga kebotakan.

Hair TransplantSalah satu proses transplantasi atau cangkok rambut. (Foto: Getty Images/byakkaya)

Dilansir dari Healthline, teknik ini dilakukan dengan mengambil rambut dari area kepala atau bagian tubuh lain yang lebat rambutnya, lalu menanamnya di bagian kulit kepala yang bermasalah.

Dihimpun dari berbagai sumber, setidaknya ada tiga metode cangkok rambut: flap surgery atau operasi perluasan jaringan kepala, operasi mengurangi kulit kepala dan implan rambut.

Cangkok Rambut Pertama

Prosedur cangkok rambut pertama kali diyakini terjadi pada 1939 di Jepang. Kala itu, area rambut yang dicangkok tak sebanyak seperti saat ini.

Seiring perkembangan teknologi kedokteran dan kecantikan, pencangkokan bisa mencapai ribuan helai rambut. Bahkan tak hanya di kulit kepala, tapi juga bagian lain di kulit wajah, semisal dahi dan wajah bagian bawah (jenggot atau berewok).

Hair TransplantRambut donor untuk cangkok rambut (Foto: Getty Images/byakkaya)

Kevin Aprilio sendiri mencangkok 6.700 helai rambut yang diambil dari kulit kepala bagian belakang. "1.500 untuk jidad dan 5.200 untuk brewok dan kumis," ungkap musisi putra dirigen ternama Indonesia, Addie MS, itu di Instagram Story baru-baru ini.

Seperti halnya Kevin, banyak pria yang memilih cangkok rambut untuk mengatasi kebotakan. Pada 2011, Huffington Post pernah mengabarkan, prosedur ini sangat populer di kalangan pria karena merasa lebih aman ketimbang mengonsumsi obat kebotakan, yakni finasteride (propecia). Kabarnya, obat tersebut menimbulkan efek samping seksual seperti disfungsi ereksi serta kehilangan gairah.

Namun, seberapa efektif prosedur cangkok rambut?

Menurut situs National Institutes of Health, setidaknya 10 - 80 persen rambut yang dicangkok akan tumbuh lebat dalam kurun tiga hingga empat bulan.

Namun perlu diketahui, rambut hasil cangkok tak akan bertahan selamanya. Rambut ini juga tetap menipis seiring penuaan.

Prosedur ini tak akan efektif pula pada mereka yang mengalami kebotakan parah di hampir seluruh bagian kulit kepala, pasien kemoterapi, serta mereka yang memiliki bekas luka tebal pada kulit kepala.

Dengan segala kelebihannya, tak heran bila cangkok rambut terbilang cukup mahal. Di Amerika Serikat, harganya berada pada kisaran US$ 4.000 hingga US$ 15.000 (Rp 57 juta - Rp 216 juta) per sesi.

(dtg/dtg)