5 Hal Selama Masa Karantina yang Tanpa Disadari Bikin Kamu Lebih Cantik
Masa karantina Corona memang merugikan dan menghambat orang untuk melakukan banyak hal, termasuk pekerjaan dan bersosialisasi. Namun masa-masa ini bisa dimanfaatkan untuk 'healing' dari sibuknya ibu kota dan ekstra menjaga kesehatan tubuh juga kulit. Tanpa disadari selama 'physical distancing' ada banyak kebiasaan kurang baik yang kamu tinggalkan dan justru bikin lebih cantik. Berikut beberapa di antaranya:
Tidak Makeup
Selama masa karantina, kebanyakan pekerja diminta untuk WFH. Sejumlah aktivitas sosial pun dikurangi bahkan dibatalkan. Karenanya, kamu mungkin tak punya kesempatan untuk merias wajah. Meski ada beberapa wanita yang tetap makeup untuk sekedar menghibur diri atau karena pekerjaan, kebanyakan orang akan menghindari pakai riasan berat, seperti foundation dan concealer selama di rumah. Menurut pakar kecantikan, kulit yang lebih bersih dan cerah bisa terlihat setelah puasa makeup tiga minggu.
"Bagaimana pun penggunaan produk-produk ini yang sering menempel di kulit selama sembilan jam atau lebih, bisa membuat pori-pori tersumbat dan kelebihan minyak atau kering. Walau produk-produk ini menutupi masalah kulit, mereka sebenarnya berkontribusi pada masalah-masalah itu sendiri," kata dermatologis Dr Vikram Rajkomar dilansir Daily Star.
Terhindar Paparan Sinar UV
Selama WFH, tentu kebanyakan orang akan jarang ke luar rumah. Meski berjemur menjadi salah satu kebiasaan yang disarankan untuk kesehatan, tentu hal tersebut tidak dilakukan dalam waktu lama. Karenanya, kulit tubuh dan wajah jadi lebih terhindari dari pengaruh buruk sinar UV yang biasa ditemui ketika pergi bekerja.
Jarang Keramas
Ketika WFH di rumah, banyak orang memilih untuk hidup lebih santai. Salah satunya adalah dengan jarang keramas yang mungkin biasanya dilakukan setiap hari. Terlalu sering keramas diketahui bisa menghilangkan minyak alami rambut sehingga malah membuatnya terlalu kering dan memicu timbulnya cabang. Agar tidak malah menimbulkan jerawat, kamu bisa menguncir, mengonde, atau memastikan rambut tidak menempel di wajah.
"Mengurangi frekuensi keramas selama isolasi diri akan membuat minyak natural rambut muncul. Minyak ini mungkin tidak terlihat atau terasa baik tapi sebenarnya kaya akan nutrisi, menciptakan folikel yang lebih kuat dan tebal," kata Vikram.
Kurangi Catokan
Selain keramas, ketika di rumah kamu mungkin akan lebih malas mencatok atau blow dry rambut. Seperti yang sudah diketahui, rambut yang terlalu sering terkena alat panas akan lebih cepat rusak. Karenanya, manfaatkan masa-masa ini untuk mengembalikan kesehatan rambut.
Makan Lebih Sehat
Sebelum masa karantina pasti banyak dari kamu yang sering mengonsumsi makanan siap saji atau jajan sembarangan yang kurang sehat. Kadang hal ini memang tidak dapat dihindari karena kesibukan yang membuat kita tidak sempat menyiapkan makan sehat. Selama WFH, kita jadi lebih sering makan masakan rumah yang kebersihannya dan nutrisi lebih terjamin. Hal ini pun akan berkontribusi pada kulit yang akan terhindar jerawat dan lebih glowing.
Elektronik & Gadget
Bikin Sejuk Dimanapun Kamu! Intip 3 Rekomendasi Kipas Mini Portable Di Bawah 200 Ribu
Hobbies & Activities
4 Novel Ini Menggugah Rasa dan Pikiran, Layak Dibaca Sekali Seumur Hidup
Elektronik & Gadget
Vivo iQOO 15: Flagship Baru Super Kencang dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 & Layar 144Hz
Elektronik & Gadget
KiiP Wireless EW56: Power Bank Magnetik yang Bikin Hidup Lebih Praktis
Sungboon Editor Resmi Masuk Indonesia, Tawarkan Skincare Pori dari Tomat Hijau
Alis Natural Bak Tanpa Makeup Jadi Tren Kecantikan 2026, Ini Tekniknya
MCM Rilis Parfum dengan Kemasan Gemas Bentuk Beruang Hingga Gajah
7 Rekomendasi Moisturizer Water Based, Cocok untuk Semua Jenis Kulit
Mengenal Water Based Skincare dan Bedanya dengan Berbasis Minyak
9 Potret Thalia 'Rosalinda' Tak Menua Bak Vampir, Ini Rahasia Awet Mudanya
9 Aktor Drama China Pendek yang Wajah Gantengnya Sering Muncul di HP
8 Cara Menyadarkan Teman yang Cinta Buta, Tanpa Merusak Persahabatan
Gelar Miss Universe Finland 2025 Dicopot Usai Unggahan Rasis











































