Jenis-jenis Bekas Jerawat, Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Hestianingsih - wolipop Selasa, 08 Okt 2019 18:14 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Bekas jerawat bisa mengganggu rasa percaya diri, karena setiap orang tentu ingin memiliki kulit halus dan mulus tanpa noda. Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengurangi bekas jerawat, mulai dari penggunaan obat oles, sampai 'pencacahan' dengan jarum mikro hingga laser.

Sebelum menentukan perawatan seperti apa yang perlu dilakukan, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu, jenis-jenis bekas jerawat dari yang ringan sampai sulit dihilangkan. Apa saja?

1. Noda Kehitaman

Foto: iStock

Noda hitam bekas jerawat umumnya paling mudah dihilangkan dan memang lumrah dialami orang yang pernah berjerawat. Munculnya noda hitam disebabkan oleh hiperpigmentasi. Noda bekas jerawat biasanya memudar dengan sendirinya namun jika tak kunjung hilang, dokter bisa memberikan obat topikal.

"Bekas kehitaman dengan krim sudah bisa membaik," kata dr. Shinta Damayanti, SpKK, saat media gathering ERHA Acneact Scar Treatment di Erha Derma Center Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Untuk hiperpigmentasi, dokter kulit biasanya akan memberikan krim mengandung AHA, retinoid atau azelaic acid.

2. Noda Kemerahan
Foto: iStock

Noda merah cenderung lebih sulit dihilangkan ketimbang noda hitam bekas jerawat. Untuk memudarkannya, dr. Shinta menyarankan untuk dilakukan tindakan laser.

"Bisa dibantu dengan laser vaskular atau V-Beam," katanya.

Laser ini berfungsi menghilangkan bekas-bekas kemerahan karena jerawat. Selain itu juga mengurangi garis halus dan menyamarkan pori-pori.

3. Rolling Scar
Foto: iStock

Bekas jerawat ini cenderung bergelombang, lebar-lebar dan dangkal yang disebabkan kerusakan di bawah permukaan kulit. Jenis bopeng seperti ini membuat permukaan kulit terlihat kasar dan tidak rata. Terjadi karena terbentuknya jaringan serabut antara kulit dan jaringan di bawahnya.

Bopeng seperti ini bisa diatasi dengan metode Auto Microneedle dan Microneedle RF (radio frequency). Auto Microneedle menggunakan jarum berukuran mikro untuk membuat luka-luka kecil sehingga merangsang produksi kolagen dan elastin. Teknik ini dikombinasikan dengan elektropasi untuk memasukkan serum secara efektif ke dalam lapisan bawah epidermis.

Sementara Microneedle RF menggunakan jarum berukuran mikro berlapis emas murni 24K untuk menghantarkan gelombang panas langsung ke lapisan kulit paling dalam. Tujuannya juga untuk merangsang pembentukan kolagen dan elastin.

"Jarum dilapis emas murni agar lebih efektif menghantarkan panas. Selain itu juga agar jarum tidak mudah berkarat," terang dr. Shinta.

4. Boxcar Scar
Foto: iStock

Seperti layaknya kotak, bekas jerawat membentuk sudut dengan sisi vertikal tajam. Terjadi karena peradangan jerawat merusak kolagen sehingga jaringan tisu di sekitarnya hilang, meninggalkan kulit bagian atas tanpa 'pegangan' sehingga area tersebut melesak ke dalam. Bekas jerawat seperti ini juga bisa diatasi dengan perawatan Auto Microneedle, Microneedle RF atau laser fraksional.

5. Ice Pick
Foto: iStock

Bekas jerawat yang dalam dan sempit hingga ke lapisan dermis. Terlihat seperti telah ditusuk-tusuk dengan jarum dan meninggalkan kesan pori-pori besar serta kosong. Bopeng seperti ini terjadi akibat peradangan jerawat nanah yang menghancurkan jaringan di bawah serta permukaan kulit.

"Yang paling susah ice pick karena bentuknya dalam dan cekung. Seperti segitiga," ucap dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Untuk menguranginya tidak cukup hanya dengan Auto Microneedle atau Microneedle RF. Tapi perlu dilakukan tindakan subsisi.

"Dimasukkan jarum panjang ke dalam kulit, kemudian maju-mundurkan jarumnya. Gunanya untuk melepaskan ikatan yang menyebabkan terjadinya ice pick. Karena kulit itu seperti ditarik ke bawah. Jadi ikatannya harus dibebaskan dulu baru kulitnya bisa lebih naik," jelasnya.

6. Keloid
Foto: iStock

"Keloid adalah bekas luka menonjol yang muncul karena pembentukan kolagen berlebihan. Kalau itu tidak bisa dengan micro needling tapi harus disuntik dengan steroid," terang dr. Shinta.

Suntikan steroid akan membuat keloid lebih rata. Untuk kasus bekas jerawat satu ini, tidak disarankan tindakan pelukaan dengan jarum karena justru akan semakin menambah pembentukan keloid.

"Kalau pasien ada tendensi keloid dan di-microneedling, nanti jadinya kulit keloid semua," tandasnya.

Simak Video "Kisah Wanita yang Tampil Pede dengan Wajah Berjerawat"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)