Serba-serbi Sedot Lemak, Cara Turunkan Berat Badan dengan Instan
Vina Oktiani - wolipop
Kamis, 01 Agu 2019 21:16 WIB
Jakarta
-
Liposuction atau sedot lemak banyak diminati oleh para kaum wanita, terutama bagi mereka yang ingin tampil maksimal untuk menunjang performanya, seperti para artis. Sedot lemak dipilih untuk mendapatkan hasil yang cepat dalam waktu yang singkat. Jika ingin melakukan prosedur ini sebaiknya ikuti proses-prosesnya dengan benar.
Konsultasi Sebelum Sedot Lemak
Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum melakukan sedot lemak ialah berkonsultasi dengan dokter ahli terlebih dahulu. Menurut ahli bedah plastik dari New York, Adam Kolker, aspek terpenting dari konsultasi ialah untuk menjelaskan apa yang diinginkan dan hasil ideal seperti apa yang ingin didapatkan.
Sedangkan dari sisi ahli bedah, konsultasi bertujuan untuk mengevaluasi apakah tujuan yang diinginkan pasien dapat dicapai. Selain itu saat konsultasi ini juga akan dilakukan pemeriksaan fisik. Ahli bedah akan melihat elastisitas kulit dari pasien. Pasien harus mengerti bahwa jika elastisitas kulit mereka sudah hilang maka sedot lemak tidak akan banyak berpengaruh. Pasien juga diharapkan mempelajari secara spesifik tentang berbagai prosedur operasi, termasuk mengenai pilihan anestesi, pemulihan serta perawatan pasca operasi.
Orang yang Ideal Melakukan Sedot Lemak
Seperti dikutip dari Allure, pasien yang ideal untuk melakukan sedot lemak menurut ahli bedah asal California, Matthew Nykiel adalah mereka yang sehat secara medis dan memiliki lemak di daerah yang diinginkan. Sedangkan menurut Kolker, sedot lemak hanya boleh dilakukan pada pasien dengan berat badan yang mendekati berat ideal mereka. Sedot lemak juga sebaiknya dilakukan ketika area yang ingin dipangkas lemaknya itu sudah tidak bisa diatasi dengan diet dan olahraga.
Area yang paling efektif untuk dilakukan sedot lemak adalah perut dan paha bagian luar. Tetapi area yang benar-benar terbaik untuk melakukan sedot lemak adalah area tulang belakang dan pinggang karena prosedur ini berfokus untuk membuat lekukan tubuh. Sedangkan area dengan kulit yang lebih tipis seperti, lengan atas atau paha bagian dalam, serta wajah atau pipi kurang disarankan untuk menjalankan prosedur ini.
Persiapan Sedot Lemak
Sebelum melakukan prosedur sedot lemak pasien akan diminta untuk melakukan serangkaian persiapan. Biasanya Nykiel meminta pasiennya untuk berhenti merokok selama empat minggu, stop memiminum alkohol selama seminggu sebelum prosedur dilakukan. Produk-produk pengencer darah seperti aspirin, Advil, Motrin, Aleve, dan bahkan anggur merah dan bawang putih juga harus dihindari selama dua minggu sebelum operasi. Selain itu penting juga untuk menjaga berat badan tetap stabil karena dosis dan persiapan yang telah dipersiapkan saat konsultasi.
Prosedur Sedot Lemak
Sedot lemak merupakan prosedur rawat jalan namun tetap membutuhkan anestesi dalam pengerjaannya. Anastesi yang dipilih tergantung pada berapa banyak jumlah area yang akan dilakukan sedot lemak. Untuk area panggul atau paha atas biasanya menggunakan anestesi lokal. Sedangkan untuk pasien yang ingin melakukan sedot lemak di area yang lebih dari dua atau lebih dari lima liter lemak, maka dianjurkan menggunakan anestesi umum.
Sebelum operasi, area yang akan dikerjakan disterilkan dan pasien mengenakan pakaian bedah. Epinefrin, obat untuk mengurangi pendarahan dan mengendurkan lemak, disuntikkan ke daerah yang akan disedot lemak, sehingga memungkinkan ahli bedah untuk melakukan prosedur dengan hasil baik. "Sedikit trauma, sedikit memar, dan pemulihan lebih cepat," kata Carolyn Chang, ahli bedah plastik.
Ahli bedah memulai tindakan sedot lemak dengan membuat dua atau lebih sayatan kecil sekitar lima atau enam milimeter pada setiap area yang akan dikerjakan. Setelah itu dokter akan memasukkan tabung kecil panjang yang dikaitkan dengan mesin vakum yang bertujuan untuk menyedot lemak keluar. Setelah itu sayatan ditutup dan pasien mengenakan pakaian khusus yang dapat membantu mengatasi pembengkakan secepat mungkin. Setelah berada di ruang pemulihan selama satu hingga dua jam, pasien lalu diperbolehkan untuk pulang.
Risiko Sedot Lemak
Dalam dunia medis sebenarnya sedot lemak tidaklah berbahaya jika dilakukan dengan prosedur dan ahli yang tepat. Yang menjadi risiko dalam prosedur ini biasanya bukanlah masalah-masalah medis seperti pendarahan atau infeksi tetapi lebih kepada hasil yang diharapkan. Hal itu karena elastisitas kulit masing-masing orang berbeda-beda dan tidak dapat diprediksi.
"Anda harus ingat bahwa Anda mengeluarkan lemak dari bawah kulit," jelas Chang. "Dan kamu harus mengandalkan kulit itu sendiri untuk menyusut kembali," tambahnya.
Pemulihan Setelah Sedot Lemak
Proses pemulihan dari prosedur sedot lemak tergantung pada jenis anestesi yang diberikan, jumlah area yang dikerjakan, serta jumlah lemak yang dihilangkan. Untuk pasien yang melakukan sedot lemak pada sedikit area tubuh maka dapat langsung bekerja sekitar 48 hingga 72 jam setelah operasi. Pasien juga dapat kembali berolahraga setelah tujuh hingga 10 jam namun tetap dengan menggunakan pakaian khusus yang disarankan ahli bedah.
Keuntungan Sedot Lemak
Keuntungan dari sedot lemak adalah efisiensi prosedur, karena berbeda dengan perawatan lain yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk hasil yang bisa terlihat. (vio/hst)
Konsultasi Sebelum Sedot Lemak
Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum melakukan sedot lemak ialah berkonsultasi dengan dokter ahli terlebih dahulu. Menurut ahli bedah plastik dari New York, Adam Kolker, aspek terpenting dari konsultasi ialah untuk menjelaskan apa yang diinginkan dan hasil ideal seperti apa yang ingin didapatkan.
Sedangkan dari sisi ahli bedah, konsultasi bertujuan untuk mengevaluasi apakah tujuan yang diinginkan pasien dapat dicapai. Selain itu saat konsultasi ini juga akan dilakukan pemeriksaan fisik. Ahli bedah akan melihat elastisitas kulit dari pasien. Pasien harus mengerti bahwa jika elastisitas kulit mereka sudah hilang maka sedot lemak tidak akan banyak berpengaruh. Pasien juga diharapkan mempelajari secara spesifik tentang berbagai prosedur operasi, termasuk mengenai pilihan anestesi, pemulihan serta perawatan pasca operasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: iStock |
Orang yang Ideal Melakukan Sedot Lemak
Seperti dikutip dari Allure, pasien yang ideal untuk melakukan sedot lemak menurut ahli bedah asal California, Matthew Nykiel adalah mereka yang sehat secara medis dan memiliki lemak di daerah yang diinginkan. Sedangkan menurut Kolker, sedot lemak hanya boleh dilakukan pada pasien dengan berat badan yang mendekati berat ideal mereka. Sedot lemak juga sebaiknya dilakukan ketika area yang ingin dipangkas lemaknya itu sudah tidak bisa diatasi dengan diet dan olahraga.
Area yang paling efektif untuk dilakukan sedot lemak adalah perut dan paha bagian luar. Tetapi area yang benar-benar terbaik untuk melakukan sedot lemak adalah area tulang belakang dan pinggang karena prosedur ini berfokus untuk membuat lekukan tubuh. Sedangkan area dengan kulit yang lebih tipis seperti, lengan atas atau paha bagian dalam, serta wajah atau pipi kurang disarankan untuk menjalankan prosedur ini.
Persiapan Sedot Lemak
Sebelum melakukan prosedur sedot lemak pasien akan diminta untuk melakukan serangkaian persiapan. Biasanya Nykiel meminta pasiennya untuk berhenti merokok selama empat minggu, stop memiminum alkohol selama seminggu sebelum prosedur dilakukan. Produk-produk pengencer darah seperti aspirin, Advil, Motrin, Aleve, dan bahkan anggur merah dan bawang putih juga harus dihindari selama dua minggu sebelum operasi. Selain itu penting juga untuk menjaga berat badan tetap stabil karena dosis dan persiapan yang telah dipersiapkan saat konsultasi.
Prosedur Sedot Lemak
Sedot lemak merupakan prosedur rawat jalan namun tetap membutuhkan anestesi dalam pengerjaannya. Anastesi yang dipilih tergantung pada berapa banyak jumlah area yang akan dilakukan sedot lemak. Untuk area panggul atau paha atas biasanya menggunakan anestesi lokal. Sedangkan untuk pasien yang ingin melakukan sedot lemak di area yang lebih dari dua atau lebih dari lima liter lemak, maka dianjurkan menggunakan anestesi umum.
Sebelum operasi, area yang akan dikerjakan disterilkan dan pasien mengenakan pakaian bedah. Epinefrin, obat untuk mengurangi pendarahan dan mengendurkan lemak, disuntikkan ke daerah yang akan disedot lemak, sehingga memungkinkan ahli bedah untuk melakukan prosedur dengan hasil baik. "Sedikit trauma, sedikit memar, dan pemulihan lebih cepat," kata Carolyn Chang, ahli bedah plastik.
Ahli bedah memulai tindakan sedot lemak dengan membuat dua atau lebih sayatan kecil sekitar lima atau enam milimeter pada setiap area yang akan dikerjakan. Setelah itu dokter akan memasukkan tabung kecil panjang yang dikaitkan dengan mesin vakum yang bertujuan untuk menyedot lemak keluar. Setelah itu sayatan ditutup dan pasien mengenakan pakaian khusus yang dapat membantu mengatasi pembengkakan secepat mungkin. Setelah berada di ruang pemulihan selama satu hingga dua jam, pasien lalu diperbolehkan untuk pulang.
Foto: iStock |
Risiko Sedot Lemak
Dalam dunia medis sebenarnya sedot lemak tidaklah berbahaya jika dilakukan dengan prosedur dan ahli yang tepat. Yang menjadi risiko dalam prosedur ini biasanya bukanlah masalah-masalah medis seperti pendarahan atau infeksi tetapi lebih kepada hasil yang diharapkan. Hal itu karena elastisitas kulit masing-masing orang berbeda-beda dan tidak dapat diprediksi.
"Anda harus ingat bahwa Anda mengeluarkan lemak dari bawah kulit," jelas Chang. "Dan kamu harus mengandalkan kulit itu sendiri untuk menyusut kembali," tambahnya.
Pemulihan Setelah Sedot Lemak
Proses pemulihan dari prosedur sedot lemak tergantung pada jenis anestesi yang diberikan, jumlah area yang dikerjakan, serta jumlah lemak yang dihilangkan. Untuk pasien yang melakukan sedot lemak pada sedikit area tubuh maka dapat langsung bekerja sekitar 48 hingga 72 jam setelah operasi. Pasien juga dapat kembali berolahraga setelah tujuh hingga 10 jam namun tetap dengan menggunakan pakaian khusus yang disarankan ahli bedah.
Baca juga: 4 Fakta Sedot Lemak yang Perlu Bunda Tahu |
Keuntungan Sedot Lemak
Keuntungan dari sedot lemak adalah efisiensi prosedur, karena berbeda dengan perawatan lain yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk hasil yang bisa terlihat. (vio/hst)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Niat Cantik Berujung Maut, Ibu 2 Anak Meninggal Usai Oplas Bokong & Perut
Era Glitchy Glam 2026, Saat Kecantikan Tidak Sempurna Justru Jadi Tren
Mengenal Lactic Acid, Bahan Skincare AHA yang Aman dan Lebih Ramah Kulit
Kenapa Ada Jerawat di Dagu? Pahami Penyebab hingga Cara Mengatasinya
Ini Tren Lipstik 2026 yang Patut Dicoba, Smoky Rose hingga Cherry Red
Most Popular
1
8 Tren Rambut Pendek 2026, Cocok Jadi Referensi Potong Rambut Awal Tahun
2
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
3
8 Foto Alyssa Daguise Liburan ke London, Bumil Tampil Stylish Pakai Coat Bulu
4
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
5
Bikin Baper! Aksi Lamar Kekasih di Waterfront Danau Toba Ini Viral
MOST COMMENTED












































Foto: iStock
Foto: iStock