ADVERTISEMENT

Dr. Tompi Ungkap Efek Mengerikan Tanam Benang dan Filler

Kiki Oktaviani - wolipop Kamis, 22 Feb 2018 17:45 WIB
Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Tanam benang dan filler kerap menjadi alternatif cepat bagi mereka yang ingin tampil lebih menarik. Tapi tahukah kamu ada efek mengerikan dari tanam benang dan filler? Penyanyi dan ahli bedah plastik Tompi mengungkap efek mengerikan tersebut.

Lewat video mengerikan yang diunggah di akun Instagram Tompi, dokter bedah plastik dan penyanyi jazz itu memperlihatkan video ketika benang dikeluarkan dari hidung pasien. "DONT DO THIS TO UR NOSE!" begitu penjelasan Tompi di awal keterangan videonya.

Dr. Tompi menegaskan bahwa filler dan tanam benang tidak cocok ditempatkan di hidung yang tujuannya untuk memancungkan. Tompi mengatakan bahwa filler yang terlalu banyak dan tanam benang, maka bisa membuat bentuk hidung makin lebar dan malah jadi pesek.

"Penggunaaan benang dan filler utk memancungkan hidung sering kali justru berujung masalah. Idealnya utk meninggikan hidung, modifikasinya terhadap struktur tulang bukan jaringan lunak. Jgn termakan iklan baik itu dengan jualan wajah2 artis terkenal sekalipun," begitu lanjutan keterangan videonya.




Pelantun 'Menghujam Jantungku' itu juga mem-posting foto bentuk hidung setelah menggunakan filler dan setelah rekonstruksi hidung. Dalam foto tersebut dijelaskan bahwa hidung yang bekas filler bentuknya jadi lebih besar, bulat dan tidak berkontur.

Tip atau ujung hidung jadi mengendur ke bawah. Hasilnya hidung malah terlihat jadi pesek. Tompi pun memperlihatkan foto setelah menambahkan tulang rawan setelah operasi plastik.

Dalam fotonya tersebut, terlihat ujung hidung yang tampak lebih lancip alami. Tompi menegaskan bahwa untuk memancungkan hidung, tidak tepat melakukannya dengan filler atau tanam benang.

"Jadi kl mau meninggikan hidung atau memperbaiki bentuknya: modifikasi dilakukan dengan cara menyusun ulang posisi tulang yang ada dan bila perlu menambah tulang rawan lain," penggalan keterangan fotonya. (kik/eny)