ADVERTISEMENT

Wanita Ini Rela Habiskan Rp 454 Juta Demi Punya Rambut Tebal

Arina Yulistara - wolipop Jumat, 05 Jan 2018 19:00 WIB
Foto: Ist.
London - Banyak wanita yang menjadi kurang percaya diri karena rambutnya rontok dan tipis. Untuk mengatasi hal tersebut, seorang wanita bernama Mehtap Francis, melakukan perawatan rambut untuk menyembunyikan kebotakannya. Ia bahkan rela merogoh kroscek hingga ratusan juta rupiah demi punya rambut tebal.

Wanita 46 tahun itu mengaku mengalami kerontokan rambut di usia dua puluhan. Mehtap juga hampir mengalami kebotakan di belahan tengah rambutnya ketika usianya memasuki 30-an. Ia diketahui menderita androgenic alopecia atau kebotakan pada wanita. Ia pun sempat merasa depresi karena permasalahan ini.

"Kehilangan sebagian rambut sangat menghancurkanku. Begitu aku memasuki usia pertengahan 30-an dan mengalami masalah besar ini, aku sangat tak percaya diri. Aku merasa tidak bahagia padahal aku suka tampil cantik tapi selalu minder dengan rambutku," ujar Mehtap seperti dilansir dari Daily Mail.

Mehtap juga bercerita kalau ia juga hampir putus hubungan dengan pasangan karena rambutnya. Ia menjadi sangat putus asa yang justru membuat rambut semakin rontok. Mehtap pun mencoba berbagai obat di pasaran hingga akhirnya menemukan cara untuk tato rambut.
Wanita Ini Rela Habiskan Rp 454 Juta Demi Punya Rambut TebalFoto: Ist.

Mehtap mengatakan kalau ia melakukan prosedur tato rambut dengan menggunakan 40 ribu helai rambut imitasi di kepalanya. Cara ini berhasil membuat rambut tampak lebih lebat.

Wanita asal London Timur itu pun melakukan cat rambut untuk menyembunyikan rambut imitasinya. Mehtap juga mencoba perawatan laser dan menambahkan obat untuk mencoba merangsang pertumbuhan rambut. Mehtap dikabarkan sudah menghabiskan hingga 25 ribu poundsterling atau sekitar Rp 454 juta untuk punya rambut tebal.

"Aku tidak melebih-lebihkan ketika aku mengatakan kalau aku mungkin sudah pernah ke semua klinik rambut di London dan mencoba hampir semua produk di pasaran. Tapi tak ada yang pernah benar-benar bekerja dan banyak perawatan mahal namun tak berhasil," kata ibu satu anak itu.


(ays/ays)