Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Viral Kisah Makeup Artist yang Kosmetiknya Dihancurkan Petugas BPOM

Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 02 Des 2017 19:07 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Timika - Seorang makeup artist asal Papua mengaku kosmetiknya telah dihancurkan petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lewat Instagram, ia mengungkapkan kekecewaan dan kesedihannya atas peristiwa tersebut, dan kini kisahnya menjadi viral.

Postingan foto dan video nya tersebut pun mendapat perhatian dari netizen, termasuk para makeup artist ternama seperti Lizzie Para dan Bennu Sorumba. Sebagian besar menyayangkan tindakan petugas yang langsung merusak peralatan makeup tanpa memberikan imbauan terlebih dahulu. Bagaimana kejadian sebenarnya?

Oktavia Tombokan tak pernah menyangka, bisnis yang ia jalani akan tersandung masalah perizinan dari BPOM. Rabu (29/11/2017) malam, tempat kerja Oktavia di Timika, Papua, didatangi sejumlah petugas yang mengaku dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jayapura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas yang berjumlah tiga orang tersebut datang sekitar pukul 18.45 WIT dengan membawa Surat Perintah Melaksanakan Tugas. Kala itu, hanya ada satu karyawan yang berjaga di ruko Oktavia, yang merupakan kantor Tiara Jaya Wedding Organizer.
Viral Kisah Makeup Artist yang Kosmetiknya Dihancurkan Petugas BPOMFoto: Instagram/@oktaviatombokan_mua

"Posisi saya di lantai dua, lagi istirahat. Karyawan saya terima tamu, dan mereka langsung menunjukkan surat perintah pengecekan. Karyawan saya mempersilakan duduk tapi mereka langsung bertanya, 'di mana dapur kosmetiknya?' dan masuk ke ruangan yang biasa saya pakai untuk dandanin orang. Barang-barang kosmetik ada di situ," tutur Oktavia, saat dihubungi Wolipop melalui telepon, Sabtu (2/12/2017).

Memahami tugas Dinas Kesehatan dan BPOM yang mengutamakan keamanan konsumen, Oktavia mempersilakan para petugas tersebut masuk dan menggeledah perlengkapan kosmetiknya. Petugas lalu menulis produk-produk yang ia gunakan.

"Saya ada produk kedaluwarsa tapi cat rambut dan memang sudah nggak digunakan. Mereka lalu minta untuk dikeluarkan dan saya bilang, 'silakan ibu, silakan dimusnahkan', awalnya komunikasi sudah agak enak," cerita Oktavia.

Makeup artist sekaligus pemilik wedding organizer itu baru merasa panik ketika petugas mencatat produk-produk kosmetik miliknya dan memerintahkan untuk memusnahkannya. Sebab, produk makeup yang akan disingkirkan sebagian besar ia gunakan sehari-hari untuk merias kliennya.

Oktavia kala itu heran, karena sebagian besar produk makeup ia beli di pusat perbelanjaan besar seperti Grand Indonesia dan Kota Kasablanka. Merek-mereknya pun cukup ternama mulai dari Sephora, Makeup For Ever, MAC dan YSL.
Viral Kisah Makeup Artist yang Kosmetiknya Dihancurkan Petugas BPOMFoto: Instagram/@oktaviatombokan_mua

"Kok dimusnahkan? Kan bukan barang kedaluwarsa. Tapi mereka bilang karena tidak ada label dari BPOM. Dan saya jelaskan lagi, setahu saya kalau sudah dijual di mal besar sudah pasti aman dan semua orang beli di situ," kata Oktavia.

Salah satu petugas sempat menggunakan aplikasi untuk mengecek apakah produk-produk milik Oktavia sudah terdaftar di BPOM. Beberapa produk memang terdaftar namun ada pula yang tidak muncul di keterangan aplikasi tersebut. Oktavia mengaku, sebagian kosmetiknya memang ada yang ia beli di luar negeri atau titip dengan teman yang berada di luar Indonesia.

Setelah perdebatan yang cukup sengit dan panjang, akhirnya disepakati sebagian produk yang terbukti memiliki label BPOM dan dijual di Indonesia masih bisa disimpan. Namun untuk produk lainnya yang masih memerlukan bukti pembelian atau foto di mana barang itu dijual, harus disita. Oktavia harus menunjukkan bukti-bukti berupa nota pembelian, surat keterangan atau foto dengan batas waktu 14 hari jika ingin kosmetiknya kembali.

"Produk yang dari luar negeri, saya titip beli di teman dan beli di online shop dihancurkan. Bahkan ada beberapa produk lokal yang ikut dihancurkan. Mungkin terbawa karena petugasnya buru-buru," kata Oktavia, yang mengungkapkan perdebatan berlangsung cukup sengit dan memakan waktu hingga hampir empat jam.

Oktavia juga mengatakan ada belasan produk makeup yang dinyatakan ilegal --karena tak berlabel BPOM dan dibeli di luar negeri-- dan dihancurkan saat itu juga. Sementara 12 produk lainnya masih disita, dan 13 produk dikembalikan.

Pengusaha wedding organizer dan bridal makeup ini sebenarnya mendukung peran para petugas BPOM maupun Dinas Kesehatan yang mencoba melindungi konsumen dari kosmetik palsu dan berbahaya. Namun, ia menyayangkan tindakan petugas yang mengadakan sidak dan langsung menghancurkan peralatan makeup-nya tanpa ada imbauan atau sosialisasi terlebih dahulu.

"Sedih sekali, kecewa. Saya nangis karena makeup itu dihancurkan di depan saya. Yang saya herankan, mereka mengaku datang untuk pembinaan. Berari kita bisa dikasih kesempatan untuk buat pernyataan dan sebagainya. Tapi ini langsung dihancurkan. Saya nggak tahu kalau barang beli di luar negeri itu ilegal dan nggak boleh dipakai. Harusnya ada sosialisasinya," ucap Oktavia sambil menangis terisak di seberang telepon.

Oktavia juga mempertanyakan kenapa inspeksi dilakukan terhadap makeup artist yang notabene adalah pengguna atau konsumen kosmetik. Bukan produsen ataupun distributor yang mengedarkan produk makeup. (hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads