Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Gara-gara Tester Lipstik di Sephora, Wanita Ini Kena Herpes

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 07 Nov 2017 09:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Wanita asal California menuntut Sephora karena dia mengaku terkena herpes setelah mencoba lipstik setelah mengunjungi gerai kosmetik di Los Angeles pada Oktober 2015. Wanita bernama Elena Davoyan mengaku sebelumnya tidak memiliki riwayat herpes.

Karena penyakit yang diduga dari kontaminasi lipstik tester itu, Elena menuntut Sephora sebanyak US$ 25 ribu atau sekitar Rp 338 juta. Tuntutan tersebut terkait karena tekanan emosi karena herpesnya itu.
Gara-gara Tester Lipstik di Sephora, Wanita Ini Kena HerpesFoto: Daniel Ngantung

Pihak Sephora sendiri sudah angkat bicara perihal tuntutan tersebut. Menurut pihak Sephora, mereka telah menjamin keberhisan setiap produknya.

"Meski kebijakan kami tidak mengomentari proses hukum, namun kesehatan dan keamaan klien kami adalah prioritas utama kami. Kami bertanggung jawab dengan kehigienisan produk secara serius dan disiplin mengikuti aturan gerai kami," ucap pihak resmi Sephora seperti dikutip dari Today.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, apakah benar herpes bisa menular melalui tester lipstik? Menurut Dr. Whitney Bowe, dokter kulit di New York mengatakan bahwa makeup bisa menampung kuman dan bakteri di permukaan produk tester yang menyebar melalui paparan.

"Semakin dipakai berulang-ulang, maka semakin tinggi kemungkinan penyebaran bakteri dan kuman." ujar Dr. Whitney.

Menurut pakar kesehatan, orang terkena herpse sebenarnya hal yang wajar. Dari penelitian, 50 sampai 80% orang dewasa memiliki virus herpes. Terkadang, orang tidak tahu bahwa dia memiliki riwayat herpes karena tidak ada tanda-tandanya.

"Sangat mungkin menularkan virus sebelum gejala herpes terjadi. Jadi mungkin seseorang tidak benar-benar tahu bahwa dia telah memiliki virus herpes," ujar Dr. Tara C. Smith, Ph.D., profesor epidemiologi di Kent State University seperti dikutip Self.

Smith menambahkan, ketika daya tahan tubuh menurun, stres dan faktor penuaan, maka herpes baru terlihat gejalanya. Tanda-tandanya seperti cold sore atau sariawan yang terjadi karena herpes, sakit tenggorokan dan demam. (kik/agm)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads