Wanita Indonesia Kini Berani Berekspresi, Pakai Cat Rambut dan Lipstik Cerah

Hestianingsih - wolipop Rabu, 26 Apr 2017 19:05 WIB
Foto: Dok. Instagram Dian Sastrowardoyo
Jakarta - Indonesia menjadi negara yang paling pesat perkembangannya dalam industri kecantikan. Data dari L'Oreal mengungkap, Indonesia merupakan pasar kecantikan kedua terbesar di Asia Tenggara.

Pasar terbesar di industri kecantikan Indonesia ditempati produk perawatan dan penataan rambut sebesar 37 persen. Sementara perawatan kulit sebanyak 32 persen, diikuti produk kebersihan 15 persen dan makeup 13 persen. Terakhir, produk wewangian dengan persentase 7 persen.

Presiden Direktur L'Oreal Indonesia Umesh Phadke melihat ada kecenderungan unik dari perilaku konsumen Indonesia di industri kecantikan. Orang Indonesia umumnya menyukai warna rambut yang terang dan mencolok, begitu juga dengan riasan bibir.

"Mereka suka mengekspresikan diri lewat warna-warna terang. Misalnya saja kita lihat banyak hijabers Indonesia yang pakai hijab warna terang. Ada juga yang suka pakai sepatu dan tas warna terang. Hal itu juga diterapkan pada riasan wajah dan rambut," ujar Umesh dalam diskusi 'Indonesia, The Vibrant Market for Beauty Industry' di DBS Bank Tower, Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2017).

Wanita Indonesia Kini Berani Berekspresi, Pakai Cat Rambut dan Lipstik CerahFoto: Anggi Mayasari/Wolipop


Bahkan Umesh menyebut bagi sebagian besar beauty enthusiast Indonesia, 'hair colour is the new makeup' yang artinya pewarnaan dan penataan rambut sudah sama pentingnya seperti memakai makeup. Rambut berwarna kini tak lagi jadi pelengkap penampilan, tapi bagian penting dari keseluruhan penampilan itu sendiri.

"Mereka suka mengekspresikan diri dengan warna rambut yang berani," ucapnya.

Pria yang memimpin L'Oreal Indonesia sejak Mei 2016 ini menambahkan, berbeda dengan kondisi 5-10 tahun lalu di mana mereka meyakini konsep 'beauty from within', kini justru kecantikan juga penting diperlihatkan dari luar. Pergerakan baru ini tak terlepas dari perkembangan dunia digital yang memungkinkan orang-orang berekspresi secara bebas di social media.

"Revolusi di dunia digital menggiring konsumen untuk berani mengekspresikan diri. Sekarang mereka bisa unjuk diri ke banyak orang. Real and digital self expression become a big thing," kata Umesh.

(hst/eny)