Wulan Tilaar: Wanita Kini Lebih Pilih Produk Kosmetik Halal

Anggi Mayasari Violita Utami - wolipop Rabu, 29 Mar 2017 18:18 WIB
Foto: Anggi Mayasari Violita
Jakarta - Kecantikan setiap wanita dapat ditunjang dengan kosmetik. Namun karena penduduk Indonesia mayoritas beragama muslim maka produk kosmetik yang digunakan langsung pada kulit pun harus terjamin dengan kemanan dan kenyamanan atas sertifikasi halal dari lembaga MUI. Hal Inilah yang menginspirasi salah satu brand lokal asli Indonesia, Sariayu Martha Tilaar untuk membuat kosmetik halal dan sistem jaminan halalnya sebagai salah satu wujud kepedulian bagi keamanan dan kenyamanan wanita Indonesia.

Co-Founder Sariayu Martha Tilaar Wulan Tilaar menuturkan saat ini perilaku konsumen kosmetik telah berganti. Ia mengatakan bahwa konsumen semakin kritis untuk membeli suatu produk, khususnya produk kecantikan dan perawatan kulit.

"Untuk mengambil suatu produk itu sekarang bukan yang dia suka tapi lebih mengacu apakah halal atau tidaknya, dan kemudian baru ingredientnya," tutur Wulan saat acara Halal Gathering Sariayu Martha Tilaar di D'Consulate Lounge, Menteng, Jakarta Pusat (29/3/17)

Wulan menambahkan sejak 2011 Sariayu Martha Tilaar sebenarnya sudah peduli pada penggunaan bahan-bahan kosmetik. Mereka menggunakan bahan-bahan alami. Dan agar konsumen semakin yakin untuk menggunakan produk, maka Sariayu Martha Tilaar mulai screening sertifikasi halal.

Wulan Tilaar: Wanita Kini Lebih Pilih Produk Kosmetik HalalFoto: Anggi Mayasari Violita


"Walaupun bahan yang digunakan alami belum tentu menjamin kehalalannya. Jadi di 2012 dapat sertifikasi halal dan sistem jaminan halal grade A, pada saat diaudit juga tidak ditemukan bahan-bahan yang kritis," cerita Wulan.

Saat ini hampir semua produk Sariayu telah mendapatkan sertifikat halal termasuk Sariayu Hijab Hair Care Series, Sariayu Putih Langsat Series, Sariayu Color Trend dan yang terbaru yaitu Sariayu Two Way Cake dan Sariayu Lipstik.

Wakil Direktur LPOM MUI, Ir. Murti Arintawati M, SI, mengungkapkan tentang pentingnya produk kosmetik halal bagi wanita mengingat produk kosmetika sangat berpeluang mengandung bahan - bahan kritis yakni bahan bahan yang haram.

"Untuk kosmetik yang rentan tertelan seperti lipstik itu harus terlindungi dari haram dan najis, berdosa karena mengonsumsi produk yang haram," kata Murti.

Sementara itu, lanjut dia, untuk produk kosmetik yang berhubungan dengan kulit juga harus bebas dari najis agar ibadah salat menjadi sah.

"Jangan sampai sudah cantik-cantik tapi salatnya tidak sah karena kosmetik dan makeup yang dikenakan terbuat dari bahan - bahan haram," jelas Murti.


(eny/eny)