ADVERTISEMENT

Ingin Cepat Hamil? Ini Obat dan Perawatan Kulit yang Sebaiknya Dihindari

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 06 Des 2016 14:40 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Perkembangan teknologi melahirkan banyak terobosan baru alat dan prosedur untuk mengatasi masalah kecantikan. Namun belum tentu semuanya aman, terutama bagi Anda yang ingin memiliki momongan.

Terdapat beberapa prosedur serta obat-obatan perawatan kulit yang perlu dihindari oleh para wanita yang dalam program kehamilan. Diungkapkan dokter spesialis kulit Aninda U. Hasanah, obat tersebut di antaranya obat minum yang mengandung vitamin A karena dapat menimbulkan kecacatan pada janin.

"Amannya, pengonsumsian harus dihentikan minimal sebulan sebelum persiapan hamil," ujar Aninda saat seminar 'Implementasi Combination Rejuvenation Treatment dalam Berbagai Kondisi' yang digelar oleh Bamed Skin Care di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2016).

Antibiotik berdosis tinggi yang biasa digunakan untuk mengobati jerawat, lanjut Aninda, juga tidak aman karena dapat menimbulkan efek samping pada janin. Tidak hanya obat minum, para wanita yang ingin mengandung perlu berhenti mengaplikasikan krim wajah tertentu, terutama yang mengandung bahan turunan vitamin A, asam salisilat, dan bahan pemutih.

"Apalagi pemutih yang mengandung hidroquinon karena dapat terserap secara sistemik ke dalam tubuh hingga 45 persen," ujar dokter yang berpraktik di Bamed Skin Care itu.

Di samping itu, terdapat beberapa prosedur dan teknik perawatan yang menurut Aninda sangat tidak disarankan bagi calon ibu. Beberapa di antaranya adalah radiofrekuensi, laser, Botox dan Filler. "Belum ada penelitian atau riset yang membuktikan teknik tersebut aman bagi ibu hamil. Maka sebaiknya dihidari saja," tutur Aninda menambahkan.

Lantas, prosedur apa yang aman?

Menurut Aninda, banyak perawatan yang bisa menjadi alternatif baik bagi wanita yang sedang dalam masa penantian kehamilan atau masa kehamilan. Perawatan tersebut meliputi mikrodermabrasi Athena, chemical peeling dengan asam glikolat, dan terapi oksigen hiperbarik (Intraceutical O2).

Untuk kulit berjerawat, ia juga menyarankan ekstrasi komedo dan penyuntikan obat anti radang pada jerawat bila memang sangat diperlukan. "Sampai kapan treatment boleh dilakukan? Itu bergantung pada jenis kulit," terang dia.

(dng/eny)