Punya Masalah Ketombe? Hati-hati Tanda Ada Penyakit Kulit

Arina Yulistara - wolipop Sabtu, 13 Agu 2016 09:25 WIB
Foto: Thinkstock, Facebook
Jakarta - Banyak orang memiliki masalah rambut berketombe. Tak sedikit dari mereka yang mengatasi masalah tersebut dengan ganti sampo atau mencari sampo lain untuk anti ketombe. Padahal ketombe tidak selalu menjadi masalah utamanya. Bahkan munculnya ketombe bisa menunjukkan Anda memiliki penyakit.

Menurut dr. Amaranila Lalita Drijono, Sp.KK, ketombe adalah gejala yang terjadi pada kulit kepala. Ketika kulit kepala mengalami iritasi salah satu bentuknya adalah ketombe.

"Kadang orang berketombe langsung mengobati ketombenya padahal kita belum mendiagnosis ketombenya karena apa. Ketombe itu cuma gejala, ketika kulit kepala kita menebal di beberapa bagian. Ada yang karena jamur, hormonal, atau kelebihan kelenjar minyak," papar dr. Amaranila saat berbincang eksklusif dengan Wolipop di acara soft opening Hair Care Center kolaborasi dengan Phyto di klinik kecantikan pribadinya Rumah Puan, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2016).

Tidak hanya itu, ketombe bisa menunjukkan Anda punya penyakit seperti psoriasis (peradangan kulit kronis) hingga infeksi jamur. Jika asal-muasal ketombe tidak diketahui sejak dini maka bisa membuat kondisi semakin buruk.

"Memang lebih banyak dari kita menemukan ketombe yang ringan dan sedang bukan berat seperti psoriasis bersisik merah-merah. Biasanya mereka hanya ganti sampo anti ketombe padahal kita harusnya mengobati sesuatu berdasarkan yang pasti. Diagnosisinya karena apa munculnya ketombe itu? Ketombe itu gejala. Jangan-jangan ternyata dia psoriasis atau infeksi jamur, gejalanya ketombe bisa penyakit untuk semua hal. Inilah yang sering orang lupakan," jelas dokter lulusan Universitas Indonesia itu.

Ketombe juga bisa menandakan kepala Anda mengalami alergi terhadap bahan kimia yang terdapat dalam sampo, kondisioner, atau produk perawatan rambut lainnya. dr. Amaranila mengatakan setiap orang memiliki kondisi kulit kepala yang berbeda-beda. Faktor genetik juga mempengaruhi keadaan kulit kepala Anda.

Sebagai contoh, Anda terlahir dari keluarga yang rentan terhadap alergi dan kulit sensitif. Kemudian menggunakan sampo yang mengandung parfum atau wewangian berlebih. Sementara kulit kepala tidak kuat dengan wewangian tersebut lalu 'meresponnya' dengan muncul ketombe. Anda kemudian memilih mengganti sampo dengan jenis yang sama tapi anti ketombe. Padahal yang bermasalah di sini bukanlah ketombenya tapi wewangian dari sampo tersebut.

Ini yang harus diperiksa sejak dini ketika memiliki masalah rambut agar penangannya tepat menurut dr. Amaranila. Karena bila tidak mendapat penanganan tepat ketombe bisa memburuk dan tumbuh jerawat atau bisul di kepala yang sudah menandakan Anda mengalami iritasi berat.

"Begitu dia ada satu keluhan ketombe walaupun ringan harusnya dia berpikir, apa yang bikin kulit kepala saya nggak tahan? Kalau kita dari dokter kulit cari dari mana sih yang buat dia nggak tahan apalagi kalau sudah gatal dan bengkak sampai bisulan itu iritasi sudah berat. Kalau iritasi biasa bentuknya paling ringan itu ketombe," tambahnya.

Untuk mengatasi masalah pada rambut, dr. Amaranila pun memperkenalkan alat berteknologi Technogram yang bisa mendeteksi masalah rambut secara detail. Alat tersebut hanya bisa ditemukan di Hair Care Center yang didirikannya bersama Phyto di Rumah Puan, Cilandak, Jakarta Selatan. (aln/kik)