Startup Kosmetik Lokal
Tantangan Berbisnis Startup Kosmetik, Kurang Tidur Hingga Sempat Diremehkan
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 29 Jul 2016 18:50 WIB
Jakarta
-
Menjalani sebuah bisnis tentunya tidak selalu berjalan mulus. Selalu saja ada hambatan dan kesulitan yang dialami saat merintis bisnis dari awal. Hal ini pula yang dirasakan oleh para wanita pemilik bisnis startup kosmetik yang memasarkan produk mereka secara online. Bagaimana ceritanya?
Cindy Angelina Adranacus, salah satu co-founders kosmetik Esqa membeberkan, setiap hari ada saja masalah baru yang timbul. Mulai dari proses produksi hingga e-commerce, masalah tersebut datang silih berganti. Semua proses dilalui melalui trial and error, terus-menerus bereksperimen hingga produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.
"Dalam dunia startup, sudah pasti jam kerja tidak menentu. Kurang tidur sudah jadi hal yang biasa. Sebelum launching kami berdua bisa kerja 15 jam sehari, kadang weekend juga harus ke kantor," cerita Cindy saat dihubungi Wolipop melalui e-mail, Senin (25/7/2016).
Untungnya setelah jalan sebulan, ia dan partner bisnisnya, Kezia Joy Toemion mulai bisa menghadapi masalah dan timnya pun semakin solid. Wanita lulusan Business Administration Pepperdine University Los Angeles, Amerika itu mengakui jika merintis bisnis sendiri sangat berbeda dengan menjalani bisnis keluarga atau kerja di perusahaan lain karena diri sendiri merupakan pemimpin sehingga benar-benar harus matang dalam mengambil keputusan karena resiko yang di tanggung juga lebih besar.
Namun setelah melalui proses pembuatan yang cukup lama dan rumit, kedua sahabat ini senang sekaligus tidak percaya jika produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan mereka. "ESQA sudah seperti anak kita sendiri. Lalu pas pertama kali lihat ada orang yang pakai, rasanya bangga banget. Semua kerja keras kita sudah terbayar," tambah Kezia.
Cerita lain datang dari Tiara Adikusumah selaku Vice President Brand & Product Development kosmetik Polka. Kepada Wolipop ia bercerita bahwa dirinya kerap sedih jika ada yang mengatakan lipstik yang dijualnya termasuk mahal. Untuk satu buah lipstik Polka yang bernama Matteness Lip Lacquer dibanderol seharga Rp 185 ribu. Namun ibu satu anak itu mengatakan, harga tersebut memang disesuaikan dengan kualitasnya dan sudah dibandingkan dengan brand kosmetik internasional yang serupa.
"Dibandingkan dengan lipstik luar negeri, posisi kami berada di tengah-tengah. Dukanya lagi saat Polka belum banyak yang tahu, banyak orang yang membanding-bandingkan dengan brand kosmetik yang baru rilis. Padahal dari segi materialnya berbeda. Tapi kami tidak apa-apa, nanti konsumen yang bisa merasakan sendiri," jelas Tiara saat berbincang dengan Wolipop di The Promenade, Jakarta Selatan, Senin (25/7/2016).
Ditambahkan oleh Chief Executive Officer Polka, Desty Uwais, ia cukup menyayangkan masih banyak orang-orang yang menganggap kosmetik Indonesia kurang berkualitas. Padahal sebenarnya, kosmetik lokal Indonesia bisa berada pada posisi yang masuk ke kategori high-end.
"Kadang begitu tahu kosmetik Indonesia orang-orang seperti memandang sebelah mata. Padahal Indonesia itu pasarnya berlapis-lapis dan beragam, khususnya di makeup. Tapi untuk Polka sendiri kami memang local brand yang bertujuan untuk go global sehingga kualitas memang sangat diperhatikan," imbuh wanita 40 tahun itu.
Tetapi di balik itu semua, ada suatu perasaan puas dan bangga ketika produk kosmetik yang didesain dan dikembangankan berbulan-bulan ini banyak dicari dan dibeli para wanita. Para co-founders Polka ini merasa senang ketika lipstik ciptaan mereka dibeli dan fotonya diunggah ke media sosial seperti Instagram.
"Karena kami memang awalnya tidak bicara kalau ini lipstik dari Indonsia. Tapi ternyata yang beli upload ke Instagram dan kasih hashtag #supportlocalproduct. Akhirnya banyak yang lihat dan terbuka jaringan untuk memasarkan ke Australia, Malaysia, dan Amerika," tutup ibu empat anak itu.
(itn/itn)
Cindy Angelina Adranacus, salah satu co-founders kosmetik Esqa membeberkan, setiap hari ada saja masalah baru yang timbul. Mulai dari proses produksi hingga e-commerce, masalah tersebut datang silih berganti. Semua proses dilalui melalui trial and error, terus-menerus bereksperimen hingga produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.
"Dalam dunia startup, sudah pasti jam kerja tidak menentu. Kurang tidur sudah jadi hal yang biasa. Sebelum launching kami berdua bisa kerja 15 jam sehari, kadang weekend juga harus ke kantor," cerita Cindy saat dihubungi Wolipop melalui e-mail, Senin (25/7/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah melalui proses pembuatan yang cukup lama dan rumit, kedua sahabat ini senang sekaligus tidak percaya jika produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan mereka. "ESQA sudah seperti anak kita sendiri. Lalu pas pertama kali lihat ada orang yang pakai, rasanya bangga banget. Semua kerja keras kita sudah terbayar," tambah Kezia.
Cerita lain datang dari Tiara Adikusumah selaku Vice President Brand & Product Development kosmetik Polka. Kepada Wolipop ia bercerita bahwa dirinya kerap sedih jika ada yang mengatakan lipstik yang dijualnya termasuk mahal. Untuk satu buah lipstik Polka yang bernama Matteness Lip Lacquer dibanderol seharga Rp 185 ribu. Namun ibu satu anak itu mengatakan, harga tersebut memang disesuaikan dengan kualitasnya dan sudah dibandingkan dengan brand kosmetik internasional yang serupa.
"Dibandingkan dengan lipstik luar negeri, posisi kami berada di tengah-tengah. Dukanya lagi saat Polka belum banyak yang tahu, banyak orang yang membanding-bandingkan dengan brand kosmetik yang baru rilis. Padahal dari segi materialnya berbeda. Tapi kami tidak apa-apa, nanti konsumen yang bisa merasakan sendiri," jelas Tiara saat berbincang dengan Wolipop di The Promenade, Jakarta Selatan, Senin (25/7/2016).
![]() |
Ditambahkan oleh Chief Executive Officer Polka, Desty Uwais, ia cukup menyayangkan masih banyak orang-orang yang menganggap kosmetik Indonesia kurang berkualitas. Padahal sebenarnya, kosmetik lokal Indonesia bisa berada pada posisi yang masuk ke kategori high-end.
"Kadang begitu tahu kosmetik Indonesia orang-orang seperti memandang sebelah mata. Padahal Indonesia itu pasarnya berlapis-lapis dan beragam, khususnya di makeup. Tapi untuk Polka sendiri kami memang local brand yang bertujuan untuk go global sehingga kualitas memang sangat diperhatikan," imbuh wanita 40 tahun itu.
Tetapi di balik itu semua, ada suatu perasaan puas dan bangga ketika produk kosmetik yang didesain dan dikembangankan berbulan-bulan ini banyak dicari dan dibeli para wanita. Para co-founders Polka ini merasa senang ketika lipstik ciptaan mereka dibeli dan fotonya diunggah ke media sosial seperti Instagram.
"Karena kami memang awalnya tidak bicara kalau ini lipstik dari Indonsia. Tapi ternyata yang beli upload ke Instagram dan kasih hashtag #supportlocalproduct. Akhirnya banyak yang lihat dan terbuka jaringan untuk memasarkan ke Australia, Malaysia, dan Amerika," tutup ibu empat anak itu.
(itn/itn)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tren Rambut 2026: Baby Bob, Model Bob Pendek yang Cocok untuk Rambut Keriting
Cara Menghilangkan Jerawat: Lakukan 3 Resolusi Kecantikan Ini di 2026
Brand K-Beauty Rilis Cleansing Pad, Cara Praktis Membersihkan Wajah
Blush On Tak Bisa Asal Pakai, Ini Cara Aplikasinya Sesuai Bentuk Wajah
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
Most Popular
1
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
2
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
3
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
4
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
5
Ramalan Zodiak 8 Januari: Cancer Introspeksi Diri, Leo Harus Belajar Mandiri
MOST COMMENTED












































