Startup Kosmetik Lokal

Esqa, Lipstik Lokal Baru yang Curi Perhatian Pecinta Kosmetik Indonesia

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 29 Jul 2016 11:17 WIB
Foto: Co-founders ESQA Foto: Co-founders ESQA

Jakarta - Beragam brand kosmetik kini mewarnai industri kecantikan Tanah Air. Salah satu yang teranyar adalah brand kosmetik bernama Esqa. Bagi sebagian orang nama Esqa mungking masih terdengar asing. Pasalnya, brand kosmetik ini merupakan bisnis startup lokal yang baru dirilis secara online pada akhir Juni 2016.

Esqa didirikan oleh dua orang wanita yang sudah bersahabat sejak kecil, yakni Cindy Angelina Adranacus dan Kezia Joy Toemion. Meski baru hadir sebulan ini, namun proses pembuatannya sudah dilakukan sekitar satu tahun. Persiapannya cukup lama karena proses formulasi dan desain yang memakan waktu.

Kepada Wolipop, Kezia menceritakan ia dan Cindy sudah tertarik untuk berbisnis bersama-sama karena kecocokan satu sama lain serta memiliki keterampilan masing-masing di bidang yang berbeda. Setelah menyelesaikan kuliah di Pepperdine University Los Angeles, Amerika Serikat, Kezia sempat bekerja di perusahaan keuangan di Los Angeles, sedangkan Cindy kembali ke Jakarta untuk melanjutkan bisnis keluarga. Lalu apa yang membuat mereka untuk bergelut di bidang kosmetik?

"Kami tertarik berbisnis kosmetik karena sebagai perempuan, kita berdua ingin menekuni bidang yang berdampak positif dalam pemberdayaan wanita. Melalui Esqa kami harapkan dapat membantu para perempuan Indonesia untuk merasa percaya diri dan cantik, dan juga kebetulan kosmetik adalah minat kami yang sesungguhnya," ujar wanita 26 tahun itu saat diwawancarai Wolipop melalui e-mail, Senin, (25/7/2016).

Ditambahkan oleh Kezia, ide awal terbentuknya Esqa adalah kesadaran bahwa industri kecantikan di Indonesia sangat berkembang pesat. Hal itu yang memotivasi mereka untuk terjun ke bidang kecantikan. Namun karena tinggal di Amerika cukup lama, mereka berdua sadar belum ada produk kosmetik lokal yang kualitasnya setara dengan produk luar negeri.

"Formulasi dan kemasannya rata-rata masih konservatif. Di sinilah kita melihat peluang yang cukup besar. Lalu muncul ide untuk bikin makeup dengan harga terjangkau, kualitas bagus, kemasannya cantik, dan bahan-bahannya yang aman untuk kulit," tutur Kezia pada Wolipop.

Dari proses pembuatan, yang paling lama dilakukan adalah proses persiapan produksi. Cindy memaparkan, pemilihan bahan-bahan sampai persetujuan untuk tekstur dan warna juga memakan waktu yang lama. Hal itu dikarenakan kosmetik yang dirilisnya merupakan makeup vegan, yang tidak mengandung parabens, triclosan, sodium lauryl sulfate, dan gluten.

"Semua bahan-bahan tersebut bisa menjadi penyebab kanker dan seramnya masih disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration) di Amerika. Setelah formulasi disetujui, produk masuk untuk di tes di laboratorium dan pengurusan sertifikasi di BPOM. Ini juga memakan waktu cukup lama sekitar tiga bulan untuk membuktikan produk tersebut siap digunakan," lanjut wanita yang hobi hiking itu.


Produk Esqa dikemas dengan nuansa rose gold yang merupakan pilihan warna yang belum pernah diproduksi sebelumnya di Indonesia. Untuk itu proses produknya pun juga memakan waktu yang cukup lama karena semua kemasan dibuat secara khusus.

Baru satu bulan terjun ke bidang kosmetik, Cindy dan Kezia hanya memiliki tim sebanyak 3 orang saja. Bahkan mereka sebagai co-founders sempat mengepak orderan agar semua bisa dikirimkan tepat waktu. Namun kini timnya sudah bertambah menjadi enam orang dan akan terus melakukan perekrutan karena mereka berdua melihat banyaknya minat para wanita terhadap brand mereka.

Dari sisi promosi dan penjualan, lipstik ini juga berhasil mencuri perhatian para wanita yang gemar berdandan. Hal itu terlihat dari jumlah followers di akun Instagramnya yang sudah mencapai 4 ribuan hanya dalam satu bulan. Produknya yang dibanderol mulai dari Rp 169 ribu itu juga telah digunakan oleh beberapa beauty influencer ternama.

"Melihat persaingan yang cukup ketat di industri kecantikan, Esqa akan melakukan pengembangan inovatif produk yang cukup agresif. Kita sudah ada rencana pengembangan produk sampai dengan Juli 2017. Tetapi masih belum bisa diumumkan supaya jadi special surprise untuk pelanggan kami," kata Kezia sebelum menutup perbincangan.
(itn/itn)