Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Clinique Gandeng Aktivis Hingga Jurnalis Foto Jadi Brand Ambassador

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 12 Apr 2016 19:29 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Hestianingsih/Wolipop
Jakarta - Membantu para korban bully menjadi aktivitas keseharian Aprishi Allita, disamping kesibukannya sebagai instruktur yoga. Keprihatinannya terhadap perilaku bullying baik yang terjadi di dunia nyata maupun maya, mendorongnya menjadi aktivis anti bullying.

Penyuluhan soal bullying pun ia lakukan ke sejumlah sekolah, juga lewat situs yang dikelolanya sendiri bernama stopbullying.co.id. Situs tersebut juga menjadi wadah bagi para korban bully yang ingin berbagi kisah.

"Di website itu anak-anak bisa tulis ceritanya. Karena korban bully umumnya nggak berani cerita ke siapa-siapa. Sementara yang paling penting dilakukan saat mendapat bullying adalah sharing," tutur Aprishi, saat peluncuran kampanye Clinique Face Forward di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).
Masih berkaitan dengan aspek sosial dan kemanusiaan, ada Nyimas Laula. Seorang jurnalis foto yang memfokuskan karya-karya pada isu sosial, lingkungan dan human interest. Hasil bidikannya tentang salah satu pengungsi muslim Rohingya di Aceh, menjadi salah satu foto human interest yang banyak tersebar di berbagai media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat fotonya, wanita berusia 23 tahun ini berharap bisa mengubah kehidupan orang lain jadi lebih baik, dengan menggerakkan hati siapapun yang melihat karyanya. Misi Nyimas saat ini adalah menolong orang yang membutuhkan, dengan caranya sendiri.

"Because pictures can speak for thousand words. Ini bukan hanya sekedar karier saya sebagai jurnalis foto," ujar Nyimas.

Misi sosial Aprishi dan Nyimas, membuat keduanya didapuk menjadi brand ambassador Clinique untuk kampanye Face Forward. Sebuah kampanye untuk menginspirasi anak-anak muda agar lebih peduli akan isu-isu sosial serta lingkungan di sekitarnya.

"Kalau gandeng selebriti sudah biasa. Kami ingin angkat seseorang yang berpotensi jadi 'the face of the moment to be'," ujar Mario Joke, PR & Event PT Pulau Mahoni untuk Clinique Indonesia.

Selain Aprishi dan Nyimas, Clinique juga menggandeng traveler enthusiast Febrian, yang mengeksplor kekayaan pariwisata Indonesia dengan tujuan sosial. Misinya berkeliling ke berbagai wilayah Nusantara adalah mencari kearifan lokal dan budaya, untuk dijadikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat lokal di daerah tersebut.

"Ketemu anak-anak kecil di daerah dan sharing, kasih masukan kalau dunia itu luas dan mereka bisa jadi apa saja. Saya juga sadar bahwa Indonesia punya banyak potensi yang bisa dilihat," tutur Febrian.

Sementara brand ambassador lainnya adalah Maharani Mancanagara, seorang seniman wanita yang sayangnya berhalangan hadir saat acara.

"Face Forward, sebuah kampanye untuk anak-anak muda, yang diharapkan bisa menginspirasi banyak orang," tambah Mathilda Kumala, Brand Manager Clinique Indonesia. (hst/kik)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads