Para Makeup Artist Menentang Tren Contouring Wajah
Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 11 Feb 2016 16:44 WIB
Jakarta
-
Beragam teknik contouring kini diciptakan oleh para blogger atau vlogger kecantikan, mulai dari contouring ala badut, menggunakan selotip atau contouring warna-warni dari concealer berwarna. Contouring memang semakin populer setelah Kim Kardashian dan Kylie Jenner yang selalu mengandalkan teknik makeup tersebut.
Tidak dipungkiri, contouring memang mampu memberikan efek wajah lebih tirus atau hidung yang mancung. Tapi, ketika wajah terlalu banyak dipulas produk contouring berwarna coklat gelap maka tampilan jadi terlihat 'palsu'.
Meski kini contouring sangat populer, tapi beberapa makeup artist tidak sejalan dengan tren makeup tersebut. Seperti dikutip dari InStyle, beberapa makeup artist yang mendandani model untuk pekan mode musim ini mengatakan menolak menggunakan contouring di wajah modelnya.
"Aku menentang contouring," ujar Christelle Coquet, makeup artist MAC di fashion show Barbara Bui untuk edisi Spring/Summer 2016. "Hanya ada dua kemungkinan, contouring yang bagus atau jelek," tambahnya.
Christelle tidak sejalan dengan fenomena contouring yang saat ini sangat populer. Menurutnya, populer di dunia maya belum tentu bisa diaplikasikan untuk sehari-hari.
"Contouring yang tepat adalah saat kamu bercermin di depan kaca dan mencari bagian lekukan wajah. Gunakan bubuk transparan berwarna keabu-abuan, bukan warna coklat yang kamu lihat di Youtube. Di kehidupan nyata itu terlihat mengerikan," ungkap Christelle.
Begitu juga dengan makeup artist Terry Barber yang lebih memilih mengkontur wajah kliennya menggunakan highlighter. "Ini pada dasarnya cara menempatkan bedak. "Kami menggunakan bedak (highlighter) yang dipakai di sisi hidung di antara alis, bagian tengah dahi dan memberikan efek berkilau di kening. Ini lebih baik dibanding contouring yang kita lihat di internet," ujarnya.
Makeup artist lainnya yang tidak setuju dengan pemakaian contouring warna coklat adalah Mark Carrasquillo. Ia memilih modelnya tampil dengan wajah bersemu alami dengan pemakaian blush on warna pink.
"Aku menggunakan blush on pink membentuk bulan sabit mulai dari tulang alis, yang biasanya kamu pulaskan dengan highlighter," saran Mark.
Makeup artist tersebut setuju bahwa wanita sebaiknya tampil lebih alami dengan makeup natural. Lupakan contouring coklat gelap dan ganti dengan menonjolkan kelebihan wajah dengan highlighter. (kik/kik)
Tidak dipungkiri, contouring memang mampu memberikan efek wajah lebih tirus atau hidung yang mancung. Tapi, ketika wajah terlalu banyak dipulas produk contouring berwarna coklat gelap maka tampilan jadi terlihat 'palsu'.
![]() |
Meski kini contouring sangat populer, tapi beberapa makeup artist tidak sejalan dengan tren makeup tersebut. Seperti dikutip dari InStyle, beberapa makeup artist yang mendandani model untuk pekan mode musim ini mengatakan menolak menggunakan contouring di wajah modelnya.
"Aku menentang contouring," ujar Christelle Coquet, makeup artist MAC di fashion show Barbara Bui untuk edisi Spring/Summer 2016. "Hanya ada dua kemungkinan, contouring yang bagus atau jelek," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Christelle tidak sejalan dengan fenomena contouring yang saat ini sangat populer. Menurutnya, populer di dunia maya belum tentu bisa diaplikasikan untuk sehari-hari.
"Contouring yang tepat adalah saat kamu bercermin di depan kaca dan mencari bagian lekukan wajah. Gunakan bubuk transparan berwarna keabu-abuan, bukan warna coklat yang kamu lihat di Youtube. Di kehidupan nyata itu terlihat mengerikan," ungkap Christelle.
Begitu juga dengan makeup artist Terry Barber yang lebih memilih mengkontur wajah kliennya menggunakan highlighter. "Ini pada dasarnya cara menempatkan bedak. "Kami menggunakan bedak (highlighter) yang dipakai di sisi hidung di antara alis, bagian tengah dahi dan memberikan efek berkilau di kening. Ini lebih baik dibanding contouring yang kita lihat di internet," ujarnya.
Makeup artist lainnya yang tidak setuju dengan pemakaian contouring warna coklat adalah Mark Carrasquillo. Ia memilih modelnya tampil dengan wajah bersemu alami dengan pemakaian blush on warna pink.
"Aku menggunakan blush on pink membentuk bulan sabit mulai dari tulang alis, yang biasanya kamu pulaskan dengan highlighter," saran Mark.
Makeup artist tersebut setuju bahwa wanita sebaiknya tampil lebih alami dengan makeup natural. Lupakan contouring coklat gelap dan ganti dengan menonjolkan kelebihan wajah dengan highlighter. (kik/kik)













































