Profesi Perias Jenazah
Ini Teknik Merias Jenazah yang Belum Banyak Diketahui Orang
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 28 Agu 2015 18:00 WIB
Jakarta
-
Seorang penata rias biasanya memiliki teknik tersendiri dalam merias wajah kliennya agar tetap menonjolkan kecantikan alaminya tanpa mengubah bentuk wajahnya. Lantas bagaimana jika yang dirias bukanlah manusia yang masih hidup, melainkan jenazahyang sudah terbujur kaku? Adakah teknik khusus yang harus dilakukan?
Ver, seorang perias jenazah yang sudah 30 tahun bekerja memaparkan, secara garis besar tidak ada teknik khusus dalam merias mayat. Tetapi yang membedakannya adalah riasan wajah yang dihasilkan tergantung dari daerah asal mayat tersebut. Jenazah orang suku tertentu terkadang memerlukan makeup yang lebih tebal agar wajahnya terlihat lebih cerah. Ada juga jenazah yang memerlukan riasan lebih natural.
Lebih lanjut wanita yang pernah mengikuti kursus makeup selama dua tahun itu mengatakan, salah satu perbedaan mendasar merias jenazah dibanding manusia hidup adalah pada pengaplikasian alas bedak atau foundation. Orang yang sudah meninggal kulitnya tidak memproduksi minyak lagi, sehingga saat dirias, alas bedak sulit menempel pada kulit. Selain itu, karena diawetkan dengan formalin, kulit menjadi lebih keras.
"Jenazah kan kulitnya kering sekali jadi foundation susah menempelnya. Jadi sebelum dirias saya pakaikan baby oil dulu di seluruh wajah untuk melembabkan, baru setelah itu pakai foundation yang teksturnya lebih lengket biar gampang menempel," terangnya.
Kondisi terakhir jenazah pada saat menghembuskan napas terakhir juga menjadi penentunya dalam merias wajah. Pasien yang meninggal karena hal-hal tragis tentunya memiliki teknik riasan yang berbeda dengan pasien yang meninggal karena sakit.
"Yang dibedakan antara penyakit kanker, jantung, atau meninggal dadakan. Kalau orang sakit jantung itu kulitnya jadi menghitam. Kalau orang yang meninggalnya tabrakan, atau tenggelam di laut dia akan mengalami pembusukan dan kulitnya sudah terkelupas, makanya meriasnya harus hati-hati sekali," ujar ibu dua anak itu.
Untuk pasien penyakit jantung, alas bedak diaplikasikan hingga warnanya sama dengan warna kulit aslinya. Sedangkan untuk wajah yang dalam kondisi tidak utuh atau hancur, meriasnya pun harus membutuhkan tenaga ekstra. Kulit yang sudah terkelupas itu ditambal dengan kulit baru sehingga hasil akhirnya wajah tetap terlihat utuh.
Dalam hal kebersihan, perias mayat juga sangat menjaga dan kebersihan dari alat-alat makeup yang dipakainya. Diterangkan oleh Yahya, perias jenazah yang sudah lima tahun bekerja di rumah duka Heaven, Pluit, Jakarta Utara itu selalu menggunakan spons makeup sekali pakai.
"Spons makeup saya hanya pakai sekali saja, terus langsung dibuang. Jadi kita tetap pakai peralatan yang baru. Sama juga dengan kuas makeup, sekali pakai langsung cuci. Kita kan nggak tahu penyakitnya apa, jadi lebih baik jaga kebersihan," ucap pria 27 tahun itu saat dihubungi Wolipop, Rabu, (26/8/2015).
Makeup yang digunakan pun juga sama seperti produk kecantikan yang dipakai wanita pada umumnya. Biasanya, Yahya membeli peralatan rias di toko kosmetik di Pasar Baru, sedangkan untuk makeup dibeli di gerai kosmetik di department store.
(itn/eny)
Ver, seorang perias jenazah yang sudah 30 tahun bekerja memaparkan, secara garis besar tidak ada teknik khusus dalam merias mayat. Tetapi yang membedakannya adalah riasan wajah yang dihasilkan tergantung dari daerah asal mayat tersebut. Jenazah orang suku tertentu terkadang memerlukan makeup yang lebih tebal agar wajahnya terlihat lebih cerah. Ada juga jenazah yang memerlukan riasan lebih natural.
Lebih lanjut wanita yang pernah mengikuti kursus makeup selama dua tahun itu mengatakan, salah satu perbedaan mendasar merias jenazah dibanding manusia hidup adalah pada pengaplikasian alas bedak atau foundation. Orang yang sudah meninggal kulitnya tidak memproduksi minyak lagi, sehingga saat dirias, alas bedak sulit menempel pada kulit. Selain itu, karena diawetkan dengan formalin, kulit menjadi lebih keras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi terakhir jenazah pada saat menghembuskan napas terakhir juga menjadi penentunya dalam merias wajah. Pasien yang meninggal karena hal-hal tragis tentunya memiliki teknik riasan yang berbeda dengan pasien yang meninggal karena sakit.
"Yang dibedakan antara penyakit kanker, jantung, atau meninggal dadakan. Kalau orang sakit jantung itu kulitnya jadi menghitam. Kalau orang yang meninggalnya tabrakan, atau tenggelam di laut dia akan mengalami pembusukan dan kulitnya sudah terkelupas, makanya meriasnya harus hati-hati sekali," ujar ibu dua anak itu.
Untuk pasien penyakit jantung, alas bedak diaplikasikan hingga warnanya sama dengan warna kulit aslinya. Sedangkan untuk wajah yang dalam kondisi tidak utuh atau hancur, meriasnya pun harus membutuhkan tenaga ekstra. Kulit yang sudah terkelupas itu ditambal dengan kulit baru sehingga hasil akhirnya wajah tetap terlihat utuh.
Dalam hal kebersihan, perias mayat juga sangat menjaga dan kebersihan dari alat-alat makeup yang dipakainya. Diterangkan oleh Yahya, perias jenazah yang sudah lima tahun bekerja di rumah duka Heaven, Pluit, Jakarta Utara itu selalu menggunakan spons makeup sekali pakai.
"Spons makeup saya hanya pakai sekali saja, terus langsung dibuang. Jadi kita tetap pakai peralatan yang baru. Sama juga dengan kuas makeup, sekali pakai langsung cuci. Kita kan nggak tahu penyakitnya apa, jadi lebih baik jaga kebersihan," ucap pria 27 tahun itu saat dihubungi Wolipop, Rabu, (26/8/2015).
Makeup yang digunakan pun juga sama seperti produk kecantikan yang dipakai wanita pada umumnya. Biasanya, Yahya membeli peralatan rias di toko kosmetik di Pasar Baru, sedangkan untuk makeup dibeli di gerai kosmetik di department store.
(itn/eny)
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Olahraga
Cukup Satu Alat! Latihan Lebih Variatif di Rumah dengan B-STRONG BS-10 yang Adjustable dan Multifungsi
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Lembut & Berkilau dengan Perawatan Premium dari Jepang!
Perawatan dan Kecantikan
Airbot Aria HyperStyler, Satu Alat, Banyak Gaya Rambut Tanpa Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Halo Lip, Tren Makeup 2026 yang Memberi Efek Bibir Penuh Alami
Angular Bob Jadi Tren Lagi, Bob Tajam ala Victoria Beckham Kembali Populer
Jerawat Tak Kunjung Hilang? Coba 7 Rangkaian Skincare Ini
Tren Rambut 2026: Baby Bob, Model Bob Pendek yang Cocok untuk Rambut Keriting
Cara Menghilangkan Jerawat: Lakukan 3 Resolusi Kecantikan Ini di 2026
Most Popular
1
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
2
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
3
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
4
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
5
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
MOST COMMENTED











































