Tren Vlogging, Cara Baru Buat Isi Blog Lebih Menarik
Intan Kemala Sari - wolipop
Senin, 08 Jun 2015 10:20 WIB
Jakarta
-
Menulis suatu opini atau cerita yang kemudian diunggah ke dalam blog pribadi menjadi suatu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang. Istilah yang sering disebut dengan blogging ini kini bisa dilakukan oleh hampir semua orang. Namun kini berkembang istilah baru yang mulai banyak dilakukan oleh para blogger, yakni vlogging.
Dijelaskan oleh Priskila Eirene, seorang videografer profesional, vlogging merupakan perpaduan kata dari video dan blogging. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, dunia blogging kini tak hanya mengacu pada tulisan saja.
"Ada konten-konten baru yang ingin ditambahkan di dalam blog mereka agar terlihat lebih menarik, salah satunya dalam bentuk video. Nah dari video ini terciptalah yang namanya vlogging," tutur Priskila saat diwawancara Wolipop pada acara Garnier 'Vlogging Getaway' di Hotel Padma Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2015).
Menurut wanita 27 tahun ini, perkembangan vlogging di Indonesia populer sejak dua tahun lalu. Namun di tahun ini, semakin banyak para blogger yang juga terjun menjadi vlogger (sebutan untuk orang yang melakukan vlogging). Padahal, di Amerika sendiri vlogging sudah menjadi suatu hal yang dilakukan sejak lima tahun silam.
Wanita yang akrab disapa Kila ini mengatakan, salah satu alasan utama seseorang untuk melakukan vlogging adalah timbulnya ketertarikan kepada suatu visual yang bergerak. "Orang-orang sekarang banyak yang kurang tertarik untuk membaca, tetapi mereka lebih tertarik kepada visual. Makanya mulai tahun ini vlogging mulai marak," lanjutnya.
Alasan lain para blogger melakukan vlogging ini adalah agar mereka tidak kehilangan pembacanya, maka dari itu Kila menyarankan para blogger setidaknya harus mengerti bagaimana caranya membuat video. Selain itu, vlogging bermanfaat untuk membuat blog terkesan tidak terlalu monoton.
Lantas, siapa saja yang bisa melakukan vlogging? Wanita lulusan Institut Teknologi Harapan Bandung (ITHB) ini mengatakan, pada umumnya yang melakukan adalah blogger. Tetapi itu semua tergantung kepada ketertarikan dari masing-masing individu.
"Kalau tertariknya bikin video saja ya nggak apa-apa. Yang bisa bikin vlogging nggak harus punya blog, nanti hasilnya mungkin bisa di-share di YouTube" pungkasnya.
(int/kik)
Dijelaskan oleh Priskila Eirene, seorang videografer profesional, vlogging merupakan perpaduan kata dari video dan blogging. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, dunia blogging kini tak hanya mengacu pada tulisan saja.
"Ada konten-konten baru yang ingin ditambahkan di dalam blog mereka agar terlihat lebih menarik, salah satunya dalam bentuk video. Nah dari video ini terciptalah yang namanya vlogging," tutur Priskila saat diwawancara Wolipop pada acara Garnier 'Vlogging Getaway' di Hotel Padma Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2015).
Menurut wanita 27 tahun ini, perkembangan vlogging di Indonesia populer sejak dua tahun lalu. Namun di tahun ini, semakin banyak para blogger yang juga terjun menjadi vlogger (sebutan untuk orang yang melakukan vlogging). Padahal, di Amerika sendiri vlogging sudah menjadi suatu hal yang dilakukan sejak lima tahun silam.
Wanita yang akrab disapa Kila ini mengatakan, salah satu alasan utama seseorang untuk melakukan vlogging adalah timbulnya ketertarikan kepada suatu visual yang bergerak. "Orang-orang sekarang banyak yang kurang tertarik untuk membaca, tetapi mereka lebih tertarik kepada visual. Makanya mulai tahun ini vlogging mulai marak," lanjutnya.
Alasan lain para blogger melakukan vlogging ini adalah agar mereka tidak kehilangan pembacanya, maka dari itu Kila menyarankan para blogger setidaknya harus mengerti bagaimana caranya membuat video. Selain itu, vlogging bermanfaat untuk membuat blog terkesan tidak terlalu monoton.
Lantas, siapa saja yang bisa melakukan vlogging? Wanita lulusan Institut Teknologi Harapan Bandung (ITHB) ini mengatakan, pada umumnya yang melakukan adalah blogger. Tetapi itu semua tergantung kepada ketertarikan dari masing-masing individu.
"Kalau tertariknya bikin video saja ya nggak apa-apa. Yang bisa bikin vlogging nggak harus punya blog, nanti hasilnya mungkin bisa di-share di YouTube" pungkasnya.
(int/kik)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Niat Cantik Berujung Maut, Ibu 2 Anak Meninggal Usai Oplas Bokong & Perut
Era Glitchy Glam 2026, Saat Kecantikan Tidak Sempurna Justru Jadi Tren
Mengenal Lactic Acid, Bahan Skincare AHA yang Aman dan Lebih Ramah Kulit
Kenapa Ada Jerawat di Dagu? Pahami Penyebab hingga Cara Mengatasinya
Ini Tren Lipstik 2026 yang Patut Dicoba, Smoky Rose hingga Cherry Red
Most Popular
1
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
2
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
3
8 Foto Alyssa Daguise Liburan ke London, Bumil Tampil Stylish Pakai Coat Bulu
4
Niat Cantik Berujung Maut, Ibu 2 Anak Meninggal Usai Oplas Bokong & Perut
5
Ramalan Zodiak 5 Januari: Taurus Jaga Emosi, Gemini Manfaatkan Momentum
MOST COMMENTED











































