Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tren Wisata Kecantikan di Korea

Suka Duka Jadi Agen Tur Operasi Plastik di Korea

wolipop
Jumat, 28 Nov 2014 17:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Sudah bukan rahasia lagi jika Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara yang penduduknya banyak melakukan operasi plastik. Bahkan mereka secara gamblang mengaku telah melakukan berbagai perubahan pada wajah dan tubuhnya. Ditambah lagi para aktris dan aktor dalam serial drama seringkali terlihat tampil menawan dan membuat orang-orang yang melihatnya berdecak kagum.

Inilah yang melatarbelakangi maraknya pasien operasi plastik di Korea yang datang dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Meski terkendala bahasa dan lingkungan yang berbeda, pasien Indonesia tetap pergi ke Korea dengan menggunakan jasa agen wisata kecantikan yang keberadaannya saat ini belum cukup banyak. Tentunya hal ini mendatangkan keuntungan tersendiri bagi mereka yang menjalani profesi sebagai fasilitator.

Perwakilan The Line Clinic untuk Indonesia wilayah Jakarta dan Jawa Tengah, Sovia Tjau memaparkan bahwa bisnis yang dijalankannya ini menguntungkan dari sisi finansial. Tidak hanya itu saja, ada pula keuntungan lain yang didapat ketika dirinya didaulat menjadi pendamping pasien saat menjalani operasi plastik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bisa sekalian belajar juga ya, jadi tahu seperti apa seluk-beluk proses operasi plastik di Korea. Saya jadi bisa bantu calon pasien untuk menyarankan operasi apa yang bisa dilakukan," ujar wanita yang hobi travelling ini ketika berbincang dengan Wolipop di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2014).

Senada dengan Sovia, Mike, pemilik agen wisata kecantikan bedah plastik mengemukakan banyak hal yang bisa dirasakan dengan menjalankan bisnis tur operasi plastik ini. Salah satunya adalah kompetitor yang tidak terlalu banyak meski target pasarnya besar.

Selain itu pria 26 tahun yang sudah 10 tahun tinggal di Indonesia ini dapat kembali ke kampung halamannya, Korea hampir setiap bulan. "Serunya sih bisa pulang kampung ya. Setiap ke sana aku tinggal di rumah kakak, ketemu sama keluarga lagi," paparnya ketika ditemui Wolipop di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2014).

Namun menekuni bisnis ini juga tak lepas dari hambatan dan kendala. Pria yang fasih berbahasa Indonesia ini mengaku, sebagian besar klien yang menggunakan jasanya adalah para wanita sehingga dirinya harus lebih siap menghadapi berbagai permintaan yang terkadang sulit terpenuhi. "Klienku paling banyak ibu-ibu ya, dan terkadang mereka banyak maunya. Jadi ya harus lebih sabar saja menghadapinya," imbuhnya lagi.

Sedangkan Sovia yang sudah bergabung dengan The Line Clinic sejak 2013 menceritakan baru-baru ini ada salah satu klien yang menjalani operasi kantung mata dan face lift di Korea, namun melepas benang jahitannya di Bali. Secara tidak sengaja mata si pasien tertekan karena posisi wajah yang menelungkup, sehingga mengakibatkan mata bawahnya bengkak. Meski kesalahan bukan dari pihaknya, sebagai reprsentatif Sovia selalu bersedia membantu apabila dibutuhkan untuk operasi ulang di Korea.

Kendala lain yang seringkali dialami wanita yang juga melakukan operasi plastik di bagian mata ini adalah dari beberapa pasien yang sulit memahami penjelasan darinya. "Banyak pasien yang dikit-dikit senewen, terus bolak-balik telepon kita. Padahal sudah dijelaskan hal yang sama puluhan kali tapi tetap sangat susah mengerti juga, kita harus extra sabar," jelasnya menutup perbincangan.

(int/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads