Brand Asal Prancis Luncurkan Krim untuk Pudarkan Stretch Mark
Dwiyasista W. Sekartaji - wolipop
Rabu, 17 Okt 2012 13:49 WIB
Jakarta
-
Invida, perusahaan farmasi di Asia Pasifik meluncurkan produk perawatan kulit terbaru, Gly Derm. Krim asal Prancis ini diklaim dapat membantu membentuk kembali kolagen, mengembalikan elastisitas kulit sekaligus mengurangi tampilan stretch mark.
Dalam acara peluncuran yang bertajuk "Raih Kembali Rasa Percaya Diri dengan Gly Derm dan Katakan ‘Au Revoir!’ pada Stretch Mark”, dr. Amaranila Lalita, SpKK menuturkan, stretch mark tidak hanya terjadi pada wanita pasca melahirkan. Tapi juga bisa dialami remaja putri, bahkan pria.
Bagi wanita pasca melahirkan, stretch mark terjadi karena adanya perubahan hormon saat masa kehamilan. Juga disebabkan penurunan berat badan yang drastis. Sementara paa remaja dan pria, stretchmark bisa muncul karena pengaruh hormon dan terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat.
"Banyak mengonsumsi karbohidrat dan jarang berolah raga adalah penyebab dari timbulnya stretch mark," jelas dr. Amara pada Selasa (16/10/2012) di Hotel Grand Mahakam, Blok M, Jakarta Selatan.
Ia juga menjelaskan, stretch mark berbeda dengan selulit. Menurutnya, stretch mark adalah rusaknya lapisan kedua pada epidermis dan tidak ada hubungannya dengan lemak seperti selulit. Stretch mark bisa terlihat jelas tanpa harus menekan kulit terlebih dahulu. Sementara selulit, merupakan lemak berlebih yang membentuk jaringan parut dan dapat dideteksi dengan cara menekan kulit.
“Stretch mark tidak dapat dihilangkan, namun dapat disamarkan. Stretch mark itu terjadi akibat peregangan kulit secara cepat atau terjadinya trauma pada kulit. Kalau dulu para dokter menyarankan untuk operasi laser, saat ini Anda bisa menggunakan krim yang dapat membantu pembentukan kolagen pada kulit,” papar dr. Amara.
Krim Gly Derm bisa menjadi salah satu solusi untuk menyamarkan stretch mark. Imalona Siregar, Senior Brand Manager Invida Indonesia mengatakan, "Kami menghadirkan produk ini ke Indonesia sebagai upaya membantu para wanita yang merasa perawatan stretch mark saat ini sangat merepotkan dan tanpa hasil yang nyata. Wanita mendambakan perawatan yang simpel, namun bisa memberikan hasil nyata yang memuaskan."
Cara penggunaan krim ini cukup dioleskan pada bagian tubuh yang terdapat stretch mark sebanyak dua kali sehari. Disarankan menggunakannya setelah mandi.
Namun dr. Amara menyarankan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada satu produk saja. Agar hasilnya maksimal, perlu diimbangi dengan gaya hidup yang sehat.
"Dengan mengubah kebiasaan hidup. Seperti tidak merokok dan minum alkohol, mengatur asupan makanan serta berolah raga Anda dapat mengurangi risiko terkena stretch mark," sarannya.
Berminat? Krim perawatan stretch mark ini sudah tersedia di Indonesia dengan harga Rp 150 ribu (125 ml).
(hst/eny)
Dalam acara peluncuran yang bertajuk "Raih Kembali Rasa Percaya Diri dengan Gly Derm dan Katakan ‘Au Revoir!’ pada Stretch Mark”, dr. Amaranila Lalita, SpKK menuturkan, stretch mark tidak hanya terjadi pada wanita pasca melahirkan. Tapi juga bisa dialami remaja putri, bahkan pria.
Bagi wanita pasca melahirkan, stretch mark terjadi karena adanya perubahan hormon saat masa kehamilan. Juga disebabkan penurunan berat badan yang drastis. Sementara paa remaja dan pria, stretchmark bisa muncul karena pengaruh hormon dan terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menjelaskan, stretch mark berbeda dengan selulit. Menurutnya, stretch mark adalah rusaknya lapisan kedua pada epidermis dan tidak ada hubungannya dengan lemak seperti selulit. Stretch mark bisa terlihat jelas tanpa harus menekan kulit terlebih dahulu. Sementara selulit, merupakan lemak berlebih yang membentuk jaringan parut dan dapat dideteksi dengan cara menekan kulit.
“Stretch mark tidak dapat dihilangkan, namun dapat disamarkan. Stretch mark itu terjadi akibat peregangan kulit secara cepat atau terjadinya trauma pada kulit. Kalau dulu para dokter menyarankan untuk operasi laser, saat ini Anda bisa menggunakan krim yang dapat membantu pembentukan kolagen pada kulit,” papar dr. Amara.
Krim Gly Derm bisa menjadi salah satu solusi untuk menyamarkan stretch mark. Imalona Siregar, Senior Brand Manager Invida Indonesia mengatakan, "Kami menghadirkan produk ini ke Indonesia sebagai upaya membantu para wanita yang merasa perawatan stretch mark saat ini sangat merepotkan dan tanpa hasil yang nyata. Wanita mendambakan perawatan yang simpel, namun bisa memberikan hasil nyata yang memuaskan."
Cara penggunaan krim ini cukup dioleskan pada bagian tubuh yang terdapat stretch mark sebanyak dua kali sehari. Disarankan menggunakannya setelah mandi.
Namun dr. Amara menyarankan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada satu produk saja. Agar hasilnya maksimal, perlu diimbangi dengan gaya hidup yang sehat.
"Dengan mengubah kebiasaan hidup. Seperti tidak merokok dan minum alkohol, mengatur asupan makanan serta berolah raga Anda dapat mengurangi risiko terkena stretch mark," sarannya.
Berminat? Krim perawatan stretch mark ini sudah tersedia di Indonesia dengan harga Rp 150 ribu (125 ml).
(hst/eny)










































