Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

'Cantik Itu Putih', Stereotipe yang Membudaya di Indonesia

wolipop
Selasa, 11 Sep 2012 07:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Kulit yang putih, bersih dan berseri menjadi dambaan sebagian besar wanita. Maka tak heran jika permintaan pasar akan produk perawatan yang memutihkan kulit menjadi sangat tinggi, khususnya di negara-negara tropis seperti Indonesia.

"Entah mengapa wanita Indonesia senang sekali kalau kulitnya terlihat lebih putih," ujar Group Product Manager Skin Care, Men Expert & Make up L'Oreal Paris Lia Kurtz, saat ditemui wolipop di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat, Jumat (07/09/2012).

Lia pun tak menampik, dari sekian banyak rangkaian produk perawatan kulit yang diproduksi L'Oreal, permintaan akan produk whitening termasuk yang paling tinggi. Menurut Lia, penyebabnya karena stereotip bahwa cantik itu harus putih, dan itu sudah menjadi semacam budaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk skin care market (L'Oreal) sendiri, permintaan produk whitening itu nomor satu. Terutama untuk orang-orang yang memang tidak teredukasi 'tidak harus putih untuk punya kulit sehat'. Tapi mindsetnya memang 'oh cewek cantik itu putih' jadi lebih seperti culture, jadi whitening menjadi produk yang paling banyak diminati di Indonesia," urai lulusan Ekonomi Bisnis Internasional Universitas Trisakti, Jakarta ini.

Bersama L'Oreal, Lia ingin meluruskan anggapan keliru bahwa cantik itu haruslah putih. Produk pemutih juga sebenarnya bukan memutihkan tapi lebih mencerahkan dan membuat wajah lebih bersinar juga berseri.

"Jadi lebih untuk kulit kusam sebenarnya, karena polusi, pemakaian make-up, pola makan dan pola tidur. Kalau kulit lebih cerah itu justru kelihatannya lebih putih tapi sebenarnya kulitnya yang cerah," ujarnya.

Lia menegaskan, proses pemutihan, atau lebih tepatnya pencerahan kulit yang aman tidak bisa secara instan. Dengan pemakaian produk yang teratur, hasilnya bisa terlihat paling cepat dua hingga empat minggu.

"Tergantung dari cara pemakaian, kalau teratur dan rajin melakukan perawatan kulit lainnya seperti pembersihan yang basic sekali, hasilnya pasti akan lebih cepat," terang Lia.

Sementara itu menurut Dr. Nenden L.S. Prabu, SpKK, produk pemutih yang aman umumnya membutuhkan waktu tiga hingga enam bulan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Namun hal itu tidak dapat digeneralisir karena keadaan kulit setiap orang berbeda-beda.

Dokter kulit lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran ini juga menyebutkan bahan-bahan yang aman untuk memutihkan kulit, beberapa di antaranya vitamin C, arbotin juga bahan-bahan herbal.

"Itu semua bahan-bahan yang aman, prosesnya tergantung orang. Bisa tiga sampai enam bulan," tutur Dr. Nenden.


(eya/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads