Wanita Lebih Stres Tak Bermake-up Dibanding Wawancara Kerja
wolipop
Rabu, 21 Mar 2012 07:24 WIB
Jakarta
-
Wanita dan make-up seperti telah menjadi kombinasi yang tidak bisa terpisahkan. Tidak heran, kaum hawa tidak segan berlama-lama di depan cermin untuk merias diri.
Sebuah survei baru-baru ini juga menyebutkan, lebih dari dua pertiga wanita takut pergi kerja tanpa make-up. Meninggalkan rumah dengan wajah polos tanpa riasan lebih membuat wanita stres dibanding berbicara di depan umum, pidato atau wawancara kerja, atau bahkan saat kencan pertama.
Survei yang diprakarsai oleh Vitality Show tersebut melibatkan 3.000 responden wanita. Seperti dilansir Daily Mail, hasil dari survei tersebut menyebutkan, lebih dari setengah responden mengaku percaya diri tanpa make-up saat bertemu teman, keluarga atau pasangan. Namun 70% mengatakan, mereka tidak ingin dilihat oleh rekan kerja atau bos tanpa make-up dan rambut yang tertata rapi.
Sehingga, wanita bangun setengah jam lebih cepat daripada pria untuk bersiap-siap. Masih dalam survei yang sama, ditemukan wanita membutuhkan 21 menit setiap paginya untuk mengaplikasikan make-up. Tujuannya agar tampil cantik saat ke kantor.
Hasil survei lainnya yang mengejutkan adalah, sebanyak 90% wanita membatalkan kencan pertama dibanding harus tampil polos tanpa make-up dan 1 dari 6 wanita tidak akan membukakan pintu, kecuali wajahnya sudah memakai make-up. Tapi 31% wanita mengaku mau tidak pakai make-up saat ke tempat gym.
Menanggapi fenomena wanita yang tidak bisa lepas dari make-up itu, Sarah Jane Froom, make-up artist dari brand bareMinerals ingin mengubah asumsi wanita. Jane mengatakan, saat ke kantor wanita tidak perlu merias wajah berlebihan, karena atasan tidak terlalu suka ketika karyawatinya menggunakan make-up terlalu tebal.
"Ada asumsi bahwa di perusahaan, wanita dengan perawatan kulit yang baik maka akan melakukan pekerjaan dengan baik. Sementara perusahaan memang ingin kerapihan dari karyawatinya, namun bukan berarti karyawati berdandan berlebihan atau seperti memakai topeng," ujar Jane.
"Tahun lalu, sebuah studi menemukan bahwa satu dari tiga bos berpikir karyawan wanita memakai terlalu banyak make-up," tambah Jane.
Psikolog Celia Bibby menemukan stigma bahwa wanita merasa lebih berkompeten, menyenangkan dan dipercaya oleh bos ketika menggunakan riasan. Namun, wanita malah memakai riasan tebal dan berlebihan yang justru membuat mereka tidak dipercaya.
(kik/hst)
Sebuah survei baru-baru ini juga menyebutkan, lebih dari dua pertiga wanita takut pergi kerja tanpa make-up. Meninggalkan rumah dengan wajah polos tanpa riasan lebih membuat wanita stres dibanding berbicara di depan umum, pidato atau wawancara kerja, atau bahkan saat kencan pertama.
Survei yang diprakarsai oleh Vitality Show tersebut melibatkan 3.000 responden wanita. Seperti dilansir Daily Mail, hasil dari survei tersebut menyebutkan, lebih dari setengah responden mengaku percaya diri tanpa make-up saat bertemu teman, keluarga atau pasangan. Namun 70% mengatakan, mereka tidak ingin dilihat oleh rekan kerja atau bos tanpa make-up dan rambut yang tertata rapi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil survei lainnya yang mengejutkan adalah, sebanyak 90% wanita membatalkan kencan pertama dibanding harus tampil polos tanpa make-up dan 1 dari 6 wanita tidak akan membukakan pintu, kecuali wajahnya sudah memakai make-up. Tapi 31% wanita mengaku mau tidak pakai make-up saat ke tempat gym.
Menanggapi fenomena wanita yang tidak bisa lepas dari make-up itu, Sarah Jane Froom, make-up artist dari brand bareMinerals ingin mengubah asumsi wanita. Jane mengatakan, saat ke kantor wanita tidak perlu merias wajah berlebihan, karena atasan tidak terlalu suka ketika karyawatinya menggunakan make-up terlalu tebal.
"Ada asumsi bahwa di perusahaan, wanita dengan perawatan kulit yang baik maka akan melakukan pekerjaan dengan baik. Sementara perusahaan memang ingin kerapihan dari karyawatinya, namun bukan berarti karyawati berdandan berlebihan atau seperti memakai topeng," ujar Jane.
"Tahun lalu, sebuah studi menemukan bahwa satu dari tiga bos berpikir karyawan wanita memakai terlalu banyak make-up," tambah Jane.
Psikolog Celia Bibby menemukan stigma bahwa wanita merasa lebih berkompeten, menyenangkan dan dipercaya oleh bos ketika menggunakan riasan. Namun, wanita malah memakai riasan tebal dan berlebihan yang justru membuat mereka tidak dipercaya.
(kik/hst)
Home & Living
Upgrade Lampu Rumah! Rekomendasi Bohlam Lampu LED untuk Sambut Lebaran 2026
Home & Living
Siap Open House Lebaran? Upgrade Ruang Tamu dengan Sarung Bantal Sofa Estetik Ini!
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Tetap Bersih Setelah Seharian Silaturahmi, Andalkan Cleansing Foam dari Korea yang Lembut di Kulit!
Elektronik & Gadget
Mudik Tanpa Drama Baterai Habis, Ini 2 Powerbank Mini Praktis yang Wajib Dibawa!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Dokter Operasi Plastik Ungkap Rahasia Awet Muda Brad Pitt di Usia 62 Tahun
Apa Itu Looksmaxxing? Tren Viral yang Bisa Bahayakan Mental
Pori-Pori Wajah Terlihat Besar? Ini Cara Menyamakannya Menurut Ahli Kulit
Kulit Sering Kusam Saat Puasa? Ini Penjelasan Dermatolog & Cara Mengatasinya
Rangkaian Produk Kecantikan 'Glowing' Selama Puasa, Skincare Hingga Makeup
Most Popular
1
Gaya Para Bintang One Piece Season 2 di Red Carpet, Pemeran Nami Seksi-Elegan
2
Foto: Gebrakan Jennie BLACKPINK Ekspos Bralette di Fashion Show Chanel
3
Potret Kebersamaan Vidi Aldiano Bareng Adik-adiknya yang Kini Tinggal Kenangan
4
Mantan Staf Jang Nara Ditemukan Meninggal, Sang Aktris Bantah Terlibat
5
18 Cara Bikin Hubungan Langgeng yang Sering Diabaikan Pasangan (Part 2)
MOST COMMENTED











































