Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Shampo Bikin Remaja Lebih Cepat Puber

wolipop
Selasa, 12 Jul 2011 07:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Baru-baru ini sebuah penelitian menunjukkan bahwa shampo dapat berkontribusi pada kegemukan . Tidak sampai di situ, penelitian terbaru menyebutkan, bahan kimia yang terkandung pada produk kecantikan seperti shampo, lotion tubuh dan sabun dapat mempercepat pubertas remaja.

Hal tersebut diungkapkan Tam Fry, seorang juru bicara dari National Obesity Forum. Ia mengatakan, banyak dokter menerima pasien gangguan hormon yang disebabkan oleh paparan bahan kimia yang memainkan peran dalam masalah berat badan.

"Ada perhatian khusus pada bahan kimia dengan efek estrogenik yang berkontribusi pada pubertas remaja yang lebih cepat. Remaja lebih cepat puber ketika berat badan meningkat yang dapat mendukung siklus reproduksi dan ini semakin lebih cepat daripada sebelumnya," Jelas Fry, seperti dilansir dari Daily Mail.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Zoe Harcombe, seorang ahli gizi. Ia mengatakan bahwa gangguan peningkatan hormon menjadi berita buruk untuk seseorang yang mencoba menurunkan berat badan karena hormon mereka menjadi terganggu.

Produk kecantikan seperti shampo, lotion tubuh dan sabun umumnya mengandung phthalates yang dapat mempengaruhi berat badan. Ketika berat badan bertambah dapat berpengaruh pada banyak hal, termasuk ganguan hormon.

"Pada wanita dapat mengacaukan keseimbangan hormon genetik, sehingga dapat mengalami gangguan seperti saat menjelang menopause dan pubertas. Sedangkan pada pria, phthalates dan bahan kimia lainnya memiliki kapasitas anti-testosteron yang dikaitkan dengan obesitas," jelas Harcombe. "

Dr Harcombe juga menerangkan, menggunakan kosmetik yang mengandung phthalates ketika Anda sedang berdiet bisa membuat keadaan menjadi lebih buruk. Wanita yang sedang menjalankan diet rendah lemak cenderung mendapat efek samping yang merugikan.

"Dengan mengurangi lemak yang mereka konsumsi, vitamin larut lemak pada tubuh mereka juga berkurang. Yang berdampak pada kekeringan kulit. Mereka memperbaiki kondisi kulit dengan menggunakan lebih banyak body lotion. Tanpa sadar malah menyebabkan masalah lain, yaitu memasok kalori kimia melalui kulit," jelas Harcombe.

Menurut penelitian University of Rochester school of medicine di New York tahun 2007. Efek phthalate tidak hanya berpengaruh pada wanita dan remaja saja, tapi juga dapat memicu diabetes pada pria karena terjadi resistensi insulin.

Para ilmuwan di Rochester menganalisis urin, sampel darah dan data lain dari 1.451 pria. Mereka menemukan, banyak pria dengan tingkat phthalate yang tinggi dalam urin mereka, memiliki lemak di perut lebih banyak dan resistensi insulin. Para peneliti menjelaskan, tingkat testosteron tertekan akibat bahan kimia yang menjadi penyebab berat badan mereka.

Dr Paula Baillie-Hamilton, penulis dari 'Stop the 21st Century Killing You' dan peneliti metabolisme manusia, yang telah mempelajari hubungan antara bahan kimia dan obesitas di University of Stirling, yakin bahwa banyaknya kalori kimia dalam kehidupan kita adalah alasan mengapa begitu banyak orang semakin gemuk meskipun diet dan banyak berolahraga.

Tapi Dr Landrigian, Profesor penyakit anak, mengatakan, "Anda tidak dapat mengindari bahan kimia sepenuhnya, tapi dapat mengurangi penggunaannya dengan memeriksa label produk terutama bahan yang mengandung phthalate dan bisphenol-A."

"Perbanyaklah makan-makanan organik untuk mengurangi efek kimia. Selain itu memilih kosmetik dan peralatan mandi dengan teliti juga sangat penting," saran Dr Landrigian.

(kik/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads