Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Gigi Kini Punya Aksesorinya, Tren Tooth Gem Viral di Kalangan Gen Z

Kiki Oktaviani - wolipop
Minggu, 14 Jun 2026 17:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Tooth Gem
Tooth Gem Foto: dok. Instagram @smileandwink.co
Jakarta -

Media sosial kembali melahirkan tren kecantikan baru yang sukses mencuri perhatian. Kali ini bukan soal makeup, rambut, atau kuku, melainkan gigi. Tren yang dikenal sebagai tooth gem sedang ramai di Instagram dan TikTok, dengan banyak orang menghias gigi mereka menggunakan kristal kecil, permata, hingga aksesori mini yang menyerupai perhiasan.

Berbagai video yang menampilkan senyum berkilau dengan hiasan di gigi pun viral. Bagi sebagian orang, tren ini dianggap sebagai bentuk ekspresi diri terbaru. Di kalangan Gen Z, fenomena tersebut bahkan dipandang sebagai cara untuk 'mengustomisasi karakter' mereka di dunia nyata.

Generasi yang tumbuh dengan kebiasaan mengatur tampilan karakter dalam video game kini membawa konsep yang sama ke penampilan sehari-hari. Setelah rambut, kuku, dan alis menjadi media untuk bereksperimen, kini giliran gigi yang mendapat sentuhan personal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski disebut tooth piercing, prosedur ini sebenarnya tidak melibatkan tindikan seperti yang dibayangkan banyak orang. Hiasan kecil berupa kristal atau aksesori dekoratif ditempelkan pada permukaan gigi menggunakan perekat khusus dan disinari dengan alat pengeras yang biasa digunakan dalam perawatan gigi.

Hasil akhirnya menciptakan ilusi seolah-olah senyum seseorang dihiasi koleksi perhiasan mini. Karena tidak perlu melubangi gigi, tren ini dianggap lebih sederhana dibandingkan tindik konvensional.

ADVERTISEMENT

Sebenarnya, konsep perhiasan gigi bukan hal yang benar-benar baru. Dunia hip-hop telah lama mengenalkan grills dan gigi berhias berlian sebagai bagian dari identitas gaya. Namun seperti banyak tren lainnya, Gen Z berhasil mengangkat estetika yang sebelumnya hanya populer di kalangan tertentu menjadi fenomena yang lebih luas.

Munculnya tren ini juga mencerminkan perubahan cara pandang terhadap kecantikan. Di era media sosial, tubuh semakin sering diperlakukan sebagai proyek yang terus diperbarui. Selalu ada bagian yang bisa dihias, dimodifikasi, atau dipersonalisasi sesuai identitas masing-masing.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads