Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

5 Tanda One-Sided Friendship, Ciri Pertemanan Sepihak yang Bikin Lelah

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Senin, 27 Apr 2026 05:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Drama Korea Climax
Foto: dok. ENA
Daftar Isi
Jakarta -

Pertemanan atau persahabatan seharusnya dijalin melalui komunikasi yang baik dan seimbang. Meskipun dalam hubungan apa pun usaha yang diberikan tidak selalu harus 50/50, persahabatan tetap bisa terasa berarti selama kedua belah pihak hadir dan saling terhubung.

Namun, ketika hubungan pertemanan terasa melelahkan atau kamu seperti menjadi satu-satunya pihak yang antusias, bisa jadi kamu sedang berada dalam one-sided friendship atau pertemanan sepihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut lima tanda one-sided friendship yang perlu diwaspadai menurut para terapis:

1. Selalu kamu yang memulai percakapan

"Setidaknya teman yang baik, meskipun sibuk, akan tetap menghubungi karena rasa ingin tahu dan ketertarikan," ujar terapis asal California, Tiana Leeds seperti dikutip dari Self.

Akan terasa menyedihkan jika melihat ruang obrolan di WhatsApp atau media sosial lain selalu kamu yang memulai. Padahal, seseorang yang peduli seharusnya ingin tahu apa yang terjadi dalam hidupmu.

ADVERTISEMENT

2. Sering meminta bantuan, tapi tidak pernah membantu balik

Curhat kepada teman adalah hal yang umum dan menjadi bagian penting dari pertemanan. Dengan berbagi cerita atau meminta saran, hubungan bisa menjadi lebih erat karena adanya kepercayaan-tentu saja harus berjalan dua arah.

Menurut Hope Kelaher, penulis buku Here to Make Friends: How to Make Friends as an Adult, jika seseorang hanya datang untuk bercerita tanpa mau mendengarkan, bisa jadi mereka menganggapmu sebagai "terapis pribadi". Lama-kelamaan, kamu akan merasa lelah karena terus mencurahkan energi dan waktu untuk orang yang tidak menghargainya.

3. Hadir hanya saat membutuhkan

Ciri yang ketiga ini bisa terlihat dari cara mereka mengajakmu bertemu. Jika kamu hanya diajak ketika rencana mereka dengan orang lain batal atau terkesan menjadi pilihan terakhir, kemungkinan kamu berada dalam pertemanan sepihak. Hubungan yang sehat seharusnya memiliki timbal balik.

4. Punya waktu untuk orang lain, tapi tidak untukmu

Kesibukan karena pekerjaan atau studi memang wajar. Namun, berbeda jika seseorang terlihat tidak peduli, jarang membalas pesan dalam waktu lama, tetapi tetap aktif di media sosial bersama teman-teman lainnya. Bisa jadi, mereka sebenarnya punya waktu-hanya saja bukan untukmu.

5. Tidak hadir di momen penting

Dukungan dalam pertemanan sangatlah penting. Teman yang baik akan memberikan dukungan di momen penting dalam hidupmu, bahkan lewat hal sederhana seperti ucapan semangat atau doa tulus. Bukan hanya saat bahagia, mereka juga akan berusaha hadir di saat-saat sulit. Jika seseorang jarang menunjukkan kepedulian atau sering melupakan momen pentingmu, mungkin ia tidak sepenuh hati dalam menjalin pertemanan.

Lalu, apa yang bisa dilakukan jika berada dalam situasi ini? Kamu bisa mencari kejelasan dengan bertanya tanpa harus bersikap konfrontatif. Misalnya, dengan mengatakan, "Aku hanya ingin memastikan, kita baik-baik saja, kan?" atau mengungkapkan secara jujur keresahan yang kamu rasakan dalam hubungan pertemanan tersebut.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads