Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Third Wheel Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Maknanya

Vina Oktiani - wolipop
Minggu, 19 Okt 2025 11:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi makan bersama teman.
Foto: Getty Images/PeopleImages
Jakarta -

Pernah merasa jadi 'obat nyamuk' saat temanmu datang bersama pasangannya? Dalam bahasa Inggris, istilah itu dikenal dengan sebutan third wheel. Ungkapan ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang merasa tidak dibutuhkan atau tersisih saat berada di antara dua orang yang sedang berpacaran.

Lalu, sebenarnya apa arti third wheel dalam bahasa gaul? Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan beberapa sumber terpercaya seperti Cambridge Dictionary, Urban Dictionary, dan Refinery29.

Arti Third Wheel Menurut Cambridge Dictionary

Menurut Cambridge Dictionary, third wheel adalah seseorang yang tidak diinginkan atau tidak diperlukan dalam suatu situasi, terutama ketika berada bersama dua orang yang sedang menjalin hubungan romantis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara harfiah, istilah ini diambil dari analogi kendaraan. Sepeda memiliki dua roda, dan mobil memiliki empat roda. Jadi, roda ketiga dianggap tidak memiliki fungsi - sama seperti seseorang yang ikut dalam kegiatan pasangan namun tidak benar-benar memiliki peran di sana.

Pengertian Third Wheel dari Urban Dictionary

Sementara itu, Urban Dictionary menggambarkan third wheel sebagai seseorang yang ikut hangout dengan dua orang lain, bisa teman, saudara, atau pasangan - tetapi merasa tidak dilibatkan dalam percakapan.

ADVERTISEMENT

Biasanya, orang yang menjadi third wheel hanya ikut mendengarkan dan tidak banyak berpartisipasi karena dua orang lainnya terlalu asyik berbicara satu sama lain. Akibatnya, ia merasa tersisih atau 'tidak dianggap ada' di dalam kelompok tersebut.

Menurut artikel di Refinery29, menjadi third wheel sebenarnya tidak selalu buruk. Dalam banyak kasus, perasaan tidak nyaman muncul karena seseorang ingin menghabiskan waktu berdua dengan temannya, tetapi sang teman terus membawa pasangannya setiap kali bertemu.

Ahli hubungan asal New York, Dr. Jane Greer, menjelaskan bahwa perasaan kesal, cemburu, atau tersisih dalam situasi ini adalah hal yang normal.

"Ketika teman mulai sering membawa pasangannya, kualitas waktu bersama bisa berubah. Wajar jika kamu merasa terganggu," ujar Dr. Greer, penulis buku What About Me? Stop Selfishness From Ruining Your Relationship.

Meski begitu, Dr. Greer menekankan pentingnya menjaga keseimbangan. Jika kamu merasa kurang nyaman, cobalah untuk jujur dan meminta waktu khusus untuk bertemu hanya berdua dengan temanmu. Misalnya, kamu bisa mengatakan, "Aku senang kok sama pacarmu, tapi aku juga kangen waktu kita berdua aja." Dengan cara ini, hubungan pertemanan tetap terjaga tanpa menimbulkan konflik atau salah paham.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads