Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sakit Tapi Tak Berdarah: Arti di Balik Chat yang Cuma Di-Read Tanpa Dibalas

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Selasa, 24 Feb 2026 13:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Close up young woman looking at smartphone for video online chat with friends or surf the internet or playing mobile application in relax time
Foto: Getty Images/helenaak
Jakarta -

Pernah mengalami momen ketika pesanmu sudah terbaca (tanda read sudah muncul) tapi tak juga menerima balasan? Entah baru dibalas keesokan harinya atau bahkan tidak sama sekali.

Ketika seseorang membaca pesanmu tetapi memilih untuk tidak (segera) membalasnya, atau istilah populernya 'left on read', ada kemungkinan dia sedang sibuk, kewalahan, atau memang kebiasaan mereka me-reply chat dengan lambat. Tentu saja, ada kalanya tak langsung membalas chat bukanlah kebiasaan atau kepribadian, melainkan cara yang disengaja dan halus untuk menghilang tanpa kabar, atau secara bertahap menjauhkan diri.

Sangat wajar jika kamu merasa cemas atau tidak nyaman ketika pesan teks kamu tak juga dibalas. Dalam etika komunikasi modern, situasi ini mungkin menjadi salah satu 'area abu-abu' yang paling menyebalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah bentuk terbaru dari rasa ditinggalkan dalam versi modern," jelas Kyler Shumway, PsyD, psikolog klinis berbasis di Austin, seperti dilansir Women's Health Mag.

"Bukan keheningannya yang menyakitkan, melainkan cerita yang kita ciptakan tentang arti keheningan itu. Kamu sudah membuka diri, mencoba membangun koneksi, lalu kecemasan datang. Bagi pikiran sosial kita, ketidakjelasan itu terasa menyiksa," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, menurut psikolog Isabelle Morley, PsyD, reaksi tersebut sebenarnya sangat manusiawi.

"Melihat seseorang membaca pesanmu dan memilih untuk tidak membalas bisa langsung memicu rasa ragu dan penolakan," ujarnya.

"Kita secara biologis terprogram untuk memahami interaksi sosial agar bisa menjaga hubungan. Ketika ada jeda komunikasi, itu memicu stres."

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Chat Kamu Di-Read Tapi Tak Di-reply?

Kamu mungkin tidak bisa mengontrol apakah seseorang akan membalas pesanmu atau tidak. Namun, kamu bisa mengontrol responsmu.

1. Jangan Langsung Terlarut dalam Asumsi

Saat tak mendapat balasan, pikiran sering langsung menyimpulkan hal terburuk: 'Aku salah ngomong? Dia marah? Dia tidak tertarik?'

Alih-alih larut dalam asumsi, coba berhenti sejenak.

"Kita terluka bukan karena diamnya, tapi karena arti yang kita berikan pada diam itu," kata Kyler.

"Coba perhatikan cerita apa yang muncul saat kamu melihat tulisan 'read'. Kecemasan biasanya menawarkan skenario terburuk-dan itu tidak selalu benar."

Dalam artian, bisa jadi karena dia sibuk hingga lupa membalas. Kemungkinan lain, dia bermaksud membalas pesan, namun baterai ponsel lemah dan langsung mati.

2. Jangan Dianggap Terlalu Personal

Mudah sekali menganggap ini sebagai refleksi dari harga diri kita. Padahal, sering kali itu lebih mencerminkan kondisi orang lain.

"Terutama jika orang tersebut masih baru dalam hidupmu, jangan langsung mengaitkannya dengan diri sendiri. Orang bisa menghindar atau menghilang karena banyak alasan yang tidak ada hubungannya denganmu," saran Isabelle.

Anna Morgenstern, mak comblang profesional dan pakar dating, menambahkan bahwa penting membedakan antara ego yang terluka dan kecocokan yang sebenarnya.

"Setiap kali kamu membuka diri, selalu ada risiko ditolak. Tapi orang itu tidak benar-benar menolakmu sebagai pribadi-mereka bahkan belum sepenuhnya mengenalmu," jelasnya.

Tanyakan pada diri sendiri. Apakah dia memang cocok untukmu, atau hanya egomu yang sedang tersenggol?

3. Alihkan Fokusmu

Menatap layar sambil menunggu tiga titik kecil muncul bukanlah ide bagus. Lebih baik alihkan energimu.

"Gunakan energi ke hal lain yang lebih bermakna," kata Isabelle.

Bisa dengan merapikan kamar, jalan santai, atau mendengarkan podcast. Rasa sakitnya mungkin tidak langsung hilang, tapi akan lebih ringan saat hidup kamu tidak hanya berpusat pada satu chat.

4. Tahan Dulu Sebelum Mengirim Pesan Lagi

Mengirim pesan lagi sebenarnya tidak salah. Namun tanyakan dulu, apakah kamu ingin membangun koneksi atau hanya meredakan cemas?

"Jika tergoda untuk mengirim pesan kedua, beri waktu satu malam," saran Isabelle lagi.

"Orang bisa saja sedang sibuk. Tidur semalam bisa memberimu perspektif yang lebih jernih," lanjutnya.

Jika akhirnya kamu memutuskan untuk menghubungi lagi, lakukan dengan sederhana dan tetap elegan, misalnya: 'Sepertinya aku belum mendapat balasan darimu. Semoga semuanya baik-baik saja.'

Lalu berhenti di situ. Jangan kirim pesan ketiga, keempat dan seterusnya. Jika sudah begitu, bukan lagi percakapan, melainkan monolog.

5. Tahu Kapan Harus Mundur

Jika pola left on read ini terus berulang, mungkin saatnya melindungi perasaanmu sendiri. Kemungkinan besar dia memang tidak tertarik lagi melanjutkan komunikasi denganmu.

"Jangan terus mencoba mendapatkan respons setelah waktu yang wajar terlewati," ujar Kathryn Ford, MD, terapis pasangan dan psikiater.

"Sebagian orang kesulitan mengatakan secara langsung bahwa mereka tidak ingin melanjutkan hubungan. Ketahui kapan harus pergi," tukasnya.

Pada akhirnya, left on read mungkin sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari komunikasi modern. Bukan berarti kita harus berpura-pura tidak terluka-karena memang bisa terasa menyakitkan. Namun ini bisa menjadi kesempatan untuk belajar mengelola emosi, memahami batasan diri, dan menerima bahwa tidak semua hal berada dalam kendali kita.

Karena dalam hubungan, ketenangan dan harga diri tetap harus menjadi prioritas utama.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads