Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Apa Itu Hopeless Romantic? Terlalu Bucin Bisa Jadi Tandanya

Vina Oktiani - wolipop
Jumat, 06 Feb 2026 09:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Young couple enjoying weekend time together with their smartphones on sofa at home.
Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak
Jakarta -

Percaya pada cinta memang terdengar indah. Apalagi jika kamu termasuk orang yang mudah jatuh hati, menyukai kisah romantis, dan yakin bahwa suatu hari akan bertemu cinta sejati. Namun, jika kepercayaan pada cinta sudah terlalu tinggi dan tak disertai sikap realistis, kamu bisa jadi termasuk hopeless romantic.

Melansir Verywell Mind, istilah hopeless romantic menggambarkan seseorang yang memandang cinta secara ideal. Mereka cenderung melihat hubungan layaknya cerita dongeng atau film romantis, di mana segalanya terasa manis dan berakhir bahagia. Sayangnya, dunia nyata tidak selalu berjalan seindah itu.

Ciri-Ciri Hopeless Romantic yang Sering Tak Disadari

Salah satu tanda paling umum dari hopeless romantic adalah memiliki gambaran cinta yang terlalu sempurna. Mereka percaya bahwa hubungan seharusnya selalu dipenuhi rasa bahagia dan jarang membayangkan konflik atau perbedaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, hopeless romantic biasanya cepat terbawa perasaan. Baru beberapa kali berkencan, tapi pikiran sudah melayang ke masa depan. Mulai dari membayangkan hidup bersama hingga membentuk keluarga, padahal kedekatan emosional yang terbangun masih sangat awal.

Ciri lainnya adalah kebiasaan mengidealkan pasangan. Kekurangan pasangan sering dianggap hal sepele atau dimaklumi demi mempertahankan bayangan cinta yang indah. Tak jarang, pasangan ditempatkan di posisi terlalu tinggi, sehingga sulit melihatnya secara objektif.

ADVERTISEMENT

Dalam hubungan, hopeless romantic juga dikenal sangat totalitas. Mereka rela memberi banyak perhatian, waktu, tenaga, bahkan materi. Masalahnya, pengorbanan tersebut sering tidak seimbang karena pasangan belum tentu memiliki tingkat komitmen yang sama.

Yang cukup berisiko, hopeless romantic kerap mengabaikan tanda bahaya atau red flags. Demi menjaga harapan cinta, sikap pasangan yang seharusnya jadi alarm justru ditutup mata.

Apakah Menjadi Hopeless Romantic Itu Hal yang Buruk?

Tak sepenuhnya. Di sisi lain, hopeless romantic dikenal sebagai pribadi yang hangat, penuh harapan, dan berani membuka hati meski pernah terluka. Mereka percaya pada potensi kebaikan orang lain dan tidak mudah menyerah pada cinta.

Namun, jika harapan yang dibangun terlalu tidak realistis, hal ini bisa berdampak negatif. Hubungan nyata membutuhkan usaha, kompromi, dan penerimaan, bukan sekadar perasaan manis. Ekspektasi berlebihan justru bisa membuat hubungan terasa melelahkan dan memicu kekecewaan.

Jika kamu merasa memiliki kecenderungan masuk ke dalam kategori hopeless romantic, cobalah mulai melihat pasangan secara lebih utuh. Kenali kelebihan sekaligus kekurangannya, serta pertimbangkan apakah hubungan tersebut benar-benar sehat dan seimbang.

Penting juga untuk memahami kebutuhan diri sendiri dan menetapkan batasan. Jangan menerima perlakuan yang tidak sesuai dengan nilai dan harga dirimu hanya karena takut sendiri atau takut kehilangan cinta.

Membangun rasa percaya diri dan mengenali kekuatan diri juga bisa membantu. Saat kamu merasa cukup dengan diri sendiri, kamu tidak akan terlalu menggantungkan kebahagiaan pada pasangan atau hubungan.

Jika hal itu terasa sulit diubah, tak ada salahnya mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog atau terapis bisa membantu memahami alasan di balik kebiasaan mengidealkan cinta dan membangun hubungan yang lebih sehat.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads