Liputan Khusus Pria Korban Cinta 'Palsu'

Yang Harus Dilakukan Saat Tahu Pasangan Ternyata Gold Digger

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 31 Agu 2021 11:00 WIB
Young pretty woman is looking at cash banknotes, Brazil Currency. Financial, profit, credit, cost, purchase, rich concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vergani_Fotografia.
Jakarta -

Apakah kamu pernah mendengar istilah 'Gold Digger' alias pasangan mata duitan? Gold Digger atau penggali emas menurut psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi adalah istilah untuk pria atau wanita yang mencintai seseorang hanya karena uang atau mata duitan.

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pria atau wanita yang menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki kemampuan ekonomi lebih dari dirinya untuk dimanfaatkan secara materi. Awalnya pasangan yang gold digger ini terlihat tulus mencintai namun lama kelamaan motifnya terkuak.

Bagaimana jika kamu memiliki pasangan yang cocok dengan istilah gold digger ini? Bisakah hubungan diperbaiki? Psikolog Meity Arianty memberikan sarannya.

"Jangan pernah mau mengeluarkan uang berlebihan. Realistislah dalam hidup dan keluarkan uang sewajarnya saja. Intinya jika baru pacaran atau pendekatan yang harus kamu lakukan adalah waspada," kata psikolog yang akrab disapa Mei itu kepada Wolipop, Jumat (27/8/2021).

"Bukan untuk mencurigai semua orang yang berhubungan dengan kamu. Namun untuk menjaga dirimu dari orang-orang yang tidak tulus bersama kamu, beda persoalan jika kamu sangat mencintai dan serius dengan hubungan tersebut," tambah Mei.

Jika memang kamu sangat mencintai pasangan dan rela memberikan apa saja untuknya, hal itu pun menurut Mei tidak masalah. Asalkan memang perilaku tersebut dilakukan secara sadar dan tanpa penyesalan di kemudian hari.

"Silahkan saja kalau seperti itu cara kamu mencintai, tidak ada yang menyalahkan. Namun siapkan dirimu, jika dia meninggalkanmu saat dia sudah bosan dan harta kamu sudah habis, karena itu pilihan kamu. Jadi nikmati saja dan ingat, jangan menyalahkan pelaku atas 'pilihan' kamu sendiri," lanjut Mei.

Dalam menjalin hubungan sebelum melangkah ke jenjang lebih jauh, Mei menegaskan cobalah kenali pasangan. Jika memang si dia punya kecenderungan menjadi gold digger Mei menyarankan untuk mengakhiri hubunga.

"Apakah kamu bisa mengubahnya menjadi lebih baik (agar ia tulus mencintaimu). Atau jika pekerjaan dia memang begitu (gold digger). Maka pilihan ada di tanganmu. Apakah dapat bertahan karena alasan 'cinta buta' atau keluar dari orang-orang "penghisap" materi atau uang," saran Mei.

Seperti merebaknya kasus wanita asal Yogyakarta, Dhea Regista yang menipu dan menguras harta pacarnya, Mei menjelaskan jika kasus Dhea, sudah umum dan banyak terjadi.

"Bedanya ada yang terang-terangan dan ada yang terselubung. Jika hal itu dilakukan terang-terangan maka kemungkinan kamu sudah mempersiapkan diri," tambahnya.

Namun jika di akukan secara terselubung, maka tugas kamu adalah belajar melihat tipe seperti apa pasangan kamu. Jangan sampai karena kelalaian atau pilihan kamu yang terlalu berlebihan. Sehingga pada saat merasa dibohongi, kamu menyalahkan pelaku. Padahal mungkin kamu juga ikut andil dalam 'menciptakan' peluang untuk pelaku.

"Karena kita sering kali sadar atau tidak sadar. Suka menyalahkan orang lain atas pilihan kita. Mungkin sudah diingatkan keluarga, teman atau orang lain. Namun tetap bersikeras dan ngotot dengan pilihannya," ujar Mei.

"Namun saat sudah tersakiti, terpuruk, dibohongi bukannya instrospeksi diri. Malah berbalik menyalahkan orang lain atau menyalahkan keadaan," lanjutnya lagi.

Mei menyebutkan kamu harus pandai melihat dari berbagai sudut. Jangan hanya menyalahkan salah satu pihak karena hubungan terjalin berdasarkan kontribusi kedua belah pihak.

(gaf/eny)