Liputan Khusus Pria Korban Cinta 'Palsu'

Kisah Pria yang Jadi Korban Pacaran dengan Wanita Identitas Palsu

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 29 Agu 2021 13:00 WIB
ilustrasi pria depresi Ilustrasi pria yang sakit hati. Foto: Dok. iStock.
Jakarta -

Istilah gold digger mencuat karena kasus viral wanita bernama Dhea Regista di media sosial. Dhea dituduh menipu dan menguras harta pacarnya, sementara dia juga pacaran dengan pria lain yang dicintainya.

Dhea Regista pun dijuluki gold digger oleh warganet karena aksinya tersebut. Gold digger adalah pria atau wanita yang mencintai seseorang hanya karena uang atau yang lebih dikenal dengan wanita mata duitan. Selain itu gold digger juga kerap menggunakan identitas samaran atau bukan akun asli.

Kasus Dhea Regista awalnya diunggah oleh akun Twitter @buahceriii. Ia merasa geram dengan kelakuan pacar kakaknya yang disebutnya bernama Dhea Regista karena sudah melampaui batas.

Tak jauh dengan kasus Dhea Regista, pria yang bernama Anjasab mengaku pernah ditipu oleh wanita gold digger. Ia sempat berkenalan dengan seorang wanita di Twitter pada 2013 dengan nama akun Owlexa.

"Awalnya kenal dengan cewek itu karena dia Inbox di Twitter duluan dan tempo hari karena saking banyaknya feedback yang masuk jadi nggak terlalu memperhatikan sampai segitu dalamnya dia real or not," ungkap Anjasab, Jumat (27/8/2021).

Pria 26 tahun itu menceritakan jika sosok wanita tersebut tidak mencurigakan. Mereka berkomunikasi selayaknya pasangan yang sedang masa pendekatan.

"Awalnya baik-baik saja seperti manusia pada normalnya, senatural itu, sampai ya ini orang voice call, then i think nothing suspicious mungkin memang nggak menunjukan indikasi scam juga, sampai akhirnya ini cewek agresif dan mancing mojokin untuk nembak," kata Anjasab.

Setelah merasa dekat dan intens berkomunikasi lewat dunia maya, keduanya pun memutuskan untuk berpacaran. Namun semakin lama mengenal, Anjasab ragu dan merasa curiga kepada wanita tersebut.

"Sebenernya merasa ada yang janggal semenjak intens telepon, gue minta alamat dia atau video call dia selalu mengelak. Dan dia minta something like voice call s*x, gue yang ngga terbiasa dengan hal seperti itu agak ngerasa jijik aja," tuturnya.

Anjasab dan wanita tersebut selalu berkomunikasi lewat pesan singkat atau telepon. Semakin hari Anjasab mulai curiga kepada kebaikan yang diberikan oleh wanita tersebut.

"Di samping ini orang baik, kadang-kadang ngisiin pulsa, dan lainnya tapi di sisi lain freak. Gue masih positive thinking aja sampe temen gue ngasih tau bahwa dia ini fake," kenangnya.

Teman Anjasab yakin wanita ini fake alias bukan identitas asli dan Anjasabe hanya dipermainkan oleh sosok Owlexa. Selama dua hari, Anjasab kemudian mencari tahu seluk-beluk akun Owlexa.

"Dua hari ngebobol akun ini orang dan cari tahu foto yang ada di profile itu siapa, dan ternyata itu foto artis Thailand. Ternyata dia punya akun lebih dari satu dan udah menipu lumayan banyak orang, udah sekitar tiga sampai empat tahunan. Pada saat itu, akhirnya gue blast di media, yang lebih bikin kagetnya lagi ternyata korbannya nggak cuma cowok, tapi cewek!" kata Anjasab yang terkejut.

Akun palsu Owlexa ini mempunyai adik palsu buatan juga di Twitter benama Radit. Akun Twitter adik palsu itu dipegang oleh orang yang sama.

"Akhirnya gue sama si korban cewek-cewek ini buat suatu grup untuk blasting sana sini, dan nggak lama owlexa dan adiknya busted kok, cuma identitas asli nggak di revealed sampai sekarang," imbuhnya geram.

Ketika Anjasab mengetahui jika wanita yang selama ini menjadi kekasih onlinenya tersebut identitasnya palsu, awalnya ia merasa sedih. Dia sempat mengira pacaran dengan wanita yang tepat.

"Tahunya pacaran sama manusia khayalan. Cuma abis itu ya sadar aja apa yang kita tabur itu yang kita tuai. Cukup berusaha putusin mata rantainya aja dan edukasi lebih orang supaya ngga kena trap lagi," lanjut Anjasab.

"Jujur semenjak itu gue susah buat percaya sama orang lagi, bawaanya selalu negative thinking sampai sekarang, itu yang agak ganggu waktu gue kerja 8-5 bulan. Gue banyak cut kehidupan sosial gue sekarang," lanjutnya lagi.

Berdasarkan pengalamannya itu Anjasab menuturkan jika para pria tak hanya mata yang bisa tertipu. Tetapi hati pria juga bisa tertipu.

"Banyak orang-orang di luar sana selalu mencari cara untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Selalu bedain nafsu sama intuisi kamu, latih terus intuisimu dan selalu ikutin intuisimu. Ketika kamu merasa ada hal yang salah sedikit dalam hal apapun itu, langsung hindarin itu, terkadang hal itu yang menyelamatkan kamu dari penyiksaan yang berkepanjangan," pungkasnya.

(gaf/eny)