Liputan Khusus Pria Korban Cinta 'Palsu'

Viral Wanita 'Gold Digger' Manfaatkan Pria, Ini Penyebabnya Kata Psikolog

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 29 Agu 2021 18:30 WIB
Young grumpy woman covering face with heap of bills looking at camera on yellow background Foto: Getty Images/iStockphoto/SIphotography.
Jakarta -

Istilah gold digger kembali mencuat karena kasus wanita bernama Dhea Regista yang dituduh menipu kekasihnya. Dia juga dituding memanfaatkan pemberian materi dari pacarnya untuk menikmati kemewahan dan kesenangan semata. Dhea pun dijuluki sebagai wanita gold digger.

Apa yang melatarbelakangi seseorang menjadi 'gold digger' atau matre? Menurut Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi kasus seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi, hanya saja jarang terekspos.

"Berapa banyak yang pacaran atau menikah yang sebenarnya bukan karena atas dasar suka, sayang atau cinta tapi karena hal lain. Misal karena kebutuhan untuk diakui, untuk gaya-gayaan, rupa atau wajah, karena dari keluarga baik-baik, uang, kekuasaan atau lainnya," kata Meity kepada Wolipop, Jumat (27/8/2021).

Psikolog yang akrab disapa Mei itu mengatakan terkait kasus Dhea Regista, perlu diketahui motif di balik aksinya tersebut. Apakah memang sudah direncanakan atau tidak. "Namun bisa juga gak di rencanakan dan terjadi begitu saja. Kita gak pernah tahu, harus diperiksa dulu motifnya. Jika yang bersangkutan menyampaikan sendiri bahwa ia merencanakan dan dengan sadar melakukannya untuk memenuhi kebutuhannya ya artinya itu yang benar terjadi," ungkap Mei.

Pengertian Gold Digger

Gold digger atau penggali emas namun sering diartikan untuk pria atau wanita yang mencintai seseorang hanya karena uang atau mata duitan. Dan menjalin hubungan dengan seseorang hanya karena uang.

"Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pria atau wanita yang menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki kemampuan ekonomi lebih dari dirinya untuk dimanfaatkan secara materi," jelasnya.

Mei menuturkan jika pemicu seseorang menjadi gold digger adalah bukan hanya wanita, karena pria juga bisa melakukan hal yang sama. Hal yang melatarbelakangi perilaku tersebut bisa macam-macam, tergantung niat. Berikut beberapa penyebabnya :

1. Bisa jadi untuk memenuhi kebutuhannya (ekonomi).
2. Mendapatkan uang jadi lebih mudah dibanding harus bekerja.
3. Untuk meningkatkan harga dirinya karena membutuhkan barang-barang mewah namun tidak punya uang.
4. Menafkahi keluarganya atau tulang punggung.

Biasanya pria atau wanita yang melakukan ini memberikan "cinta semu" untuk mendaptkan keinginannya. 'Cinta palsu' ini akan lebih mudah dilakukan untuk menjerat korban-korbannya.

"Dan celakanya lagi korbannya sering tidak sadar masuk perangkat, sampai terlena hingga saat sudah habis-habisan baru sadar. Ia menjadi target dari pelaku," tutup Mei.

(gaf/eny)