Kisah Lengkap Pasutri Viral Gagal 3 Kali Bayi Tabung Dapat 4 Anak Sekaligus

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 09 Agu 2021 17:00 WIB
Kisah pasutri setelah 3 kali gagal bayi tabung, kini mendapatkan empat bayi kembar. Foto: Dok. pribadi Tri Ayuningtyas.
Jakarta -

Pasangan suami istri ini menjadi viral setelah membagikan kisah perjuangannya tiga kali gagal bayi tabung. Kini mereka dikaruniai empat bayi kembar.

Kisah tersebut berawal dari postingan akun TikTok @kembar4guci. Pasutri itu mengatakan sudah tiga kali gagal dalam menjalani proses bayi tabung.

"Pas mami sama abi sudah bayi tabung 3 kali gagal terus. Akhirnya bayi tabung keempat, lahirnya langsung empat," tulis akun TikTok @kembar4guci.

Setelah penantian dua garis biru, Allah SWT memberikan rezeki berupa empat orang anak sekaligus kepada pasutri itu. Sontak video tersebut langsung viral. Kisah viralnya KLIK DI SINI.

Pasutri tersebut adalah Rianto (49 tahun) dan Tri Ayuningtyas (34 tahun). Tyas mengatakan jika pernikahannya dengan Rianto sudah berjalan selama tiga tahun dan belum memperoleh keturunan. Mereka pun memutuskan menjalani program bayi tabung.

"Untuk mendapatkan bayi secara normal, dibutuhkan kesehatan yang baik dari masing-masing pasangan, kebetulan suami menderita azospermia, yaitu spermanya kosong. Sehingga tidak dapat membuahi telur secara normal. Untuk itu bayi tabung menjadi alternatif terbaik, untuk mendapatkan keturunan," ungkap Tyas kepada Wolipop.

Pada saat embrio transfer, keduanya melakukan diskusi dengan dokter Malvin Emeraldy dan dokter Jafar Muksin di rumah sakit Family Pluit, Jakarta Utara. Mereka meminta dimasukkan ke dalam rahim tiga embrio, dari 11 embrio yang dihasilkan.

Langkah itu dilakukan dengan pertimbangan tiga program bayi tabung sebelumnya di rumah sakit yang sama mengalami kegagalan. Sehingga ada kekhawatiran dalam diri Tyas dan Rianto akan adanya potensi gagal lagi.

Kisah pasutri setelah 3 kali gagal bayi tabung, kini mendapatkan empat bayi kembar.Kisah pasutri setelah 3 kali gagal bayi tabung, kini mendapatkan empat bayi kembar. Foto: Dok. pribadi Tri Ayuningtyas.

Perjalanan Proses Bayi Tabung

Pertama mulai bayi tabung, Tyas mengaku tidak ada sama sekali cadangan embrio. Ia sebelumnya juga pernah menjalani kuret pada janinnya.

"Embrio yang masuk berkembang menjadi kantung doang tanpa janin (blight ovum) harus dikuret. Aku pernah punya masalah tapi kenapa harus rasain kuret, jadi berkali-kali sakitnya," jelasnya.

Keduanya pun memutuskan untuk melakukan kembali program bayi tabung ketika konndisi Tyas sudah membaik. Namun setelah suntik hormon, pada sore harinya Tyas malah terkena cacar.

"Boro-boro jadi ambil telur, gagal akhirnya tetep bayar setengah dari harga paket kan. Akhirnya gagal lagi terpuruk lagi merasa kok Allah nggak menghendaki," ucapnya gelisah.

Lalu setelah Tyas sudah sembuh dari cacar, dia dan suami mencoba kembali program bayi tabung. Tyas pun suntik lagi untuk diambil telur menjadi embrio lima pasang. Dan dari lima tersebut, tiga embrio tidak berhasil berkembang dan dua embrio yang disimpan.

"Sedih lagi terpuruk lagi merasa Allah kok nggak mendengar aku. Apa masih ada dosa yang menghalangi doa-doaku," kenangnya.

Tidak mau menyerah begitu saja, Tyas pun mengandalkan dua embrio yang masih tersisa di rumah sakit. Saat itu Rianto sedang bekerja ke luar negeri. Namun ternyata dua embrio tersisa tersebut tidak berkembang.

Masih tidak menyerah, Tyas langsung disuntik sebanyak 27 sel telur yang sudah dibuahi, 26 sel telur tersebut berhasil jadi. Dari 26 itu, 11 sel telur yang sudah dibuahi masuk ke dalam rahimnya, tiga sel telur di frezer dan disimpan delapan sel telur.

Proses disuntik embrio ini membuat Tyas harus istirahat total selama lima harian di rumah sakit. Pada saat itu, dia masih merasa tidak ada perubahan dalam dirinya.

Ia malah bertanya pada perawat karena tidak ada reaksi ketika embrio yang masih ke dalam tubuhnya. Sebab sahabatnya yang ikut program bayi tabung merasakan mual dan muntah, akibat ransangan dari embrio yang masuk.

"Sementara aku nggak ada sama sekali, nggak berasa apapun. Apa ini nggak nempel ya embrioku. Tapi pulang dari rumah sakit, perut kembung nggak enak banget kayak hamil delapan bulan," ucapnya terkejut.

"Ya Allah itu telur banyak banget, perutku kembung isi cairan yang rasanya aku sesak, nggak bisa bangun. Nggak bisa bicaa, nggak bisa apa-apa cuma bisa tiduran duduk," kenangnya lagi.

Menurut Tyas, jika dia rebahan, cairan bisa masuk ke dalam paru-paru. Ia pun hanya bisa menangis setiap hari menahan rasa sakit.

"Aku bedrest nggak ke mana-mana, susah gerak itu satu minggu, cuma karena aku sok kuat jadi aku hajar makan terus dengan perut sesak karena aku baca harus dilawan," terangnya.

Setiap ada keluhan Tyas langsung video call dengan perawat sambil menangis. Kemudian perawat memberikannya bahwa insya Allah dia akan berhasil.

Kisah pasutri setelah 3 kali gagal bayi tabung, kini mendapatkan empat bayi kembar.Kisah pasutri setelah 3 kali gagal bayi tabung, kini mendapatkan empat bayi kembar. Foto: Dok. pribadi Tri Ayuningtyas.

Tyas Dinyatakan Positif Hamil

Setelah dua minggu menahan rasa sakit pada bagian perut, Tyas kontrol ke dokter. Kemudian Tyas memeriksa melalui test pack atau alat uji kehamilan.

"Tapi yang intip hasilnya si abi. Aku takut patah hati lagi. Abi teriak nangis kita berhasil dua garis ini jelas bangeet. Subhanallah kebetulan suster lagi pada di rumahku. Jenguk aku sekalian pengen tahu juga bagaimana hasilnya langsung pada ikut nangis. Karena mereka kan teman setia aku selama jalaninin programnyaa," tuturnya panjang lebar.

Lalu perawat menjelaskan jika bayi yang ada di kandungan Tyas adalah anak kembar. Sebab garis di alat tes pack tanpa samar semua.

"Finally makasih Allah ikhtiar aku, Allah jawab juga. Masih gelisah tes BHCG terus. Eh nilai hormon tinggi terus. Aku cek lab dua hari sekali karena penasaran. Taraaaaaa USG semua kantung nempel berkembang tiga-tiganya," jelasnya haru.

Namun saat pemeriksaan, dokter menerangkan jika bukan hanya ada tiga kantung janin. Melainkan da satu kantung yang ikut menempel.

"Jadi 4 bu yang 2 kembar identik bu. Selamat bu bener total 4 anak," begitu kata dokter seperti ditirukan Tyas.

Ketika janin Tyas dicek detak jantungnya, terdengar suara terasa kencang. Sedangkan biasanya di usia kehamilan minggu, detak jantung janin tidak semua terlalu jelas (samar) bahkan mungkin ada yang detaknya belum bisa terdeteksi.

"I'm so Blessed yaa ini semua kencang. Alhamdulillah Allah maha baik banget," tuturnya.

Kisah pasutri setelah 3 kali gagal bayi tabung, kini mendapatkan empat bayi kembar.Kisah pasutri setelah 3 kali gagal bayi tabung, kini mendapatkan empat bayi kembar. Foto: Dok. pribadi Tri Ayuningtyas.

Risiko Hamil 4 Bayi Kembar

Memasuki minggu ke-6 kehamilan, Tyas melakukan USG di rumah sakit untuk mengetahui detak jantung janin yang ada di rahim. Dokter Malvin Emerdldy sempat galau dan gelisah, karena membayangkan potensi risiko bagi perkembangan janin dan keselamatannya.

Dokter Malvin memberikan rujukan untuk segera berkonsultasi dengan dokter Wiku spesialis kehamilan berisiko tinggi di RS Eka Hospital Serpong.

"Akhirnya kami bertemu dengan dokter Wiku, beliau sangat terkejut dengan kondisi saya yang hamil dengan empat bayi. Banyak nasihat yang diberikan kepada kami, dari masalah keselamatan bayi, keselamatan saya, bayi kemungkinan lahir prematur, biaya proses melahirkan akan sangat tinggi dan sebagainya," imbuhnya.

Setelah selesai, keduanya cukup gelisah membayangkan hal-hal yang disampaikan oleh dokter Wiku. Pasrah kepada Allah SWT menjadi benteng pertahanannya, ikhlas akan takdir Allah SWT.

"Perjalanan kehamilan alhamdulillah lancar. Karena semua dibuat happy, makananan tidak ada pantangan, asal tidak berlebihan. Kalaupun ada OHSS. Saya jalanin semuanya dengan happy, karena membayangkan saat-saat pertemuan dengan empat bayi mukjizat Allah," kata Tyas.

Akhirnya pada minggu ke-30 lewat tiga hari, tepatnya hari Senin 27 April 2020 Tyas melahirkan empat bayi kembarnya. Saat itu bersamaan dengan hari ke-4 bulan Ramadhan

"Karunia terbesar dalam hidup kami, dua laki-laki dan dua perempuan, yang kami namakan GUCI (Gavin, Urvan, Carissa, Isaura)," ucap Tyas.

Pasangan yang tinggal di kawasan Jakarta Barat ini pun kini sedang menikmati masa menjadi orangtua dengan empat orang anak. Di akun Instagramnya @kembar4guci, keduanya kerap mengunggah momen perkembangan keempat buah hati.

Bagi kamu yang sedang menanti dua garis biru dan mengalami gagal saat menjalankan program bayi tabung, Tyas memberikan pesan.

"Tetaplah bersemangat, yakin akan kasih sayang Allah. Buatlah perasaan selalu bahagia, jangan dibatasi dengan pantangan-pantangan makanan, asal tidak berlebihan dan menuruti apa yang dianjurkan oleh dokter dan tim," jelasnya.

Kalau pun pernah gagal, tetap untuk mencoba lagi dan berkeyakinan terus bahwa Allah sangat baik. Mendengar doa-doa yang kita panjatkan.

"Di sini aku baru ngerasain janji Allah nggak pernah meleset. Allah SWT selalu berjanji 'hadiah bagi orang yang bersabar' tadinya sebelum aku masih dengan ego menjalani proses demi proses sampe akhirnya selalu menuntut, mana katanya janji buat orang yang sabar, aku ini udah sabar terus apa kurang sabar gimana lagi. Sampai di titik aku bisa benar-benar yang namanya pasrah, sepasrah-pasrahnya," ungkap Tyas.

"Jadi aku lima kali coba dengan satu kali gagal OPU (pengambilan ovum). Jadi kita anggap empat kali, dengan 3 kali OPU. Lalu ini adalah ET (embrio transfer) keempatku. Allah SWT kasih kontan, empat juga bayaran semua kegagalan kesedihan aku selama nggak berhasil-berhasil Allah bayar selunas itu," kenangnya.

(gaf/eny)