Liputan Khusus Ghosting

Apa Itu Ghosting? Ini Definisi dan Efek Ghosting Menurut Psikolog

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 15 Mar 2021 10:31 WIB
Sad young woman having conversation on mobile phone and crying at home. Millennial lady having difficult talk, hearing sad news, going through breakup or relationship problems Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio.
Jakarta -

Kata ghosting mendadak jadi sorotan publik semenjak viral kisah percintaan Kaesang dan Felicia merebak di media sosial. Kaesang disebut memutuskan hubungan secara tiba-tiba tanpa kabar.

Kaesang sendiri melalui sebuah video singkat mengklarifikasi tuduhan tersebut. Dia mengaku sudah memutuskan hubungan cintanya dengan Felicia dan dimaki-maki keluarga mantan pacarnya itu.

Terlepas dari pengakuan Kaesang, ghosting kini jadi istilah percintaan yang viral setelah drama percintaan putra Presiden Jokowi itu. Warganet pun ramai-ramai membahas perilaku ghosting mulai dari bertanya definisi ghosting hingga berbagi kisah kena ghosting seperti Felicia.

Apa Itu Ghosting?

Menurut Psikolog Meity Arianty STP. M. Psi, ghosting adalah salah satu fenomena kencan modern di mana salah satu pihak mendadak hilang tanpa kabar atau kata-kata yang jelas. Perilaku ghosting ini biasanya ini terjadi di dalam kencan online. Namun sebenarnya ghosting bukan hanya terbatas pada hubungan romantis, bisa juga untuk pertemanan atau bahkan hubungan kerja.

"Ghosting itu seperti penolakan tanpa jawaban yang jelas sehingga akan terkesan sangat menyakitkan, ini tentu akan membuat bingung dan tidak nyaman bagi yang mengalaminya. Namun bukan hanya terkait hubungan percintaan karena pertemanan dan dalam hubungan kerja juga dapat terjadi. Misal dalam pertemanan tiba-tiba nggak ada kabar atau saat ngobrol di chat tiba-tiba nggak di balas dan nggak jelas, begitu pun dalam hubungan kerja yang misal tiba-tiba nggak masuk, nggak ngasih kabar dan nggak bisa di temui sehingga menghambat pekerjaan," kata Meity saat dihubungi Wolipop, Sabtu (13/3/2021).

Perilaku ghosting identik dilakukan para pria. Namun menurut Mei aksi ghosting ini secara gender sama saja, alias pria dan wanita bisa melakukannya. Beberapa survei ada menyebutkan lebih banyak pria melakukan ghosting. Namun di survei yang lain menyebutkan justru wanita yang kerap melakukan ghosting.

Efek Ghosting

Dalam kasus Felicia Tissue yang disebut kena ghosting Kaesang Pangarep, ghosting membuatnya menjadi sedih. Sementara para wanita yang berbagi kisah ghostingnya kepada Wolipop (bisa dibaca di sini), mengaku mengalami trauma.

Mei mengatakan efek ghosting dalam sebuah hubungan tergantung dari seberapa serius dan intens jalinan cinta tersebut. Semakin dalam hubungan cinta, saat kena ghosting pun akan semakin membuat frustasi korbannya.

"Biasanya korban ghosting akan sakit hati, sedih, cemas, dendam, marah, stres, frustrasi, bahkan depresi, ada yg menyalahkan dirinya sendiri, melukai dirinya (self harm), ada yg trauma (tidak percaya hubungan lagi )," jelas Mei

(gaf/eny)