Liputan Khusus Ghosting

Kisah 3 Wanita Kena Ghosting Para Pria, Ada yang Ditinggal Setelah Tunangan

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 13 Mar 2021 16:30 WIB
Lonely sad woman deep in thoughts sitting daydreaming or waiting for someone  in the living room with a serious expression,  she is pensive and suffering from insomnia sitting on couch Ilustrasi wanita yang sedang alami ghostig. Foto: Getty Images/ljubaphoto.
Jakarta -

Istilah ghosting disebut dalam drama percintaan Kaesang Pangarep dan Felicia Tissue. Ibunda Felicia, Meilia Lau menuliskan curhatan panjang mengenai kekagetannya saat mengetahui putra bungsu Jokowi itu sudah memiliki kekasih baru. Dia menyindir Kaesang dan kekasih barunya melalui sederet unggahan di Instagram @meilia_lau. Salah satu sindiran yang dilakukannya adalah dengan mengunggah tulisan teman Kaesang dan Felicia. Tulisan sang teman itulah yang menyebut Kaesang melakukan ghosting pada Felicia.

Arti ghosting sendiri adalah saat seseorang yang kamu dekati atau kencani mengakhiri hubungan dengan memutuskan semua komunikasi, tanpa penjelasan apa pun. Pelaku ghosting akan pergi setelah komunikasi intens atau beberapa kali pergi kencan atau ketika kamu sedang dalam komitmen hubungan. Perlu diingat ghosting juga bisa terjadi di hubungan pertemanan platonic (sekadar berteman tanpa komitmen pacaran) dan itu tidak kalah menyakitkannya.

Dari survei yang dilakukan oleh situs Elle Amerika Serikat ditemukan bahwa 26 persen wanita dan 33 persen pria pernah melakukan ghosting dan di-ghosting. Sementara 24 persen wanita dan 17 persen pria mengaku pelaku ghosting tetapi tidak pernah di-ghosting.

Gara-gara drama percintaan Kaesang Pangarep dan Felicia, ghosting menjadi perbincangan hangat warganet. Dan akhirnya banyak wanita yang berbagi pengalaman pernah mengalami ghosting. Seperti tiga wanita ini yang berbagi kisahnya kepada Wolipop. Mereka ada yang kena ghosting saat baru pacaran, di-ghosting ketika sudah berencana membeli cincin tunangan hingga yang mengalami ghosting setelah bertunangan.

Wanita pertama yang berbagi kisahnya kepada Wolipop saat mengalami ghosting adalah Marina yang berasal dari Jakarta. Marina menuturkan, semasa dia kuliah, pada pertengahan tahun 2015, ada teman kampusnya yang tiba-tiba mendekatinya dan memberikan perhatian lebih. Namun saat hubungan mereka semakin dekat, sang pria melakukan hal aneh.

"Tiba-tiba dia pasang foto mantannya dan mantannya itu mention aku di Twitter dan nyindir aku. Aku minta penjelasan dari cowok aku dan dia tidak menanggapinya. Sejak saat itu dia nggak pernah chat lagi dan di kampus aku jadi jarang melihat dia," ucap Marina.

Cerita selanjutnya soal pengalaman kena ghosting datang dari Gendis. Dia mengalami ghosting padahal sudah mengukur cincin untuk tunangan bersama mantan pasangannya. Sebelumnya dia dan pasangannya itu tidak ada masalah. Dan hubungan cinta mereka sudah berjalan selama enam tahun.

Pada 2016, wanita yang berusia 26 tahun itu sudah berusaha untuk menemui pasangannya itu dengan berbagai cara bahkan lewat pihak ketiga. Namun si pria enggan memberikan penjelasannya. Dan hubungannya pun berakhir tanpa alasan yang pasti.

Karin (24 tahun) mengalami ghosting yang lebih menyedihkan dari Gendis dan Marina. Pasalnya dia kena ghosting pria di saat mereka sudah bertunangan. Pasangannya itu tiba-tiba memutuskan Karin tanpa memberikan penjelasan.

"Kayak disamber petir waktu itu. Saya telepon dia tapi nomor saya langsung diblokir, socmed dan semua akses saya diblokir Saya menangis sejadi-jadinya," ujar Karin pilu.

Apa yang dilakukan Marina, Gendis dan Karin saat mengalami ghosting? Dan bagaimana mereka move on? Simak selengkapnya dalam Liputan Khusus Ghosting hanya di Wolipop.

(gaf/eny)