Liputan Khusus

Kenali Ciri-Ciri dan Modus Predator Seksual di Aplikasi Kencan Online

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 24 Jan 2021 15:30 WIB
Menemukan pasangan lewat aplikasi Ilustrasi ciri dan modus predator seks. Foto: Istock
Jakarta -

Baru-baru ini viral tentang predator seksual yang mencari mangsa melalui aplikasi kencan online. Sejumlah wanita pun telah menjadi korbannya. Sontak kasus tersebut langsung menjadi sorotan warganet. Bisakah ciri-ciri dan modus predator seks dikenali?

Di tanah air, aplikasi kencan online dipilih bagi kaum jomblo untuk mendapatkan pasangan. Namun tidak semua pengguna aplikasi kencan online, tujuannya ingin mendapatkan pasangan. Nyatanya ada juga yang hanya ingin bersenang-senang mencari kepuasan seksual semata.

Bagaimana cara mengenali pria yang memakai aplikasi kencan online untuk mencari mangsa demi kepuasaan seks? Poppy R. Dihardjo, inisiator No Recruit List yang merupakan daftar para pelaku kekerasan berbasis gender mengungkapkan apa saja ciri dan modus predator seks berdasarkan pengalamannya menerima laporan dari para korban. No Recruit List sendiri dibuat berdasarkan aduan korban kekerasan seks yang kemudian digunakan untuk mengawasi dan membatasi pelaku.

Poppy mengungkapkan predator seks kini semakin marak ditemukan di aplikasi kencan online karena terbatasnya ruang gerak mereka selama pandemi. Apalagi dengan adanya PSBB sehingga ruang interaksi sosial para pelaku kekerasan seksual ini semakin sedikit.

"Banyak yang beralih ke dating apps karena berbagai alasan, mulai dari kesepian sampai mencari teman hidup. Ini jadi memberi ruang dan kesempatan bagi predator untuk melakukan berbagai kekerasan seksual. Mulai dari pelecehan saat chat, manipulasi seksual, penyebaran konten intim dan lainnya. Kami menyebutnya kekerasan seksual yang difasilitasi teknologi," kata Poppy saat diwawancara oleh Wolipop, Jumat (22/1/2021).

Ciri-ciri dan Modus Predator seksual

Poppy yang kerap menerima aduan korban kekerasan seks yang difasilitasi teknologi ini mengatakan ada beragam modus predator seks. Modus yang ditemui biasanya memulai dengan memberikan pujian hingga menjanjikan untuk menikah.

"Ada yang mengawali dengan berbagai macam pujian sampai memabukkan. Ada yang mengawali dengan bilang serius mencari pasangan hidup sampai korban merasa yakin. Atau seperti kasus yang viral belakangan ini, menggunakan pancingan berupa betapa pahamnya dia akan 'kepribadian' korban. Sehingga korban merasa mereka begitu dipahami," jelas wanita yang juga penggagas support group perempuan berbasis komunitas PenTaSIndonesia (Perempuan Tanpa Stigma) itu.

Poppy menambahkan predator seksual pastinya selalu memanfaatkan kerentanan korbannya. Hal itu mereka lakukan demi mendapatkan keuntungan mulai dari seks hingga ekonomi.

Selain modus memberikan pujian hingga menjanjikan pernikahan, para pelaku kekerasan seksual yang mencari korban di aplikasi kencan online ini juga memiliki cirinya tersendiri. Berikut ciri-ciri predator seksual di aplikasi kencan online menurut Poppy:

1. Grooming

Grooming adalah tindakan atau upaya seseorang untuk membangun hubungan emosional korban. Sehingga pelaku bisa mendapat kepercayaan dari korban. Prosesnya pun ada yang singkat dan lama, tergantung bagaimana pelaku memanjakan korban hingga terbuai.

Bagaimana seorang predator seksual membangun grooming ini kata Poppy, bisa dilihat dalam film Dirty John. "Rata-rata predator itu punya skill 'grooming' yang bagus. Biasanya diawali dengan pertemanan yang asyik, lalu dia mulai cari tahu seberapa berisikonya hubungan dia denganmu (misalnya koneksi atau keluarga atau hubungan pertemanan)," jelasnya.

2. Manipulasi

Setelah pelaku predator seks mampu membangun hubungan emosional dengan korban, dia akan menetapkan dirinya punya kuasa. "Kalau merasa sudah aman ya mereka mulai mengisolasi kamu dan manipulasi pun dimulai. Mulai dari interaksi yang membuat tidak nyaman (sentuhan, ciuman) sampai ke hubungan seks non konsensual bahkan pemaksaan kehamilan yang berujung pemaksaan aborsi," ujar Poppy.

Korban predator seks ini pun pada akhirnya akan mengalami penderitaan secara fisik maupun psikis. Ketika korban membuat aduan ke NRL, Poppy yang membuat daftar pelaku kekerasan seksual sejak Maret 2020 itu mengatakan pihaknya, selalu berusaha memahami korban terlebih dahulu. Memang ketika ada seseorang menjadi korban predator seks, yang diinginkan adalah membawa pelaku ke jalur hukum.

"Namun kita seolah lupa bahwa ada para penyintas yang mungkin masih terluka dan trauma. Buat kami, kebutuhan korban dan penyintas untuk pulih adalah prioritas nomer 1," ujarnya.

Bagaimana sekarang kamu sudah tahu kan ciri-ciri dan modus predator seks di aplikasi kencan online? Selalu waspada ya!

(gaf/eny)