Liputan Khusus

Bikin Kapok Predator Seks, Wanita Ini Buat Daftar Pelaku Kekerasan Seks

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 24 Jan 2021 07:00 WIB
Poppy R. Dihardjo pendiri No Recruit Poppy R. Dihardjo membuat No Recruit List, daftar pelaku kekerasan seksual. Foto: Dok. pribadi Poppy
Jakarta -

Seiring semakin maraknya penggunaan media sosial, kekerasan terhadap wanita yang berhubungan dengan dunia siber pun meningkat. Hal ini terbukti berdasarkan laporan kekerasan siber yang masuk ke Komnas Perempuan.

Dalam Catatan Tahunan 2020 Komnas Perempuan terungkap, tercatat kenaikan yang cukup signifikan terhadap pengaduan kasus cyber crime. Pada 2020, ada 281 kasus laporan cyber crime ini. Terjadi kenaikan 300% sejak 2018 terkait laporan kekerasan terhadap wanita terkait internet. Kasus siber terbanyak berbentuk ancaman dan intimidasi penyebaran foto dan video porno korban;

Saat mengalami kekerasan seks terkait internet ini biasanya korban akan kebingungan untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya. Kasus kekerasan seksual ini tak sedikit juga yang pada akhirnya tidak diusut dan lemah dimata hukum ketika sudah dilaporkan ke pihak berwajib. Pada akhirnya korban lah atau wanita yang semakin dirugikan. Sementara pelaku kekerasan seksual ini semakin merajalela dengan aksinya.

Berkaca pada maraknya kekerasan seksual pada wanita ini wanita bernama Poppy R. Dihardjo membuat sebuah wadah yang dinamakan No Recruit List. Apa itu?

"No Recruit List adalah daftar para pelaku kekerasan berbasis gender berdasarkan aduan korban yang akan digunakan untuk mengawasi dan membatasi pelaku kekerasan seksual di dunia kerja terlepas di mana terjadinya kekerasan dan siapa korbannya," ungkap Poppy ketika diwawancara Wolipop, Jumat (22/1/2021).

No Recruit List (NRL) dibuat Poppy sejak Maret 2020. Wanita yang dikenal sebagai penggagas support group perempuan berbasis komunitas PenTaSIndonesia (Perempuan Tanpa Stigma) itu mengungkapkan alasannya membuat NRL.

"Berawal dari kegelisahan saya akan makin tingginya angka kekerasan seksual setiap tahunnya dan sulitnya membawa kasus ke ranah hukum karena belum ada payung hukum yang jelas melindungi dan menjamin pemulihan korban," ujarnya.

Dalam membuat NRL ini, Poppy juga berdiskusi dengan teman-temannya sesama penggiat isu perempuan di jaringan KOMPAKS (Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual). "Akhirnya kami menginisiasi penanganan kasus non-litigasi dengan cara membatasi langkah pelaku di ruang kerja," tambahnya.

Daftar pelaku kekerasan seks dalam NRL ini dibuatnya agar suatu perusahaan atau organisasi mampu menjaga lingkungan kerja yang aman dari kekerasan seksual. Dan perusahaan atau organisasi tersebut juga memahami bahwa pelaku kekerasan seks bukanlah aset yang harus dilindungi.

Lalu bagaimana caranya ketika korban kekerasan seksual ingin melaporkan pelaku kepada pihak NRL?

Para korban yang pernah mengalami kekerasan seksual, bisa dengan mudah mengisi form yang linknya tersedia di akun Instagram @norecruitlist. Setelahnya laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh tim NRL. Berikut caranya mendaftarkannya:

1. Mengisi data pribadi

2. Menulis daftar nama terlapor (nama terlapor tidak akan disebarkan kepada publik)

3. Bukti bersifat wajib, untuk menghindari fitnah atau defamasi, terutama jika ingin dibawa ke ranah hukum.

4. Data aduan akan langsung DIUNDUH lalu DIHAPUS dari Cloud untuk menghindari peretasan.

Masih belum yakin? Kamu bisa e-mail ke norecruitlist@gmail.com untuk informasi lebih lanjut.



Simak Video "KuTips: Tips Aman Cari Jodoh di Aplikasi Kencan Online"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)