5 Fakta Unik Single Day, Hari Jomblo yang Diperingati Setiap 11.11

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 11 Nov 2020 11:30 WIB
ilustrasi fokus Ilustrasi Perayaan Single Day / Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pernahkah kamu mendengar tentang Single Day sebelumnya? Di China, Single Day sendiri merupakan hari jomblo yang selalu dirayakan setiap tanggal 11.11 atau 11 November. Kebanyakan dari kamu saat ini mungkin mengira bahwa 11.11 adalah hari belanja online, karena akan ada banyak promo-promo dan penawaran menarik. Namun ternyata tak hanya itu saja, karena ada juga perayaan lain di hari tersebut.

Seperti dikutip dari Day Translations, di China, Single Day disebut Guanggun Jie, Guānggùn Jié atau Kuang-kun chieh, yang artinya adalah liburan untuk para kaum jomblo. Perayaan ini nyatanya cukup populer di kalangan anak muda di China yang bangga dengan status lajang mereka. Bagi mereka hidup melajang justru membuat mereka lebih bebas melakukan apa yang mereka inginkan.

Tanggal 11 November sendiri sebenarnya merupakan hari libur yang tidak resmi bagi para lajang. Walaupun demikian, namun 11 November nyatanya merupakan tanggal yang cukup popular untuk menikah. Pada tahun 2011 dilaporkan ada lebih dari 4.000 pasangan yang menikah di Beijing saat hari perayaan Single Day itu.

Tak hanya itu saja, Jack Ma, pendiri Alibaba juga memanfaatkan hari tersebut sebagai hari belanja online. Pada tahun 2017 saat Single Day dirayakan, banyak pembeli yang bertransaksi menggunakan situs jual beli Alibaba. Diperkirakan situs tersebut memperoleh pendapatan fantastis hingga sekitar Rp 351 triliun.

Single Day sendiri sebenarnya bertentangan dengan keyakinan orang China. Seperti yang diketahui, orang China cukup tradisionalis dan bagi para orangtua, mereka menginginkan anak-anaknya untuk menikah lebih awal. Namun dengan popularitas Single Day, banyak yang kemudian menentang keinginan orangtua mereka itu. Berikut ini beberapa fakta unik seputar Single Day.

Fakta Unik Single Day

1. Single Day awalnya dimulai dari lelucon di kalangan para siswa sebagai hari perayaan anti Valentine untuk para pria dan wanita lajang. Setelahnya perayaan Single Day itu terus berkembang hingga saat ini.

2. Perayaan Single Day ditemukan pada tahun 1990, tahun yang sama ketika Seinfeld, AOL, dan Nintendo 64 cukup populer. Para siswa yang masih melajang kemudian merayakan Single Day pada tanggal 11 November 1993. Tanggal tersebut sengaja dipilih karena menurut mereka angka 1 adalah angka kesepian.

3. Awalnya pesta perayaan Single Day cukup sederhana. Hanya dirayakan dengan berlibur bersama para lajang, di mana mereka saling berbagi makanan, salah satunya adalah adonan stik goreng yang disebut yóutiáo. Namun setelah Alibaba menggunakan hari tersebut sebagai hari belanja online, maka popularitas tanggal 11 November pun semakin meningkat. Saat ini Single Day adalah hari belanja yang memecahkan rekor terbesar di dunia, di mana para konsumen China berbelanja berbagai macam barang secara royal.

4. Beberapa tahun belakangan ini Single Day memiliki arti baru. Banyak para jomblo yang kemudian menjadikan hari tersebut sebagai kesempatan untuk mengakhiri masa lajangnya. Mereka menghabiskan hari tersebut untuk berkomunikasi dan berbaur dengan orang lain, membeli hadiah untuk gebetan, serta pergi ke pesta kencan dan kencan buta. Jika berhasil menemukan pasangan pada hari Single Day maka itu akan dianggap sebagai kesuksesan pribadi.

5. Perlu diingat bahwa Single Day hanyalah hari berbelanja di China, bukan hari libur resmi.

(vio/vio)