Liputan Khusus Pekerjaan Zaman Now

Gaji Menggiurkan Makcomblang Profesional di Indonesia, Dibayar Ratusan Juta

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 23 Agu 2020 13:00 WIB
Zola Yoana Zola Yoana matchmaker atau mak comblang profesional bersertifikat. Foto: Dok. pribadi Zola Yoana
Jakarta -

Siapa sangka makcomblang ternyata bisa menjadi sebuah profesi. Wanita bernama Zola Yoana ini menjalaninya. Dia berprofesi sebagai matchmaker atau makcomblang yang memiliki sertifikasi dari Amerika Serikat.

Bekerja sebagai matchmaker alias makcomblang, Zola mendirikan High End Matchmaking Agency, Heart Inc. Wanita yang merupakan lulusan Matchmaking Institute of New York itu mengungkapkan klien biro jodohnya datang kalangan yang secara penghasilan sudah mapan.

"Member saya tidak hanya di Indonesia tetapi global. Saya berkolaborasi dengan matchmaker di seluruh dunia, so you can find love every where. Saat ini klien saya lebih banyak wanita, 60% wanita, 40% pria dari berbagai macam suku dan agama, sukses dan mapan pastinya. Dan dari berbagai macam profesi, founder, CEO, pengusaha, pengacara, dokter, professional, VP, dari kalangan artis juga banyak. As long as you are single or divorce, attractive, financially independent, looking for long-term partner. This service is for everyone there is no gender for love , everyone deserved love," tuturnya panjang lebar.

Zola pun menetapkan biaya yang bisa dibilang tidak murah untuk mereka yang tertarik dijodohkan olehnya. Bagi yang tertarik mendaftar ke Heart Inc, biayanya mulai dari US$ 2.500 hingga US$ 7.000 tergantung membership yang diinginkan.

"Ada membershipnya dan itu start dari 2.500 dolar sampai 7.000 dolar (sekitar Rp 37 juta sampai Rp 103 juta). Biaya itu untuk satu tahun, including matchmaking dengan internasional, jadi nggak cuma di Indonesia saja dan unlimited dating. Dan dapat coaching relationship dari saya. Terus ada feedback after dating dan aku set up dating-nya," jelas Zola saat berbincang dengan Wolipop di Pacific Place, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Zola mengaku tak sembarangan menerima orang untuk menjadi kliennya. "Saya sangat selective, proses pertama adalah initial consultation, setelah itu akan di screening lagi, jadi belum tentu diterima menjadi member Heart Inc. Aku bener-bener filter banget base on atitude, ada hiden agenda atau tidak. Untuk yang mencari istri ke dua tidak akan bisa, karena service saya hanya untuk monogamous relationship. Jadi yang memang serius mencari someone relationship for longterm. Goalnya adalah menikah," ungkap Zola saat berbincang dengan Wolipop di Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020).

Zola YoanaZola Yoana Foto: Dok. pribadi Zola Yoana

Ketika melakukan perjodohan, Zola akan menanyakan berbagai hal pada kliennya. Mulai dari apa yang ingin dicapai dalam berhubungan, kepribadianya dan cerita masa lalunya.

"Jadi dari situ saya baru matchingin karakternya dia itu cocoknya dengan yang mana. Dari ketemuan itu saya bisa mengetahui bahwa dia cocok dengan orang yang bagaimana. Jadi point sebenarnya your love goals lebih terarah dan di-guide," jelas Zola yang mendirikan Heart Inc pada 2013.

Setelah klien membayar untuk biaya keanggotaan di Heart Inc, Zola akan mengatur jadwal kencan untuk orang tersebut. Tak hanya sebatas menjodohkan saja, dia juga memantau dan menanyakan bagaimana proses pengenalan satu sama lainnya. Ia akan menangani satu per satu kliennya sampai tuntas dan menemukan pasangan yang sesuai dengan karakter orang tersebut.

"Jadi habis mereka dating, next day-nya aku bertanya bagaimana datingnya tadi malam, jadi ada sesi feedback. Kalau dia bilang kayaknya bukan aku banget deh atau dia bukan tipe aku deh, ya sudah aku akan carikan lagi. Tapi kalau dia bilang ingin ketemuan lagi, aku set up untuk second date. Jadi fokus untuk satu orang dulu. Kalau ternyata tidak cocok, nanti dating lagi dengan yang next-nya. Tthe way I match people based on life values. Kalau mencari pasangan, ternyata valuesnya nggak sama, ya wasting time juga. Yang satu lagi mau punya anak dan yang satunya lagi nggak, ya mau ngapain, percuma juga. Jadi seperti itu proses matchmaking," tutur wanita yang lahir di Semarang itu.

Zola merasa sukses untuk menjodohkan ketika kliennya bertemu dengan pasangan yang sebenarnya di awal bukan tipenya. "Tapi saya bisa melihat mereka cocok karena dari personality , similarities and life values," ucap Zola sambil tersenyum.

(gaf/eny)
dMentor
×
Ciptakan Mental Baja Dalam Berbisnis
Ciptakan Mental Baja Dalam Berbisnis Selengkapnya