Berbagi Tugas Rumah Tangga, Perlu Dilakukan atau Tidak?
Pembagian tugas di dalam kehidupan rumah tangga merupakan topik perdebatan yang kerap terjadi di antara suami dan istri. Ambiguitas pembagian rumah tangga juga sering kali mengakibatkan ketegangan yang berlangsung antarpasangan.
Dilansir dari The Atlantic, menurut sebuah jajak pendapat di tahun 2007 di Amerika Serikat berbagi tugas rumah tangga berada di tiga masalah besar peringkat tertinggi setelah kesetiaan dan seks yang erat dengan pernikahan sukses. Pada jajak pendapat tersebut, sebanyak 62% orang dewasa mengatakan pembagian tugas rumah tangga sangat penting untuk keberhasilan sebuah pernikahan.
Secara keseluruhan, perempuan lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah tangga dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan bisa dikatakan mengerjakan tugas rumah tangga lebih banyak daripada laki-laki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi seiring perkembangan zaman yang semakin dinamis, makin banyak perempuan yang sudah mulai bekerja dan menafkahi rumah tangga. Artinya, pemikiran konvensional yang menuntut perempuan harus mengemban tugas-tugas rumah tangga sebaiknya direvisi.
Patut diketahui ada manfaat dengan sama-sama membagi tugas untuk mengurus rumah tangga di antara laki-laki dan perempuan. Dilansir dari Harvard Business Review pembagian tugas rumah tangga mempunyai berbagai manfaat bagi keluarga, seperti membaiknya karier seorang perempuan, karena perempuan bisa lebih fokus terhadap pekerjaannya.
Lebih lanjut, pembagian tugas rumah tangga juga akan baik bagi sisi laki-laki karena secara tak sadar dirinya akan lebih berani mengungkapkan fleksibilitas dalam waktu bekerja. Pembagian tugas juga punya manfaat untuk anak juga lho, anak-anak akan melihat contoh dan juga teladan yang baik dari sosok ayah yang membantu tugas rumah tangga.
Baca juga: Urus Rumah Tangga, Tugas Istri atau Suami? |
Jadi tak perlu ditanyakan apakah penting berbagi tugas rumah tangga, karena bila dikerjakan secara bersama-sama akan baik untuk hubungan suami istri dan juga bermanfaat bagi keluarga. Selain itu, secara tak langsung pembagian tugas rumah tangga juga merupakan salah satu penerapan kesetaraan gender yang dimulai dari dalam rumah.
Mendukung kesetaraan gender tersebut, PT Heinz ABC yang ingin berkontribusi agar semangat kesetaraan gender tetap terjaga, dengan meluncurkan program Koki Muda Sejati yang merupakan bentuk dukungan ABC terhadap kesetaraan gender yang harus dimulai di dalam keluarga.
Head of Legal & Corporate Affairs Kraft Heinz Indonesia & PNG Mira Buanawati mengatakan program ini akan menggunakan metode daring, yang bekerja sama dengan platform daring, Ruang Guru. Dirinya memaparkan Heinz ABC percaya bahwa mendidik dan mendorong generasi muda memiliki pemahaman kesetaraan gender sangatlah penting untuk masa depan mereka. Kampanye ini juga untuk menunjukkan kontribusi Heinz ABC bagi Indonesia dalam memberikan tujuan baik bagi generasi muda.
"Heinz ABC menggagas gerakan ini untuk mengubah persepsi masyarakat dan membangun perilaku yang lebih baik di kalangan anak muda," pungkas Mira.
Fashion
Kemeja Wanita Ini Bisa Dipakai di Berbagai Suasana, Cek Produknya untuk Lengkapi Fashion Tahun Barumu!
Hobbies & Activities
Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Sonix Incline Treadmill STR01 di Rumah!
Home & Living
Awali Tahun Baru dengan Rumah Rapi dan Nyaman! Pilihan Storage Box Ini Bisa Jadi Penyelamat
Fashion
Wanita Pekerja Wajib Punya! Celana Kulot Ini Bikin Gaya Lebih Rapi dan Dewasa
Ramalan Shio 2026 Tahun Kuda Api: Prediksi Lengkap Nasib 12 Shio
Ramalan Zodiak Cinta 1 Januari: Virgo Perhatian, Leo Hindari Nada Tinggi
Ramalan Zodiak 1 Januari: Scorpio Hati-hati, Sagitarius Lebih Teliti
Resolusi 2026: Tak Perlu Banyak Target, 5 Ini Sudah Cukup
Ramalan Zodiak 1 Januari: Cancer Evaluasi Diri, Leo Kerja Keras
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
7 Potret Selebriti Liburan Tahun Baru di Jepang, Ada Aura Kasih Hingga Prilly
Potret Tasya Farasya Umrah saat Tahun Baru 2026, Cantik Manglingi Berhijab
Gaya Istri Zohran Mamdani Saat Suami Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York











































