Berbagi Tugas Rumah Tangga, Perlu Dilakukan atau Tidak?

Angga Laraspati - wolipop Rabu, 02 Sep 2020 13:43 WIB
suami istri Foto: shutterstock
Jakarta -

Pembagian tugas di dalam kehidupan rumah tangga merupakan topik perdebatan yang kerap terjadi di antara suami dan istri. Ambiguitas pembagian rumah tangga juga sering kali mengakibatkan ketegangan yang berlangsung antarpasangan.

Dilansir dari The Atlantic, menurut sebuah jajak pendapat di tahun 2007 di Amerika Serikat berbagi tugas rumah tangga berada di tiga masalah besar peringkat tertinggi setelah kesetiaan dan seks yang erat dengan pernikahan sukses. Pada jajak pendapat tersebut, sebanyak 62% orang dewasa mengatakan pembagian tugas rumah tangga sangat penting untuk keberhasilan sebuah pernikahan.

Secara keseluruhan, perempuan lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah tangga dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan bisa dikatakan mengerjakan tugas rumah tangga lebih banyak daripada laki-laki.

Apalagi seiring perkembangan zaman yang semakin dinamis, makin banyak perempuan yang sudah mulai bekerja dan menafkahi rumah tangga. Artinya, pemikiran konvensional yang menuntut perempuan harus mengemban tugas-tugas rumah tangga sebaiknya direvisi.

Patut diketahui ada manfaat dengan sama-sama membagi tugas untuk mengurus rumah tangga di antara laki-laki dan perempuan. Dilansir dari Harvard Business Review pembagian tugas rumah tangga mempunyai berbagai manfaat bagi keluarga, seperti membaiknya karier seorang perempuan, karena perempuan bisa lebih fokus terhadap pekerjaannya.

Lebih lanjut, pembagian tugas rumah tangga juga akan baik bagi sisi laki-laki karena secara tak sadar dirinya akan lebih berani mengungkapkan fleksibilitas dalam waktu bekerja. Pembagian tugas juga punya manfaat untuk anak juga lho, anak-anak akan melihat contoh dan juga teladan yang baik dari sosok ayah yang membantu tugas rumah tangga.

Jadi tak perlu ditanyakan apakah penting berbagi tugas rumah tangga, karena bila dikerjakan secara bersama-sama akan baik untuk hubungan suami istri dan juga bermanfaat bagi keluarga. Selain itu, secara tak langsung pembagian tugas rumah tangga juga merupakan salah satu penerapan kesetaraan gender yang dimulai dari dalam rumah.

Mendukung kesetaraan gender tersebut, PT Heinz ABC yang ingin berkontribusi agar semangat kesetaraan gender tetap terjaga, dengan meluncurkan program Koki Muda Sejati yang merupakan bentuk dukungan ABC terhadap kesetaraan gender yang harus dimulai di dalam keluarga.

Head of Legal & Corporate Affairs Kraft Heinz Indonesia & PNG Mira Buanawati mengatakan program ini akan menggunakan metode daring, yang bekerja sama dengan platform daring, Ruang Guru. Dirinya memaparkan Heinz ABC percaya bahwa mendidik dan mendorong generasi muda memiliki pemahaman kesetaraan gender sangatlah penting untuk masa depan mereka. Kampanye ini juga untuk menunjukkan kontribusi Heinz ABC bagi Indonesia dalam memberikan tujuan baik bagi generasi muda.

"Heinz ABC menggagas gerakan ini untuk mengubah persepsi masyarakat dan membangun perilaku yang lebih baik di kalangan anak muda," pungkas Mira.



Simak Video "Tips Potong Rambut Anak Tanpa Rewel"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)