Suami Dihujat Pedofil karena Beda Usia 43 Tahun, Istri Beri Pesan Menyentuh

Anggi Mayasari - wolipop Jumat, 10 Mei 2019 17:33 WIB
Ilustrasi pasangan. Foto: thinkstock Ilustrasi pasangan. Foto: thinkstock

Amerika Serikat - Remaja wanita ini mengecam kritik dan hujatan yang mencap suaminya yang berusia 62 tahun sebagai pedofil. Meskipun kerap dikira sebagai kakek dan cucu, wanita bernama Samantha Simpson ini menolak untuk membiarkan komentar jahat menghalangi hubungannya.

Samantha pertama kali bertemu dengan suaminya, JR setahun yang lalu lewat seorang teman. Merasa sangat cocok, Samantha yang saat itu berusia 18 tahun ini mulai berkencan dengan JR.

"Ketika saya melihat JR, saya secara otomatis tertarik pada kebaikannya dan fakta bahwa dia adalah pria yang begitu sopan. Dia berbicara dengan sangat baik setiap kali kita bertemu, dan juga ketika kita akan berbicara melalui telepon dan teks, sebelumnya belum pernah saya temukan seorang pria seperti dia," cerita Samantha seperti dikutip dari Daily Star.



Samantha kemudian memutuskan untuk berkencan dengan pria yang jauh lebih tua. Menurutnya kencan dengan pria seumurannya sangat tidak dewasa dan belum tahu bagaimana memperlakukan pasangan mereka.

"Berada bersama JR benar-benar berbeda, dia begitu dewasa dan memperlakukan aku seperti seorang Ratu, tidak ada yang akan aku ubah tentang dia atau hubungan kita," jelasnya.

Samantha dan JR selalu dihujat saat berada di depan umum karena kesenjangan usia merekaSamantha dan JR selalu dihujat saat berada di depan umum karena kesenjangan usia mereka Foto: dok. Caters


Memilih untuk menjalin hubungan serius, rupanya sulit bagi mereka untuk mendapat dukungan dari keluarga karena kesenjangan usia antara keduanya. Meskipun tak mendapat restu, pasangan beda usia 43 tahun ini memutuskan untuk bertunangan dan kini telah menikah.

Wanita berusia 19 tahun ini pun mengungkapkan betapa sulitnya berurusan dengan komentar orang asing di jalan yang melihatnya bersama JR. Banyak orang dengan kejam menuduh JR sebagai pedofil.

"Ketika kita berada di depan umum, mereka salah mengira kita sebagai kakek dan cucu, itu benar-benar membuatku marah. Tak ada orang yang tidak berkomentar tentang hubungan kita, dan itu melelahkan," terang Samantha.

"Kami sudah cukup mengalami kesulitan dengan keluarga dan teman-teman yang tidak menerima hubungan kami, sehingga ketika orang asing juga melakukannya, itu menjadi keterlaluan. Kami hanya ingin orang-orang menyadari bahwa kami menikah bahagia dan serius tentang hubungan kami dan orang lain tidak boleh mendiskriminasi kami dengan cara seperti itu," imbuhnya



Pasangan ini berharap pelecehan ini akan berhenti. Mereka juga percaya bahwa membagikan kisah mereka akan meyakinkan orang lain bahwa mereka serius tentang pernikahan.

"Kami berharap bahwa dengan membagikan kisah hubungan kami, orang akan menyadari bahwa itu bukan lelucon dan kami sangat serius tentang satu sama lain meskipun ada perbedaan usia dan penampilan," ujar Samantha


(agm/eny)