Kisah Cinta Putri Ayako yang Rela Lepas Gelar Demi Dinikahi Orang Biasa

Eny Kartikawati - wolipop Rabu, 31 Okt 2018 13:06 WIB
Putri Ayako menikah dengan pria biasa Kei Moriya. Foto: Reuters
Tokyo - Putri Ayako resmi dinikahi kekasihnya Kei Moriya di Meiji Shrine, Tokyo, Senin (29/10/2018). Pernikahan mereka digelar dalam sebuah upacara adat Jepang di mana sang putri tampil memakai baju pengantin dengan jubah dari era Heian Jepang yang telah dipakai turun temurun.

Pernikahan tersebut menjadi awal kehidupan baru Putri Ayako. Menikah dengan Kei Moriya yang seorang pria biasa, Putri Ayako harus melepas status kebangsawanannya sesuai aturan yang berlaku di Kekaisaran Jepang.

Meski harus melepas gelarnya, wanita 28 tahun itu menyambut hari barunya sebagai rakyat jelata sama seperti suaminya, dengan bahagia. "Aku dipenuhi dengan kebahagiaan," ujar Putri Ayajo kepada media setelah upacara pernikahannya dengan Kei Moriya.

Setelah menikah, Putri Ayako tidak akan lagi menjadi bagian keluarga Kekaisaran Jepang. Putri Ayako mendapatkan gelar bangsawan karena dia merupakan anak ketiga dari Pangeran Takamado, sepupu Kaisar Akihito.



Perjalanan cinta Putri Ayako dengan Kei Moriya hingga menikah dan sang putri melepas gelar kebangsawanannya ini dimulai ketika keduanya bertemu pertamakali pada Desember 2017. Mereka saling diperkenalkan oleh ibunda Ayako, Putri Hisako. Sejak pertemuan itu, Putri Ayako merasa sudah merasa cocok dengan Kei.

"Aku ingat perbincangan kami begitu hidup, sampai aku tidak merasa kami baru saja bertemu. Aku merasa begitu senang hingga lupa waktu," katanya dalam wawancara dengan media pada Juli 2018.

Ibunda Putri Ayako, Putri Hisako mengenal Moriya dalam sebuah acara ulang tahun organisasi non profit Kokkyo naki Kodomotachi (Children Without Borders). Di mana pada organisasi tersebut, Putri Hisako menjadi dewan direksi eksekutif dan Moriya sebagai bagian dari dewan direksi.

Putri Ayako dan Kei Moriya resmi menikah.Putri Ayako dan Kei Moriya resmi menikah. Foto: Reuters


"Karena aku sudah melihatnya beberapakali, aku tertarik dengan kebaikannya, kepintarannya dan jiwa kepimpinannya yang alami," tuturnya. "Aku tidak tahu apa tujuan ibuku mengenalkan dia padaku. Tapi seiring dengan seringnya kami pergi ke beberapa tempat dan berbagi waktu bersama, kedekatan kami terjadi begitu saja," tambah Putri Ayako seperti dikutip Japan Times.

Putri Ayako pun berterimakasih pada ibunya yang telah berjasa membantunya menemukan jodohnya. Baginya sosok Kei Moriya yang bekerja di perusahaan shipping Nippon Yusen K.K. atau NYK Line adalah pria yang tepat untuknya.

Dalam wawancara yang sama, Kei Moriya pun mengungkapkan bagaimana perasaannya ketika bertemu Putri Ayako pertamakalinya. Dia melihat sosok Ayako sebagai wanita yang ceria dan positif. Ketika sudah semakin mengenalnya, dia terpesona pada bagaimana Ayako memperlakukan siapapun yang ditemuinya dengan kehangatan dan kebaikan.

Putri Ayako dan Kei Moriya.Putri Ayako dan Kei Moriya. Foto: Dok. Reuters


Kei Moriya pun tak lupa mengisahkan momen ketika dia melamar sang putri. Kei mengingat saat itu lamarannya yang dilakukannya di sebuah restoran saat mereka makan malam, tidak langsung diterima oleh Putri Ayako.



"Lamaran itu begitu tiba-tiba jadi aku tidak bisa langsung memberikan jawaban. Tapi seiring berkembangnya hubungan kami, aku pun merasa dialah orang yang tepat dan aku memberikan jawaban positif pada April (2018)," ujar Ayako.

Kei Moriya pun kini resmi menjadi suami Ayako. Dalam jumpa pers setelah pernikahannya, Kei mengatakan dirinya akan selalu mendukung sang istri yang kini sudah tidak lagi memiliki gelar bangsawan.

"Aku akan mendukungnya selalu, bahu-membahu dan membangun keluarga yang penuh dengan canda-tawa," tutup Kei dengan tersenyum penuh arti pada Putri Ayako yang kini bergelar sebagai Mrs. Moriya. (eny/eny)