Menghilangkan Keraguan Menjalin Hubungan Serius dengan Pria Duda
Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 13 Nov 2014 07:03 WIB
Jakarta
-
Cinta memang sulit untuk diatur kepada siapa akhirnya Anda akan menjatuhkan pilihan hati. Bisa dengan pria seumuran, lebih muda atau yang sudah berstatus duda. Permasalahan yang paling sering dihadapi dari menjalin hubungan dengan pria yang lebih tua, apalagi berstatus duda sementara Anda sendiri belum pernah menikah, tentunya banyak omongan atau stigma negatif dari lingkungan sekitar yang sulit dihindari.
Walaupun Anda merasa baik-baik saja dengan status sang kekasih, namun omongan orang terkadang menyisakan keraguan di benak Anda. Menurut psikolog klinis dewasa, Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi, sampai saat ini status duda masih dianggap buruk oleh sebagian orang. Tak jarang orang menyatakan bahwa wanita yang berhungan dengan duda hanya karena hartanya. Atau duda yang jalan dengan wanita muda hanya menginginkan seks saja. Namun itu hanyalah pendapat segelintir masyarakat.
"Kita nggak bisa mencegah orang untuk mmberikan stigma apa pun terhadap seseorang, kalau dibilang stigma, mungkin muncul karena ada sesuatu yang buat mereka percaya bahwa itu terjadi tapi sekarang kita tahu bahwa itu nggak selalu terjadi," papar Wulan kepada wolipop dibilangan Jakarta Selatan.
Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu menambahkan, stigma sosial tentu bisa menjadi bumerang dalam hubungan Anda dan pasangan. Oleh karena itu, Wulan menyarankan agar tidak terpengaruh dengan omongan tersebut. Sebaiknya yakinkan diri dulu bahwa Anda memang sudah siap menerima pasangan yang pernah beristri serta mempunyai anak sebelum memikirkan apa komentar orang lain.
"Melihat ke diri sendiri dia sudah siap atau belum, yakinkan diri dulu bagaimana kesanggupan kamu menjalin hubungan dengannya, setelah itu baru fokus ke yang lain," ujar Wulan.
Agar makin mantap melanjutkan hubungan, tak ada salahnya untuk mendekatkan si dia dengan keluarga inti Anda. Dukungan dari orang terdekat akan membuat Anda tak lagi pusing memikirkan omongan negatif dari orang lain.
"Dengan demikian, dapat terjadi saling tukar pikiran dan tercapai kesepakatan bersama antara kamu, pasangan dan keluarga inti. Sehingga di masa depan kalian lebih siap dan mantap dalam menjalani pernikahan beserta tantangan yang akan dihadapi," ujar psikolog lainnya, Ratih Ibrahim.
(asf/fer)
Walaupun Anda merasa baik-baik saja dengan status sang kekasih, namun omongan orang terkadang menyisakan keraguan di benak Anda. Menurut psikolog klinis dewasa, Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi, sampai saat ini status duda masih dianggap buruk oleh sebagian orang. Tak jarang orang menyatakan bahwa wanita yang berhungan dengan duda hanya karena hartanya. Atau duda yang jalan dengan wanita muda hanya menginginkan seks saja. Namun itu hanyalah pendapat segelintir masyarakat.
"Kita nggak bisa mencegah orang untuk mmberikan stigma apa pun terhadap seseorang, kalau dibilang stigma, mungkin muncul karena ada sesuatu yang buat mereka percaya bahwa itu terjadi tapi sekarang kita tahu bahwa itu nggak selalu terjadi," papar Wulan kepada wolipop dibilangan Jakarta Selatan.
Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu menambahkan, stigma sosial tentu bisa menjadi bumerang dalam hubungan Anda dan pasangan. Oleh karena itu, Wulan menyarankan agar tidak terpengaruh dengan omongan tersebut. Sebaiknya yakinkan diri dulu bahwa Anda memang sudah siap menerima pasangan yang pernah beristri serta mempunyai anak sebelum memikirkan apa komentar orang lain.
"Melihat ke diri sendiri dia sudah siap atau belum, yakinkan diri dulu bagaimana kesanggupan kamu menjalin hubungan dengannya, setelah itu baru fokus ke yang lain," ujar Wulan.
Agar makin mantap melanjutkan hubungan, tak ada salahnya untuk mendekatkan si dia dengan keluarga inti Anda. Dukungan dari orang terdekat akan membuat Anda tak lagi pusing memikirkan omongan negatif dari orang lain.
"Dengan demikian, dapat terjadi saling tukar pikiran dan tercapai kesepakatan bersama antara kamu, pasangan dan keluarga inti. Sehingga di masa depan kalian lebih siap dan mantap dalam menjalani pernikahan beserta tantangan yang akan dihadapi," ujar psikolog lainnya, Ratih Ibrahim.
(asf/fer)
Hobi dan Mainan
Travel Makin Stylish dengan NVMEE Virgo Hair Styler, Catokan Curly Wireless Andalan yang Praktis Dibawa Traveling Bikin Rambut Tetap On Point!
Pakaian Wanita
WMD vs Lozy Hijab Viscose Printed, Pilih yang Flowy atau yang Jatuh Elegan di Wajah?
Olahraga
Sepatu Running Entry-Level yang Ringan dan Empuk, Cocok untuk Pelari Pemula
Pakaian Wanita
Definisi Less is More! Kombinasi Gamis dan Hijab Segiempat Simpel Bikin Looks Makin Premium
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 25 Februari: Pisces Perkuat Komunikasi, Leo Jangan Egois
Ramalan Zodiak 25 Februari: Cancer Manfaatkan Peluang, Leo Jangan Egois
Ramalan Zodiak 25 Februari: Taurus Sulit Menabung, Gemini Jangan Boros
Ramalan Zodiak 25 Februari: Capricorn Ada Gejolak, Pisces Jangan Cemas
Sakit Tapi Tak Berdarah: Arti di Balik Chat yang Cuma Di-Read Tanpa Dibalas
Most Popular
1
Gaya Mahalini Beri Kejutan Ultah Suami di Kasur, Rambut On Point Bikin Salfok
2
Misteri Kematian Bos Asos , Mantan Istri: Aku Tidak Membunuhnya
3
Bella Hadid Merasa 'Tak Berguna' saat Mengidap Penyakit Lyme Disease
4
Selena Gomez Diminta Ceraikan Suami Setelah Terungkap Kebiasaan Joroknya Ini
5
Pedro Pascal Digosipkan Gay, Kepergok Nonton Bioskop Bareng Mantan Luke Evans
MOST COMMENTED











































