Ini Penjelasan Ilmiah Kenapa Adam Levine Layak Disebut Pria Terseksi
Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 22 Nov 2013 11:05 WIB
Jakarta
-
Majalah People baru saja menobatkan penyanyi Adam Levine sebagai pria terseksi di muka bumi ini. Jauh sebelum mendapat gelar tersebut, para wanita sudah tergila-gila dengan vokalis Maroon 5 ini. Apa yang membuat Adam begitu disukai kaum Hawa? Ini penjelasannya secara ilmiah.
Antropolog asal Universitas Rutgers, Dr Helen Fisher yang meneliti tentang cinta dan ketertarikan, mengungkapkan kalau Adam memiliki stereotipe maskulin yang sempurna. Pria 34 tahun itu memiliki rahang kotak, lesung pipi, bibir tipis, tipikal wajah yang memang disukai pria maupun wanita.
"Lihat saja rahangnya, benar-benar bagus. Alisnya yang lebat mungkin bisa membuatnya berdiri di bawah shower dengan mata terbuka," ujar Dr Fisher dalam wawancara dengan Live Science.
Menurut Dr Fisher, pria dengan wajah maskulin dan level testosteron yang tinggi, sesuai riset, memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik. Gairah seks dari pria tipe ini juga lebih tinggi ketimbang pria dengan wajah kurang maskulin.
Pakar lainnya, psikolog dari Universitas Glasglow, Dr Lisa DeBruine, sepakat dengan pendapat Dr Fisher. Dr DeBruine menyebut, Adam adalah sosok pria sempurna. "Dia memiliki wajah simetris, tidak terlalu besar atau kecil," katanya.
Beberapa wanita biasanya akan menganggap sosok pria dengan wajah maskulin ini tidak menarik. Hal itu karena wanita merasa pria tipe ini cenderung kurang bisa setia dengan pasangannya. Namun pada kasus Adam, menurut Dr DeBruine, wanita melihat pelantun 'Payphone' itu berbeda.
"Dia memiliki penampilan yang menyenangkan, penuh senyum dan tidak serius. Dia memiliki semuanya untuk menjadi pria seksi," ujarnya.
Apa semua wanita menganggap Adam layak dinobatkan sebagai pria paling seksi di muka bumi ini? Tentu saja tidak. Dan dalam pandangan Dr DeBruine, perbedaan anggapan soal layak atau tidaknya Adam menjadi pria terseksi ini wajah. Ketika melihat pria menarik atau tidak, wanita memang memiliki lebih banyak variabel penilaian. Hal ini berbeda dari pria. Riset menunjukkan pria lebih konsisten dalam menyebutkan wanita seperti apa yang menarik untuk mereka.
"Beberapa wanita suka pria yang benar-benar maskulin, tapi beberapa tidak menyukainya. Bahkan satu wanita bisa saja menyukai hal berbeda, di waktu yang berbeda atau di tahapan kehidupan yang berbeda," jelasnya.
(eny/eny)
Antropolog asal Universitas Rutgers, Dr Helen Fisher yang meneliti tentang cinta dan ketertarikan, mengungkapkan kalau Adam memiliki stereotipe maskulin yang sempurna. Pria 34 tahun itu memiliki rahang kotak, lesung pipi, bibir tipis, tipikal wajah yang memang disukai pria maupun wanita.
"Lihat saja rahangnya, benar-benar bagus. Alisnya yang lebat mungkin bisa membuatnya berdiri di bawah shower dengan mata terbuka," ujar Dr Fisher dalam wawancara dengan Live Science.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar lainnya, psikolog dari Universitas Glasglow, Dr Lisa DeBruine, sepakat dengan pendapat Dr Fisher. Dr DeBruine menyebut, Adam adalah sosok pria sempurna. "Dia memiliki wajah simetris, tidak terlalu besar atau kecil," katanya.
Beberapa wanita biasanya akan menganggap sosok pria dengan wajah maskulin ini tidak menarik. Hal itu karena wanita merasa pria tipe ini cenderung kurang bisa setia dengan pasangannya. Namun pada kasus Adam, menurut Dr DeBruine, wanita melihat pelantun 'Payphone' itu berbeda.
"Dia memiliki penampilan yang menyenangkan, penuh senyum dan tidak serius. Dia memiliki semuanya untuk menjadi pria seksi," ujarnya.
Apa semua wanita menganggap Adam layak dinobatkan sebagai pria paling seksi di muka bumi ini? Tentu saja tidak. Dan dalam pandangan Dr DeBruine, perbedaan anggapan soal layak atau tidaknya Adam menjadi pria terseksi ini wajah. Ketika melihat pria menarik atau tidak, wanita memang memiliki lebih banyak variabel penilaian. Hal ini berbeda dari pria. Riset menunjukkan pria lebih konsisten dalam menyebutkan wanita seperti apa yang menarik untuk mereka.
"Beberapa wanita suka pria yang benar-benar maskulin, tapi beberapa tidak menyukainya. Bahkan satu wanita bisa saja menyukai hal berbeda, di waktu yang berbeda atau di tahapan kehidupan yang berbeda," jelasnya.
(eny/eny)











































