Liputan Khusus
Benarkah LDR Lebih Rentan Didera Perselingkuhan?
Hubungan asmara jarak jauh disebut-sebut lebih rentan diwarnai perselingkuhan. Benarkah demikian, dan apa penyebab utama long distance relationship (LDR) yang kandas karena kehadiran orang ketiga?
"Lebih rentan, karena punya berbagai macam kendala. Tapi itu hanya bisa terjadi pada orang yang berat menjalani keadaan itu," papar Psikolog Anna Surti Ariani S.Psi.M.Si., saat diwawancarai wolipop melalui telepon pada Jumat (31/08/2012).
Nina --begitu sapaan akrabnya-- menjelaskan, perselingkuhan saat menjalani LDR lebih disebabkan karena kualitas hubungan yang belum terlalu bagus sehingga lebih mudah tergoda pihak lain. Bisa juga karena selama proses jalinan asmara, salah satu pihak mendapati ternyata banyak ketidakcocokan pada pasangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun LDR tak selamanya rentan dengan selingkuh. Menurut Nina, banyak kasus hubungan jarak jauh justru menguatkan jalinan asmara antara pasangan. Rasa rindu dan keinginan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya bersama pasangan menjadikan hubungan asmara semakin harmonis.
"LDR kan gitu, lama nggak ketemunya. Kalau LDR, komunikasi terbatas jadi (mereka) betul-betul memanfaatkan semaksimal mungkin (saat bertemu). Memberikan yang terbaik untuk pasangannya," jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.
Nina mengungkapkan, salah satu cara untuk mencegah terjadinya perselingkuhan selama berhubungan jarak jauh adalah berkomunikasi seintens mungkin dengan memanfaatkan teknologi secara maksimal. Untuk itu, Anda maupun pasangan perlu menguasai berbagai teknologi yang ada saat ini. Penguasaan teknologi akan mempermurah dan mempermudah komunikasi antara Anda berdua.
Gunakan media sosial seperti Twitter, Facebook, Foursquare, dan yang terbaru Path. Bisa juga dengan memanfaatkan Skype serta kontak via email. Jika Anda berhasil selalu terkoneksi dengan pasangan dalam berbagai cara, Anda pun lebih mudah mengecek kabar dan aktivitas si dia setiap waktu.
"Meskipun (mungkin) tidak semuanya selalu diupdate, setidaknya kita tahu aktivitas terakhir dia. Itu juga menolong. Gunakan segala teknologi yang mungkin menjangkau," pungkas Nina.
(hst/hst)











































